Resensi Novel Dari Jendela SMP Karya Mira W


dari jendela smp mira wJudul Buku: Dari Jendela SMP

Penulis: Mira W

Penerbit: P.T. Gramedia

Desain Sampul: Floren

Tahun Terbit: 1984

Jumlah Halaman: 387

ISBN:-

Wulan dan Joko masih SMP. Ketidaksetujuan orangtua Wulan memaksa mereka pacaran diam-diam

Wulan berusaha memisahkan Joko dan Gino yang sedang berkelahi. Wulan babak belur sampai harus tidak masuk sekolah karena malu mukanya bengap. Joko bersimpati pada Wulan dan berusaha mengunjunginya ke rumah. Tetapi sayangnya Joko hanya seorang anak tukang bersih-bersih sekolah, sehingga dia tidak mempunyai uang untuk membeli oleh-oleh untuk Wulan. Dia tidak kekurangan akal. Dicurinya mangga Tante Irma dengan bantuan Indro, anak kepala sekolah.

Pak Suprapto marah karena anaknya sendiri dan Joko mencuri mangga. Ia mendamprat Joko yang sedang bertamu di rumah Wulan. Ayah Wulan malu dan marah pada Joko sehingga tidak mengijinkan Joko bertemu Wulan. Tetapi Wulan dan Joko tetap menjadi sepasang kekasih. Mereka terpaksa berpacaran sembunyi-sembunyi.

Perasaan dihina dan dipandang rendah oleh orang membuat Joko menginginkan figur ayah. Dia memaksa ibunya memberitahu siapa ayahnya. Ibunya tetap bergeming. Joko marah, meninggalkan rumah menuju tempat Bang Ucok, pemilik bengkel tempat ia bekerja, Joko bermabuk-mabukan dan memukul penjual minuman keras dengan botol.

Joko mengira dia membunuh pemilik warung, dengan ketakutan dia melarikan diri. Namun tak lama. Uang menipis, rindu pada Wulan dan rasa bersalah pada ibunya membawanya kembali. Dia terkejut. Keadaan saat ia pulang tak lagi sama. Wulan telah hamil. Pak Prapto dibawa ke rumah sakit karena serangan stroke. Dan ia dilanda rasa cemburu terhadap calon suami Wulan.

Jika Anda sering membaca novel-novel di era keemasan Mira W, lantas membaca novel remaja saat ini, Anda pasti akan menemukan perbedaan besar. Saya sulit menemukan novel remaja semacam ini hadir di masa sekarang. Tema sex education adalah tema yang jarang diangkat sebagai kelas remaja. Namun demikian tidak menjadikan novel ini vulgar. Cara mengungkapkan seksualitas di novel remaja ini berbeda dengan novel Mira W yang khusus untuk dewasa, misal, Sampai Maut Memisahkan Kita.

Sebagai novel dengan tokoh berusia remaja, karakter-karakternya cukup mengungkapkan dunia remaja. Ini bisa dilihat dari narasi cara mereka bercanda, dialog para tokoh, dan problema-problema klasik remaja: berkelahi, jatuh cinta, contek-contekan. Bahasa yang dipakai cukup sederhana. Hampir-hampir tak ada majas. Hanya saja ketika sampai pada penjelasan Bu Narti tentang reproduksi manusia, membuat novel ini terasa seperti bukan novel tetapi non fiksi. Sampai pada tahap ini, saya baru menyadari kalau Marga T serupa dengan Mira W. Mungkin karena basis keilmuan mereka adalah kedokteran, sehingga mau tak mau unsur ekstrinsik dari mereka turut mempengaruhi novel-novel karya mereka.

Setting tempat tidak seberapa terasa, sehingga saya menikmati novel ini minus “rasa tempat”. Bagi saya ini tak masalah. Kelihatannya cerita berfokus pada masalah remaja dengan plot utama percintaan Joko-Wulan dan cerita minor di: hubungan Joko-Suprapto dan Suprapto-Indro-Kresno. Dan plot berjalan lambat. Lambat disini mengacu pada perpindahan keadaan tokoh-tokohnya.

Saya mengagumi pada kesederhanaan karya-karya Mira W. Dulu saya selalu membayangkan bahwa novel yang indah selalu penuh dengan bahasa figuratif. Penuh dengan kata-kata manis yang dapat diambil sebagai “kutipan-terindah”. Marga T dan Mira W, membuktikan sebaliknya. Saya tak mengatakan bahwa novel-novel yang tidak seperti Marga T dan Mira W jelek, karena penulis tentu mempunyai pangsa pasar tertentu. Apapun pendapat saya diatas adalah dari sudut pandang saya sendiri. Yang mungkin bukan pangsa pasar ini. Resensi bukan menjelekkan-membaguskan sebuah novel, lebih dari itu, resensi adalah cara saya mengungkapkan rasa yang saya dapatkan pada suatu novel.

Daftar Tokoh:

Nama Tokoh Keterangan
Wulan Kekasih Joko. Tokoh utama. Teman sekolah Joko
Joko Pacar Wulan. Tokoh utama
Lily Teman sekolah Joko dan Wulan
Gino Musuh Joko
Indro Anak Pak Suprapto
Kresno Anak Pak Suprapto
Roni Teman Joko
Titi Teman Joko
Adi Teman Joko
Santi Teman Joko
Satrio Kakak Wulan
Suryo Adik Wulan
Tante Irma Pemilik Pohon Mangga yang buahnya dicuri Joko
Suprapto Kepala sekolah Joko
Sunarti Guru olahraga baru. Bijaksana
Bang Ucok Pemilik bengkel tempat Joko bekerja
Pak Kiman Supir Wulan
Dokter Lia Dokter yang memeriksa kehamilan Wulan