Negeri Neri


Sampul Novel Negeri Neri

Sampul Negeri Neri

Pengarang: Sari Safitri Mohan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 284

Nirmala Dusu masih kanak-kanak, namun cerita yang disuarakan dari mulutnya berbau cerita dewasa. Flora Dusu, sang kakak, menuliskan cerita tersebut pada majalah sekolah. Ini adalah awal bencana

Negeri Neri adalah nama yang indah. Nama yang menyerupakan keindahan hutan hijau. Penuh kedamaian. Nama kanak-kanak, nama dongeng. Nama penuh impian. Nama ini membayangi saya ketika membeli novel Negeri Neri. Tetapi…..Ceritanya tidak seperti itu. Setidaknya itulah kisah di kota Tanjung Manai.

Suatu hari, Flora Dusu terkejut ketika adiknya, Nirmala Dusu, menceritakan bahwa ia sudah bertemu dengan Ibu Bunga. Flora terkejut bukan karena Ibu Bunga, tetapi karena cerita yang dituturkan Ibu Bunga kepada Nirmala, sebuah cerita yang tak pantas didengar oleh seorang anak kecil.

Berbekal dari penuturan tersebut. Flora menuliskan kisah adiknya pada majalah sekolahnya, SMA Negeri 1 Sanggara. Cerita itu membuat heboh seluruh sekolah. Bahkan pada akhirnya sampai ke ayah Tricia, Aria Hafiz.

Kisah Nirmala berkisah mengenai Aria Hafiz yang jatuh cinta pada Elin Araina. Hubungan mereka membuat Elin mengandung. Aria berinisiatif untuk mengakui perbuatannya pada ayahnya sendiri, Nusa. Ayahnya murka. Ia murka karena disaat dirinya mencalonkan dirinya menjadi pemimpin di Kundai, skandal ini terjadi. Nusa menjalankan skenarionya untuk menyelamatkan reputasi. Ia merencanakan orang untuk memperkosa Elin. Disaat pemerkosaan terjadi, ia memerintahkan anah buahnya yang lain untuk memanggil para penduduk desa. Nusa berharap, jika penduduk desa melihat hal itu, maka mereka akan menuduh kehamilan Elin karena pria pemerkosa tersebut.

Kemarahan Warga desa memuncak. Mereka membakar Elin, karena dianggap mencemarkan desa. Sementara Arum, ibu Elin tewas karena melindungi suaminya. Halim, ayah Elin, memakamkan Elin di tengah hutan. Sejak saat itu ia berusaha menutup diri dari masyarakat sekitar.

Aria merasa adanya bahaya dari cerita Flora. Ia menculik Flora dan berusaha membunuhnya. Rio,pemimpin redaksi majalah sekolah tidak puas dengan hasil penyelidikan polisi. Bersama wartwan ibukota, Andi Ibram ia mulai mencari tahu kejadian sebenarnya.  Momon dan Boman, dua suruhan Aria akhirnya diadili atas pembunuhan terhadap Flora.

Warna font pada judul sangat menarik. Meski huruf yang dipakai bisa dikatakan huruf hias, tetapi masih enak dibaca. Ramuan kisah di novel ini sungguh menarik. Penulis novel sangat piawai membentuk dialog, mendeskripsikan, serta membuat alur cerita. Yang hebat dari alur ceritanya adalah: Novel ini dapat saya gambarkan sebagai gabungan antara cerita dongeng ala H.C Anderson dan cerita romantika jaman sekarang. Pembukaan cerita juga cukup bagus, membuat pembaca penasaran untuk terus membaca. Satu acungan jempol saya karena penulis berhasil menipu saya. Sampai hampir halaman terakhir saya baru mengetahui siapa sebenarnya Ibu Bunga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s