Before I Die


sampul before i die, karya jenny downham, penerbit: grantika publishing

Sampul Novel Before I Die

Pengarang: Jenny Downham
Penerbit: Grantika Publishing
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 363

Tessa menyadari umurnya tak akan lama. Namun sebagai gadis muda, ia masih banyak mempunyai keinginan yang belum terlaksana. Bersama dengan sahabatnya, Tessa berlomba dengan waktu mewujudkan mimpinya

Tessa Scott didiagnosis menderita kanker Limfoblastik leukemia akut sejak usia empat belas tahun. Sejak itu ia merasa dunianya runtuh. Setelah keluar dari sekolah, kehidupan sehari-harinya hanya berkutat di rumah saja, di balik duvet-nya, atau menjalani pungsi lumbar, dengan bantuan portacath, untuk mengetahui sejauh mana kankernya menjalar. Ayahnya yang bercerai dengan ibunya pun turut keluar dari tempat kerja dan mulai mencurahkan segala perhatiannya untuk Tessa.

Ayahnya berulang kali mengajaknya keluar dari kamar tidur agar dia dapat menikmati hari-hari terakhirnya dengan bahagia. Namun ia selalu menolak. Suatu ketika, salah seorang temannya, Zoey, datang berkunjung. Dari Zoey-lah, Tessa mulai menginginkan keluar dari kamarnya dan menikmati hari-harinya. Tessa tertarik untuk keluar dari kamar karena Zoey mau menemaninya menjalankan sepuluh keinginannya terakhir sebelum ia meninggal.

Keinginan Pertama: Bercinta
Tessa bahkan sampai detik ini belum pernah bercumbu sama sekali. Zoey mengajaknya mendatangi sebuah Klab, disanalah mereka mencari seseorang untuk diajak berkencan. Tessa mendapatkan Jake dan Zoey dengan Scott Walker, seorang pengganja. Namun tetap saja Tessa merasa tidak puas, sampai suatu ketika, ketika ia membuka jendela di pagi hari, ia mendapatkan Adam, anak tetangganya sedang berkebun dan berumur delapan belas tahun. Adam tinggal bersama ibunya. Seorang ibu yang trauma karena ditinggal mati oleh suaminya.

Keinginan kedua: adalah Selalu Menjawab Ya
Zoey temannya iseng menyuruhnya menyeberangi sungai kotor. Tessa langsung melakukannya. Zoey malu dengan kelakuan Tessa dan meninggalkannya. Tetapi Cal, adiknya tidak. Sehingga sisa hari itu dihabiskan Tessa dengan menjawab Ya terhadap permintaan Cal. Di akhir hari itu, Tessa menghabiskan harinya dengan membelikan Cal hovercopter, celengan robot yang bisa berbicara, permainan untuk playstation, jam alarm digital, dan peralatan sulap. Untuk dirinya sendiri, Tessa membeli Bra berenda berwarna ungu muda, jins berkaki ramping, gaun berbahan sutra dengan warna jamrud dan hitam, sepatu bot tali dan risleting

Keinginan ketiga: Obat-obatan
Semula ia ingin mendapatkan obat-obatan dari Zoey. Tetapi tawaran Adam lebih menggiurkan. Pertama-tama karena tidak terlalu bahaya, legal dan mudah didapatkan saat itu juga. Segera Adam mencarikan jamur. Konon jamur tersebut dapat membuat peminumnya berhalusinasi.

Keinginan keempat: Melanggar Hukum
Tessa melanggar hukum dengan cara mengutil es krim Ben and Jerry’s Food di pasar swalayan Morrisons. Ia ketahuan. Tessa berusaha meloloskan diri dari sekuriti dengan berusaha menunjukkan bahwa ia sakit. Beruntung pihak keamanan hanya memanggil ayahnya.

Keinginan kelima: Mengemudikan mobil
Tessa mempunyai masa kecil bahagia ketika ayah dan ibunya masih bersatu. Setiap liburan ia menginap di hotel CrossKeys. Ia lantas menuju ke hotel tersebut dengan berkendara dengan mobil ayahnya ditemani Zoey.

Keinginan keenam: Ketenaran
ketika ayahnya mengetahui bahwa putrinya mempunyai daftar hal-hal yang ingin dilakukannya sebelum meninggal, ia membantunya dengan mengenalkannya pada seorang pembawa acara di radio. Ia berharap penyiar radio tersebut dapat mewawancarai Tessa.

Keinginan ketujuh: Membuat orangtuanya rujuk
Penyakit Tessa membuat orangtuanya yang bercerai semakin sering bertemu. Melihat hal tersebut, Tessa berkeinginan agar orangtuanya dapat rujuk kembali. Tetapi kemudian Tessa merasa bahwa sebenarnya orantuanya lebih dekat dari biasanya bukan karena jasa Tessa.

Keinginan kedelapan: Cinta
Tessa masih menjalin hubungan tingkat awal dengan Adam pacarnya. Baginya ini belum cukup. Berpacaran bukan masalah seks, pikirnya saat itu. Ia ingin Adam benar-benar mencintainya.

Keinginan kesembilan: Tinggal bersama Adam, pacarnya
Setelah kegagalannya di permintaan pertama, Tessa berusaha berpacaran dengan Adam. Semula ia hanya tertarik dengan Adam saat ia mengurus kebunnya dan Ibunya. Akan tetapi, interaksi dengan tetangga sebelahnya itu membuat Tessa mencintainya. Dengan cintanya yang sedemikian besar, Tessa merasa nyaman. Ia berharap, di saat-saat terakhirnya, Adam dapat menemaninya.

Keinginan kesepuluh
Ingin melihat bayi teman baiknya, Zoey yang akan lahir di bulan Mei. Zoey menamakan bayinya dengan nama Laura Tessa Walker. Dua nama belakang adalah nama Tessa sendiri dan nama pacar Zoey, Scott Walker.

Pada saat membaca judul novel, sebenarnya saya sangat berharap novel ini mengharu biru. Tetapi ternyata tidak. Sang tokoh tidak sepenuhnya takut menghadapi kematian. Kadang ia memang seperti jatuh, seperti menerawang, kadang menunjukkan penolakan terhadap keadaan dirinya yang sebenarnya. Kuatnya deskripsi tentang lingkungan dan interaksi tokoh sangat menonjol. Hal ini lebih dipercantik dengan menghubungkan deskripsi ini dengan keadaan batin Tessa. Sebagai contoh: Suatu ketika Tessa dan Cal menemukan bangkai burung di halaman. Matinya burung dan belatung-belatung pada burung tersebut, mengingatkan Tessa bahwa jika ia mati, keadaaannya akan sama dengan bangkai burung itu. Sedemikain detil penjelasannya sampai saya dapat leluasa membayangkan belatung-belatung di pikiran saya.

Novel ini ditulis dengan latar belakang sekuler. Tidak ada unsur religi yang kental. Ini perbedaan novel Indonesia dengan novel dari luar Indonesia. Pada novel Indonesia, cerita-cerita tentang sesuatu yang mendekati kematian banyak yang melibatkan Tuhan atau keyakinan di luar kemampuan manusia. Semula saya agak janggal membaca novel ini karena alasan tersebut. Penekanan paparan lebih pada konflik batin tokoh Tessa dan bagaimana usahanya mencapai apa yang ia cita-citakan sebelum meninggal.

Jika ada pembaca yang ingin memperkaya pengalaman membaca model-cerita-seharusnya-mengharukan tetapi tidak, novel ini layak disimak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s