Kenapa Penulis Sering Terlihat Penyendiri?


Amati teman-teman Anda yang benar-benar penulis. Anda akan melihat, kebanyakan penulis adalah orang yang senang menyendiri. Kalaupun teman penulis Anda yang tidak demikian, setidak-tidaknya teman-teman penulis saya orangnya seperti itu…he…he…he…

Sifat penyendiri ini semula saya duga sebagai suatu kesombongan. Tidak mau bergaul. Mentang-mentang “punya kemampuan” menulis. Namun lambat laun saya menyadari kenapa penulis terkadang adalah Penyendiri.

Penulis membutuhkan waktu untuk merancang tulisannya. Tidak semua penulis mempunyai kemampuan membuat outline. Sama seperti pelukis, tidak semua selalu mengawali pekerjaan mereka dengan membuat sketsa.  Bagi penulis yang membuat rancangan lewat angannya, sifat penyendiri ini lebih tampak. Saya mempunyai teman yang seperti ini. Wajahnya selalu terlihat bingung. Matanya terkadang terpejam. Yang agak negatif, adalah berbuat seperti itu sambil ditemani kopi atau rokok. Sebab dalam keadaan seperti itu, mereka bisa saja tidak sadar menghabiskan banyak kopi dan rokok.

Tak ada batas dalam imajinasi. Penulis harus menetapkan bahan-bahannya cepat atau lambat. Jika penulis itu bekerja dengan tenggat waktu, maka kalimat “cepat atau lambat”  diganti dengan “cepat atau cepat”.  Jadi, tidak heran, seorang penulis membutuhkan waktu sendiri untuk memikirkan bahan-bahannya.

Penulis itu adalah orang yang peka terhadap keadaan sekitarnya. Suara angin, orang tertawa, bunyi kendaraan di jalan bisa menjadi inspirasi. Untuk sampai pada taraf ini dibutuhkan kepekaan. Bagaimana melatih kepekaan itu? Ya harus sering-sering membuat “me time” dan merasakan sekitarnya dengan seluruh panca inderanya.  Sampai pada pemahaman ini, saya sekarang tahu, kenapa orang jaman dulu sering bertapa apabila mereka membutuhkan petunjuk dari yang Mahakuasa atau ingin menyelesaikan masalahnya. Jaman sekarang mah tempat berpikir tidak perlu gua-gua dan hutan-hutang yang sunyi, ada warung-warung kopi dan camilannya yang murah, kok. Suwer.

Nah mulai sekarang, jangan terlalu cepat menghakimi penulis sebagai orang aneh. Keanehan itu memang bagian dari pekerjaan mereka.

sumber gambar:  clipart-library.com

Iklan