Jenis-jenis Cerita yang Disukai Pembaca


Sumber: Pinterest

Jenis-jenis cerita berikut ini adalah hasil pengalaman baca saya pribadi. Namun dari pengalaman membuat cerpen untuk teman-teman ataupun atas permintaan “pelanggan cerita” saya, ternyata jenis-jenis cerita berikut bukan hanya saya yang menyukainya. Yang saya maksudkan dengan cerita disini tidak selalu berupa novel, tetapi bisa juga film, lagu atau puisi.

Cerita Inspirasi

Cerita jenis ini selalu mempunyai kekuatan untuk mengubah perilaku seseorang. Anda tentu masih ingat betapa laris-manis buku-buku Chicken Soup for The Souls. Kekuatan cerita ini terletak pada “tidak adanya perintah” kepada pembaca untuk melakukan sesuatu. Cerita inspirasi hanya mempengaruhi pembaca dengan cara radiasi. Atau bahasa kerennya persuasi.

Cerita Tak Terduga (Mengandung Twist)

Tak perduli ceritanya pendek atau sederhana, cerita tak terduga selalu menarik perhatian saya. Cerita jenis ini jelas dirancang dengan matang oleh penulisnya. Efek yang ditimbulkan sangat beragam terhadap pembaca. Bisa marah, jengkel, merasa tertipu, atau malah tertawa? Dalam hal twist, saya selalu tertipu oleh Agatha Christie.

Cerita Tentang Pantang-Menyerah

Saya atau Anda tentulah satu-dua kali pernah merasa putus asa. Belum tentu kita menerima pendapat orang, misal teman, orangtua atau pacar, saat kita berada dalam keadaan ini. Cerita tentang pantang-menyerah selalu memberi kita inspirasi untuk bangkit dari keterpurukan. Semoga para pengarang cerita pantang-menyerah selalu masuk surga. (Amin!)

Cerita Sedih

Para peneliti menemukan bahwa tubuh kita mengeluarkan bahan beracun saat emosi. Bahan-bahan tadi, seperti endorphin leuchine-enkephalin, adrenocorticotrophic hormone (ACTH) dan prolactin, dikeluarkan karena jasa air mata. Dengan dikeluarkan bahan-bahan tadi, tubuh kita terhindar dari tekanan darah tinggi, masalah hati dan sakit lambung.

Maka, jika Anda sedih dan tak bisa mengeluarkan air mata (terutama cowok), ada baiknya jika membaca cerita-cerita sedih. He..he…he…

Cerita sedih mungkin tak menyenangkan, tetapi entah kenapa, banyak orang menyukai cerita jenis ini. Yang saya maksudkan dengan sedih tidak melulu tentang akhir-sedih tetapi juga akhir-bahagia (orang bahagia juga bisa menangis, kan?). Terutama wanita. Lho, kenapa? Kata peneliti, sih, wanita menangis 3,2 kali sebulan, sedangkan cowok 1, 3 sebulan.

Cerita Terkuaknya Rahasia

Cerita misteri tidak selalu horor. Cerita misteri tidak selalu berhubungan dengan hantu. Cerita misteri yang menguak suatu rahasia sungguh menyenangkan. Bikin dag dig dug. Membuat penasaran yang pada akhirnya meletuskan jerawat kekesalan (terhadap awal-awal cerita) di akhir cerita. Saya sudah menghabiskan cerita-cerita Lima Sekawan, Hardy’s Boys dan Trio Detektif karena rasa penasaran ini.

Membangkitkan Senyum atau Tawa

Saya masih ingat cerita-cerita Lupus saat saya masih sekolah. Saya selalu tertawa-tawa dengan gaya bahasa Lupus, Lulu dan Boim. Jaman sekarang memang bukan jaman Lupus, tetapi buku-buku dari Raditya Dika dapat digunakan sebagai pengganti cerita-cerita tentang sebuah senyum. Oh, ya, tak lupa saya juga merekomendasikan Kayla Twitter Camping karya Triani Retno, cukup kocak.

Cerita Tentang Perjalanan

Masih ingat cerita 5 cm. Kisah tentang perjalanan mendaki gunung ini masih segar di ingatan saya. Bukan hanya karena Raline Syah yang cantih (eh?) tetapi karena prinsip-prinsip yang mereka pegang tentang sebuah kehidupan. Nah, ngomong-ngomong masalah kisah perjalanan, saya juga tak lupa saat-saat dengan begitu antusiasnya membaca perjalanan Roy yang ditulis Gola Gong.

Cerita Tentang Sebuah Mimpi yang Menjadi Nyata

Berapa banyak diantara kita yang dulu-dulunya mempunyai mimpi dan sampai sekarang (setelah sekian lama) masih terus berjuang mendapatkannya? Cerita tentang mimpi menjadi nyata juga termasuk jenis cerita yang saya sukai. Cerita-cerita seperti ini mengingatkan kita tentang cita-cita yang mungkin sudah terkubur. Cerita ini membuat kita bangkit dari adem-ayem menjadi bersemangat lagi mengejarnya.

Cerita Tentang Pantang Menyerah

Kisah-kisah seperti Surat Kecil untuk Tuhan (Agnes Donovar) dan 9 Summers 10 Autums (Iwan Setyawan) ataupun Montase (Windry Ramadina) sungguh buku bermutu. Saya tak bisa menjelaskan kepada Anda apa itu “Pantang Menyerah”, tetapi dengan membaca buku-buku tadi, saya harap Anda akan mengetahui maksud saya.

Cerita Tentang Sudut Pandang yang Lain

Selama kita hidup, kita mempunyai banyak sekali pengalaman. Pengalaman-pengalaman tadi akan membentuk kita menjadi orang seperti saat ini. Terkadang dengan membaca sebuah karya fiksi, kita jadi berpikir untuk memandang persoalan dari sudut pandang lain. Cerita-cerita jenis ini membuat kita berhati-hati saat menghakimi orang lain. Kita akan berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan terhadap nasib orang lain.

Dulu, dulu sekali sewaktu kita masih kecil, kita mungkin akan mudah mengatakan “Papa pelit” atau “Mama tidak sayang aku” saat keinginan kita tidak dituruti. Saat kita menjadi orangtua, kita sekarang tahu bagaimana sulitnya menjadi seperti orangtua kita dahulu. Kita sekarang tahu bagaimana sulitnya mencari uang. Cerita fiksi bisa mem-bypass rasa penyesalan kita sehingga tidak perlu berujar “Ah, sudah terlambat”.