Kiat-Kiat Menulis Cerpen


short storyMenulis cerpen itu gampang-gampang susah. Dibilang gampang karena jumlah kata-kata dalam tulisan tidak sepanjang novel, dibilang susah karena justru dengan sedikitnya batasan jumlah kata, maka kita harus efektif menggunakan segala sumber daya. Sedikit kata tapi padat, inilah kira-kira semboyan cerpen.

Berikut ini sedikit kiat-kiat/tips dan trik dalam menulis cerpen. Cara-cara tersebut saya pakai dalam membuat cerpen-cerpen saya.

  1. Batasi jumlah figur dalam cerpen
    Anda harus dapat membuat pembaca dapat berimajinasi dengan cerita anda. Agar mereka dapat berimajinasi, maka anda harus menuliskan bahan-bahan agar mereka dapat berimajinasi.Agar dapat membayangkan tokoh dalam cerpen:
    -gambarkan bentuk wajah, emosi, potongan baju, dan lain-lainAgar dapat membayangkan lingkungan dalam cerpen:
    -ceritakan bentuk rumah, hawa:Panas karena mentari, dingin karena hujan? Dan lain-lainTentu, semakin banyak tokoh, akan semakin banyak penggambaran. Sehingga batasi jumlah figur dalam cerpen
  2. Kuatkan cerita di bagian pertama cerita dan akhir cerita
    Memperkuat cerita di awal diperlukan agar pembaca mau terus membaca cerita anda. Memperkuat cerita di akhir cerita agar pembaca tetap terbayang-bayang dengan cerita anda.

  3. Gunakan plot sederhana dan Pusatkan masalah hanya pada satu masalah saja
    Karena anda dibatasi dengan jumlah halaman. Maka anda harus membatasi plot agar tidak terlalu komplek, sehingga penyelesaiannya butuh berlembar-lembar kertas. Saya pribadi lebih banyak menggunakan plot sebagi berikut:Pembukaan –> Masalah –> Mulai Mengatasi Masalah –> Masalah Memuncak/Klimak – Penyelesaian Masalah

Apa yang sudah saya tulis diatas bukan harga mati. Mungkin anda mempunyai formula lain? Silakan berbagi dengan saya.


Sumber gambar: http://www.telegraph.co.uk

About these ads

6 responses to “Kiat-Kiat Menulis Cerpen

  1. Saya suka point pertama. Makanya cerpen-cerpen saya selalu hemat tokoh hehehe

  2. bagaimana caranya memperkuat cerpen di bagian awal dan akhir……

    • Cerpen akan kuat kalau bisa membuat pembaca ber-imajinasi. Maka pada awal cerpen, deskripsikan tokoh dengan baik. Sementara untuk mengakhiri cerpen, kita lihat segmen cerpennya. Kalau Anak-anak, jangan terlalu sedih, usahakan bahagia. Kalau remaja: usahakan untuk menancapkan ide cerita, misal: Persahabatan yang baik, cinta yang setia, atau pemecahan masalah secara sekunder (setengah menggantung). Kalau dewasa: Bisa apa saja,

  3. Reblogged this on Portentous Ville and commented:
    Well, it’s hard but we have to try :)
    Never give up(?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s