Falling Home


Sampul novel Falling Home, karya Karen White, penerbit: Ufuk Publishing House

Sampul Novel Falling Home

Pengarang: Karen White
Penerbit: Ufuk Publishing House
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 612

Cassie sudah berjanji akan melupakan rumah orang tuanya. Masa lalunya dengan mantan pacarnya yang dianggap berselingkuh dengan adiknya adalah penyebabnya. Tetapi telepon tengah malam dari adiknya merubah pendiriannya

Sampulnya menarik. Berwarna putih cerah. Seorang gadis berambut pirang. Ketebalannya juga membuat gentar, minta ampun. Cukup bagus untuk pengganti bantal. Selesai membolak-balik halamannya, saya cukup nyaman dengan font. Saya membaca lembar pertama. Menarik, akhirnya saya beli.

Cerita bermula dari Cassie yang sakit hati pada Joe. Dia berusaha mati-matian agar pria itu menyukainya. Pada kenyataannya pria itu lari dengan Harriet, adiknya. Menikah di suatu tempat, kemudian pulang kembali ke rumah orangtuanya. Dia bersumpah meninggalkan Walton, kotanya itu dan tidak akan pernah kembali lagi.

Lima belas tahun kemudian, adiknya menelepon dari Walton. Mengabarkan bahwa ayah mereka sekarat. Ayahnya memintanya pulang dari New York, tempat dia bekerja sebagai seorang agensi periklanan. Dengan rasa gundah dan malas, dia meminjam mercedez milik kekasihnya, Andrew, kemudian berkendara pulang ke Walton. Di Walton, Cassie bertemu dengan teman masa kecilnya, Sam Parker. Pria itu sekarang berubah menjadi seorang dokter lulusan Havard. Kedekatannya dimulai dengan pemeriksaan kesehatan ayahnya dan pemeriksaan kesehatan keluarga adiknya.

Beberapa hari kemudian, Ayahnya meninggal dan mewariskan rumahnya kepada Cassie. Dia tidak berniat untuk tinggal di Walton, sehingga berusaha menjual rumah tersebut dan menyewa seorang realtor, Ed Farrell untuk mengurus masalah itu. Sambil menanti pembeli rumahnya, Cassie dan Harriet mengemasi barang-barang pribadi mereka di rumah tersebut. Secara tak sengaja, Cassie menemukan kotak surat ayahnya. Disana Cassie baru menyadari kalau ternyata sebelum ayahnya menikah dengan ibunya, mempunyai seorang kekasih. Dengan kekasihnya tersebut, ayahnya mempunyai seorang anak laki-laki.

Keluarga Harriet dan bibinya, Lucinda, mendengar Andrew akan datang pada hari Jumat. Mereka berencana akan mengadakan pesta pengumuman pertunangan Cassie dan Andrew. Di pesta tersebut Cassie baru menyadari, bahwa kehangatan orang-orang di kotanya, saling berbaginya mereka satu sama lain dan sifat tolong-menolong mereka, membuatnya rindu akan masa kecilnya. Cassie mulai melihat, bahwa Andrew dan dirinya mempunyai banyak perbedaan. Ia memutuskan pertunangannya hari itu juga. Pelan-pelan, ia mulai memberikan hati kepada Sam Parker.

Saat mempersiapkan pesta, Cassie melihat Harriet tampak lemah. Dia menyuruh Sam agar memeriksa Harriet. Dalam pemeriksaan diketahui bahwa Harriet ternyata mengandung bayi kelimanya. Bukan itu kabar buruknya. Kabar buruknya ternyata Harriet menderita kanker payudara. Cassie merasa sedih, ternyata Harriet lebih memilih nyawa anaknya daripada kesehatannya sendiri. Dia beralasan, perawatan kankernya hanya memperpanjang umurnya. Tidak sebanding dengan seumur hidup umur anaknya, jika dia mengaborsi calon bayinya.

Sam Parker menikah dengan Cassie setelah pemakaman Harriet. Cassie memutuskan menikah, setelah menyadari bahwa sebenarnya dia tidak dapat meninggalkan kota ini.

Novel ini adalah novel drama. Ceritanya cukup menarik. Meskipun masalah-masalah yang terjadi di novel ini tidak tergolong berat. Tetapi berbagai peristiwa-peristiwanya yang sambung menyambung menjadi satu menjadikannya selalu ada hal baru di setiap bab-nya.

Penggambaran tokohnya cukup bagus. Karakter fiksi menjadi nyata dalam deskripsi dan tindakannya dalam menghadapi masalah. Namun demikian greget dalam masalahnya tidak terlalu dalam. Sepanjang 612 halaman, hanya pada bagian kematian Harriet saya sungguh tersentuh. Karena ringannya, ketika membuat ringkasan, saya tidak mengalami cukup kesulitan. Komponen-komponen cerita masih saya ingat jelas. Ini berbeda ketika saya membuat ringkasan First Love Forever Love karya Shu Yi. Begitu dasyat peristiwa dan banyaknya komponen cerita membuat saya harus membaca ulang ketika akan meringkasnya.

Meskipun demikian, saya merekomendasikan novel ini bagi pecinta novel drama. Saya rasa pecinta telenovela atau sinetron di TV juga akan menyukainya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s