Tag Archives: supiyah

Supiyah


sampul novel supiyah oleh kusaeri ys, penerbit pn balai pustakaJudul Buku: Supiyah
Pengarang: Kusaeri YS
Penerbit: PN Balai Pustaka
Tahun Terbit: 2007
Tebal Halaman: 90
ISBN: 979-690-493-4

Supiyah tidak mau dinikahkan saat masih SD. Dia ingin bersekolah sampai perguruan tinggi. Dengan menyandang gelar doktoranda, ia pun menikah dengan pemuda keturunan Tionghoa bernama Ie Ting Hien alias Suprapto

Supiyah hidup di lingkungan warga yang kolot. Di kampungnya, seorang wanita sudah dinikahkan sejak usia dini. Supiyah ingin mendobrak tradisi tersebut. Dia berkeinginan melanjutkan sekolah sampai perguruan tinggi. Ibu dan kakaknya, Supardi tidak setuju, bahkan Abdulah, adik ayahnya sudah mencarikan jodoh buat Supiyah.

Pertengkaran dan perdebatan tak terelakkan, namun Supiyah menang. Meskipun dengan ultimatum bahwa keluarganya tidak dapat membiayai sekolahnya, Supiyah tetap melanjutkan pendidikan ke SMA. Untuk membayar uang sekolahnya, dia membuat penganan dan menitipkan pada warung-warung yang modalnya didapat dari penjualan kalung Purwati. Sedangkan untuk tempat tinggal, ia berteduh satu atap dengan Purwati.

Lulus dari sekolah SMA tidak membuat Supiyah puas. Ia masih ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Kebetulan hari dimana dia akan mendaftarkan diri bertepatan dengan pernikahan kakaknya. Tentu Supardi marah karena adik satu-satunya tidak dapat menghadiri pesta pernikahannya. Dengan sabar, Supiyah berusaha menerangkan pada kakak dan ibunya. Akhirnya keluarganya benar-benar lepas tangan. Dan mulai saat itu dia benar-benar membiayai hidupnya sendiri.

Sewaktu pulang dari kuliah, ia ditabrak oleh mobil. Kendaraan tersebut dikendarai oleh Suprapto, seorang mahasiswa kedokteran. Oleh peristiwa tersebut, Supiyah dan Suprapto mulai berpacaran. Masalah kembali menghadang. Suprapto adalah orang keturunan Cina. Keluarga Suprapto tidak menerima Supiyah sebagai menantu mereka. Sementara keluarga Supiyah mulanya memang tidak mau menerima, tetapi setelah Supiyah menjelaskan panjang lebar, pelan-pelan mereka berusaha menerima Suprapto alias Ie Ting Hien sebagai suami Supiyah.

Saya agak bingung mengkategorikan novel ini. Untuk anak-anak? Remaja? Ataukah dewasa? Kalau dilihat dari umur tokoh di akhir yang dewasa dan menikah dengan penyertaan cara pandang seseorang terhadap suku lain karena pernikahan, seharusnya memang masuk usia dewasa muda atau dewasa. Tetapi jika dilihat dari cara bercerita serta beberapa ilustrasi gambar, tampaknya seperti untuk anak-anak. Akhirnya saya mengkategorikan untuk anak-anak. Pertimbangan saya, jika disejajarkan dengan novel-novel seangkatan novel ini pertama kali terbit di 1985, novel ini agak jauh untuk cerita dewasa.

Untuk ukuran novel Balai Pustaka yang diterbitkan pertama kali tahun 1985. Novel ini cukup bagus di plot. Banyak penggalan cerita yang dapat dijadikan contoh. Meskipun pemakaian gaya bahasa masih kurang banyak, sehingga novel ini terkesan seperti cerita dalam pelajaran Bahasa Indonesia, namun tetap menarik untuk dinikmati.

Penggunaan kata Singkek untuk menyebut orang Cina saya rasa agak terlalu kasar. Jika ditilik dari cara penulisan yang berusaha sangat berbahasa indonesia, kata Singkek agak mengejutkan bisa muncul.

Masalah dalam novel ini juga tidak digali terlalu dalam. Hanya menyentuh permukaan. Pendalaman emosi tokoh juga masih kurang. Sekali lagi, seperti yang sering saya tulis. Saya melihat cerita dalam novel ini seperti melihat sebuah TV. Saya pribadi lebih menyukai kalau saya bisa masuk ke dalama cerita. Otak saya tersentuh karena logika cerita tetapi emosi saya tenang-tenang saja.