Heaven Can Wait


Heaven Can Wait, karya Cally Taylor

Sampul Heaven Can Wait

Pengarang: Cally Taylor
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 437

Lucy tidak siap mati disaat besok akan bertunangan. Tapi kepalanya pecah karena jatuh dari tangga. Di alam baka, ia diberi pilihan untuk menjadi hantu atau langsung ke surga. Mana yang Lucy pilih?

Dengan sampul Berwarna biru, tulisan berwarna kuning dan besar font yang bersahabat, saya membeli novel ini. Semula saya menduga ceritanya mirip dengan film Ghost-nya Demi Moore, atau Highway To Heaven-nya Michael London. Ternyata tidak. Novel ini bercerita tentang Lucy Brown yang meninggal dalam keadaan tidak rela. Sebelum meninggal ia sedang mempersiapkan pesta pernikahannya dengan Daniel Harding. Keteledoran menghampirinya, saat ia akan mengambil kotak tempat hadiah yang akan diberikannya untuk Daniel, sebuah karcil bioskop di kencan pertama mereka, Lucy terjatuh dari tangga. Kepalanya terpelintir.

Di alam baka, dia diberi tawaran oleh Santo Bob, seorang penjaga alam baka. Pilihan pertama, dia akan langsung naik ke surga. Pilihan kedua, dia dapat menghantui pacarnya, Daniel Harding, sampai pacarnya meninggal. Lucy memilih pilihan kedua. Tetapi ada syarat yang harus ditempuh agar dia dapat menjadi hantu. Dia diharuskan menolong seseorang yang tidak dikenalnya. Mencarikan cinta sejati untuk Archibald, seorang pemuda yang tinggal dengan neneknya, dalam dua puluh satu hari. Di hari itu juga, dia dikirim ke rumah calon hantu. Rumah di dunia, tempat para calon hantu bermukim selama menjalankan tugas mereka. Disana dia serumah dengan Brian dan Claire, sesama calon hantu.

Syarat ini tidak mudah dipenuhi. Archibald hanya mengerti masalah pemrograman komputer dan game saja. Suatu hobi yang tidak menarik bagi wanita. Usaha pertama Lucy adalah dengan menghadiri kencan buta. Hasilnya sangat mengecewakan. Bukan hanya tidak ada yang memilih. Archibald malah jatuh cinta pada dirinya. Langkah kedua adalah membawa Archibald menghadiri acara pecinta film Startrek. Dia berharap, Archibald dapat menemukan teman yang satu hobi dengannya. Namun bukannya bertemu dengan teman yang satu hobi, Archibald berjumpa dengan Sally. Gadis itu adalah penjual roti lapis keliling dan menjadi langganan rekan-rekan kerja Archibald.

Lucy marah pada Nenek Archibald. Ia menganggap bahwa nenek Archibald mengganggu cucunya dalam mencari jodoh. Dengan sekuat hati ia menasehati Archibald agar menghindari neneknya jika masih ingin mempunyai pacar, tetapi Archibald tidak mau. Archibald merasa bahwa sudah seharusnya neneknya bersikap seperti itu. Sebagai seorang tua dan janda adalah hal yang wajar jika neneknya takut ditinggal sendiri oleh Archibald.

Di hari terakhir, Lucy makin frustasi. Ia merasa gagal menjalankan tugasnya. Sally, seorang gadis cina yang dijodohkan dengan Archibald, hanya mendapat status disukai oleh Archibald. Padahal tugasnya hanya menjodohkan. Namun Santo Bob mengatakan bahwa ia sudah berhasil. Lucy girang. Santo Bob bertanya sekali lagi apa dia memang benar-benar menjadi hantu atau langsung pulang ke Surga. Setelah Lucy berpikir, akhirnya dia lebih memilih ke Surga. Dia menyadari bahwa menjadi hantu bagi Daniel hanya akan membuat dirinya terluka. Dia meminta ijin Santo Bob agar diijinkan untuk terakhir kalinya melihat Daniel. Disana ia melihat, Daniel sedang bertengkar dengan teman Lucy, Anna. Anna mengajak kencan Daniel, tetapi Daniel sendiri tidak menginginkannya, ia lebih senang menyendiri di rumah. Disaat mereka bertengkar, secara tak sengaja sebuah bis menabrak Daniel dan dia mati. Lucy malah senang dengan kematian Daniel. Bergegas dia kembali ke alam baka. Disana, ia gembira dan menangis karena bertemu dengan Daniel Harding dan berbahagia selamanya di Surga.

Novel ini membuat saya tertawa pada awalnya. Mungkin karena keadaan alam baka digambarkan tidak seperti dengan novel-novel yang saya baca sebelumnya. Saya lebih sering membayangkan alam baka digambarkan sebagai sesuatu yang lebih religius, misterius, atau tak terjangkau. Di novel ini alam baka digambarkan mempunyai eskalator. Eskalator ke atas ke arah surga. Eskalator ke bawah ke arah rumah hantu. Bahkan calon hantu dapat mempunyai dua ratus poundsterling yang akan datang mereka dapatkan lagi manakala habis. Namun saya berusaha melepas pikiran itu agar dapat lebih menikmati novel ini.

Penggambaran karakter cukup bagus. Masing-masing karakter sudah membawa kepribadiannya masing-masing. Tapi ada beberapa bagian cerita yang terlalu biasa. Sebagai contoh: Penggambaran kematian Lucy Brown. Tidak ada greget disitu. Hanya pada bagian akhir novel yang lumayan bagus, yaitu adegan Lucy Brown sedih karena akan meninggalkan Daniel selama-lamanya. Kemudian Daniel meninggal tertabrak bis dan bertemu dengan Lucy di alam baka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s