The Lady Of Camellias


Lady of Camellias

Sampul Lady of Camellias

Pengarang: Alexandre Dumas, Jr
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 329

Cinta itu buta. Kalimat ini pantas dialamatkan pada Armand Duval yang mencintai Marguerite Gautier, sebelum wanita itu meninggal karena sakit TBC.

Alur flashback dimulai saat tokoh “Aku” mengikuti pelelangan. Dari semua barang berharga yang dilelang, dia tertarik dengan buku diari. Beberapa hari kemudian, datang seorang pemuda bernama Armand Duval meminta dengan sangat agar ia dapat memilliki diari tersebut. Tokoh Aku tidak menjualnya, bahkan memberikan dengan cuma-cuma. Sebagai balas jasa, Armand meluncurkan kisah cinta antara sang pemilik diari, Marguerite Gautier dan dirinya.

Marguerite berprofesi sebagai wanita simpanan bagi pria mana saja yang sanggup membayar. Marguerite sejak semula mengingatkan Armand siapa dirinya sebenarnya. Armand tidak patah arang, berbagai usaha dilakukannya agar Marguerite mencintainya. Marguerite akhirnya menerima cinta Armand.  Pria itu membuatnya bertekuk lutut bukan karena Armand sanggup membayar lebih tinggi. Tetapi Armand-lah yang setiap hari ke apartemen, menjenguknya setiap hari kala  TBC-nya kambuh.

Karena cinta kepada Armand, dia mulai mencampakkan kekasihnya satu persatu. Mulai dari Walikota yang sudah tua, Putra Gubernur dan Comte de N. Armand bangga bahwa saat ini hanya dirinya pria dalam hati wanita itu. Itu tidak berlangsung lama. Ayahnya datang ke Paris dan berusaha memohonnya untuk meninggalkan wanita itu. Sepulang bertemu ayahnya, Armand kembali ke Bougival, tempat ia dan Marguerite tinggal. Betapa terkejutnya Armand, ketika ia pulang ke Bougival, ia tidak menjumpai Marguerite. Sepucuk surat ditinggalkan Marguerite, bahwa dirinya sudah kembali ke pelukan lelaki lain. Ia lantas menyuruh Armand agar kembali kepada keluarganya.

Dengan perasaan hancur Armand kembali pulang ke rumah bersama ayahnya ke kota tempat ayahnya tinggal. Tidak berlangsung lama, Armand kembali ke Paris. Kali ini dengan dendam akan membalas perlakuan Marguerite. Ia mencari perempuan simpanan lain bernama Olympe. Dan perjalanan dendam dimulai. Dengan kemesraannya dengan Olympe, ia mulai mencoba menyiksa batin Marguerite.

Setelah Marguerite meninggal, Armand baru mengetahui kenapa Marguerite meninggalkannya waktu itu. Ayahnya sendiri yang memohon kepada Marguerite agar melepas putranya pergi. Ia terpaksa melakukannya karena terpaksa. Terlebih karena akibat hubungannya dengan Armand, adik Armand, Blanche terancam akan dicampakkan pihak pengantin pria, karena calon besan mengetahui siapa Marguerite. Keluarga calon suami Blanche tidak ingin keluarga mereka ternoda.

Alexandre Dumas, Jr. Sendari awal tulisan sudah berusaha menjebak pembaca agar mempunyai keinginan membaca terus. Pada bab awal, ia sudah membuat pembaca penasaran dengan pelelangan barang-barang milik Marguerite. Disertai dengan diari yang dibelinya, ia membuat pintu gerbang untuk pemaparan selanjutnya. Bahkan berusaha mati-matian mengatakan kalau novel ini memuat cerita yang sebenarnya (true story). Dan memang, hal ini yang membuat saya tertarik membacanya. Karena biasanya kisah tragis yang nyata lebih menarik pembaca. Coba anda periksa novel seperti Surat Kecil Untuk Tuhan-nya Agnes Davonar dan Berteman dengan Kematian (Catatan Gadis Penderita Lupus) Oleh Sinta Ridwan.

Ada yang menarik pada novel ini. Biasanya novel-novel roman, banyak sekali menggambarkan adegan intim, maksud intim disini bukan adegan ranjang, tetapi lebih pada sentuhan fisik yang hanya dilakukan pada orang-orang yang sangat dekat hubungannya. Anda bisa tengok, Where Passion Leads karya Lisa Kleypas, sebagai contoh. Tetapi di novel ini sangat jarang. Bahkan meskipun tokoh Marguerite adalah wanita simpanan. Sepenuhnya dedikasi cerita lebih pada penggambaran suasana batin para tokoh.

Sebagai kritik sosial, bahwa wanita seperti Marguerite juga punya cinta yang murni, saya merekomedasikan novel ini. Sesekali ada baiknya kita memandang cinta dari sudut pandang wanita simpanan. Bukankah wanita seperti Marguerite ada karena lelaki yang membutuhkannya juga ada? Jadi siapa yang salah?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s