Jealous


Pengarang: Sujatrini Liza
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun Terbit: 2011
Jumlah Halaman:277

sampul novel jealous karya Sujatrini Liza

sampul novel Jealous

Putus nyambung-putus nyambung adalah gambaran cinta Raka dan Kiara. Putus pertama sampai ketiga selalu diakhiri dengan baikan lagi. Tetapi pada putus keempat. Bencana itu datang. Raka tak akan kembali lagi padanya. Seorang gadis berumur 20-an telah menggantikan posisi Kiara

Mulailah di saat itu, Kiara berusaha mati-matian mendapatkan cinta Raka kembali. Cara pertama adalah dengan pelet celana dalam. Pendapat ini berasal dari dukun kenalan Rani, sahabatnya. Tetapi gagal. Pembantu Raka yang memang pada dasarnya tidak senang dengan Kiara mempergokinya ketika mencari barang tersebut.

Keadaan makin bertambah runyam, setelah Raka menjadi model di kantor Kiara. Semula teman-temannya tidak mengetahui bahwa Kiara dan Raka sudah putus, sampai ketika Johana, pacar baru Raka dan menjadi pasangan di dalam iklan tersebut, mengatakan bahwa Raka adalah pacarnya.

Abdul, bos Kiara, mulai menunjukkan tanda-tanda ketertarikan pada Kiara. Sebagai duda, dengan anak dan mapan, apalagi ditambah wajah timur tengah yang kental, semakin memberikan peluang untuk merebut hati Kiara. Namun jawaban tidak keluar dari hatinya. Ia lebih memilih ajakan sebagai teman.

Rani, sahabat Kiara, yang prihatin dengannya, mengajak Kiara untuk datang pada sebuah diskotik. Ia mengenalkan pada teman-temannya: Ivan, Mario dan Ferdi. Agaknya diantara ketiganya, hanya Ivan yang mempunyai ketertarikan dengan Kiara. Tapi tak berjalan mulus. Ketika Ivan mengajaknya berbicara, Kiara malah tertidur.

Kesedihan karena masalah yang dialaminya tak membuatnya patah semangat. Ketika sahabatnya meminta menjadi panitia di pernikahannya, ia menerima. Pada acara itu, untuk pertama kalinya semenjak ia putus dari Raka, ia mulai mempertimbangkan Ivan sebagai pengganti Raka di hatinya.

Saya merasakan novel ini ditulis dengan penuh perasaan. Gaya penulisannya seakan menyiratkan seakan-akan kejadian ini benar-benar dialaminya. Segala percakapan tampak natural sekali. Pengolahan dialog-dialognya berhasil menghadirkan perasaan yang dialami para tokohnya. Ketika sedih, perasaan pembaca juga sedih. Ketika gembira, perasaan pembaca juga bisa bergembira.

Sampul buku juga cukup mentereng. Berwarna merah darah dengan gambar gadis seakan mau melirik ke belakang sangat menggambarkan keadaan cemburu sang tokoh. Tulisan judul kuning menyala sangat kontras terhadap latar belakang terkesan sangat mewah. Apalagi tulisan tersebut dibuat timbul. Dengan sampul yang demikian, saya rasa novel ini sangat menarik perhatian ketika dipajang di rak-rak buku pada toko buku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s