Matahari Untuk Lily


sampul novel matahari untuk lily oleh rini zabirudin

Sampul Novel Matahari Untuk Lily

Pengarang: Rini Zabirudin
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2011
Jumlah Halaman: 248

Orang tuanya meninggal dalam kecelakaan saat berusia dua belas tahun. Setelah mengalami pelecehan seksual, Lily tumbuh menjadi gadis yang selalu curiga terhadap pria.

Lily Sabara harus mengalami kepahitan hidup sejak berumur dua belas tahun. Orangtuanya meninggal karena kecelakaan dan dia hampir mengalami pelecehan seksual oleh Andi. Pengalaman ini membuatnya mengalami trauma. Sepuluh tahun dia harus tinggal dalam rumah sakit jiwa untuk pengobatannya. Beruntung salah satu pegawai ayahnya, Yuni dan suaminya Bambang dapat menjadi tempat sandar setelah orangtuanya tiada.

Hampir saja, dia mengalami pelecehan lagi oleh Roy, akuntan perusahaannya. Berkat Bayu, salah satu pegawainya, akhirnya Roy ditangkap Polisi. Lily menyadari, dia akan selalu mendapat kemungkinan mendapat pelecehan seksual lagi. Untuk mengatasi hal ini, dia merencanakan mengadakan pernikahan. Sebuah pernikahan tanpa cinta, hanya sekedar untuk menyandang status sudah menikah saja. Dia menawarkan hal ini kepada Bayu.

Semula memang berjalan seperti yang sudah direncanakan. Tapi bagi Bayu tidak. Sedikit demi sedikit rasa cintanya tumbuh. Dia sudah tidak memandang sebagai pernikahan bisnis. Dia ingin benar-benar menjadi suami terbaik bagi Lily. Petualangan dimulai. Petualangan untuk mendapatkan cinta Lily.

Hari pertama mereka menikah, Bayu hanya tidur di karpet, disamping ranjang Lily. Suatu ketika, Bayu dan Lily diundang di acara pernikahan Pak Drajat, salah satu pegawainya. Gara-gara Udang, Bayu mengalami alergi. Lily terkejut dan menyuruhnya untuk tidur di ranjang bersamanya. Sejak itu Bayu berharap alergi udang tiap hari. Langkah ketiga adalah menyentuh Lily. Tahap ini adalah tahap yang sulit. Lily mempunyai pengalaman traumatis yang membuatnya ketakutan didekati oleh seorang pria. Bayu mengajaknya kencan. Mengajarinya bagaimana berpacaran. Nonton bioskop, makan es krim berdua, ke kebun binatang. Pelan-pelan Lily semakin mempercayai Bayu. Begitu berhasilnya Bayu dengan usahanya sampai Lily hamil.

Kabar tak menyenangkan datang dari kepolisian. Roy berhasil melarikan diri. Bayu menjadi cemas akan keselamatan Lily. Dia takut Roy akan balas dendam. Roy berhasil menculik Lily dengan membiusnya saat Bayu mengantar salah satu karyawannya ke rumah sakit karena kecelakaan kerja. Bayu kesetanan mencari Lily. Akhirnya dia menemukan Lily dan Roy dan dalam perkelahian tak sengaja membunuh Roy.

Sejak membaca pada lembar pertama, saya kesetanan membaca sampai akhir. Dialog-dialognya sungguh menarik. Kekonyolan Bambang dan kejudesan Yuni sungguh sangat terbaca dari dialog-dialognya. Disamping dialog, pembukaan cerita yang dimulai dengan kecelakaan orangtua Lily dan pelecehan seksual Lily yang membuat geram pembaca, membuat mata tak mau berpaling untuk membaca. Untuk hal ini, saya salut dengan pengarang.

Yang agak mengganggu saya adalah penyelesaian di bagian akhir cerita. Dari Lily diculik, kemudian kebetulan ada pemilik warung mengetahui arah mobil Roy. Kebetulan juga ada orang lihat ternyata Roy ada di perkebunan PTPN Kilometer 72, blokiran Polisi di ruas-ruas jalan, penyebaran selebaran foto Lily dan Roy, semuanya dilakukan hanya satu hari? Apa tidak terlalu cepat? Mungkin hal ini mengganggu saya karena saya banyak membaca Agatha Christie atau cerita detektif lainnya. Disana memang penyelesaian masalah kriminal tidak mudah. Namun setelah saya pikir-pikir lagi, rasanya memang tidak masalah. Toh ini adalah novel romance, bukan novel kriminal, sehingga penekanannya memang tidak terlalu di bagian kriminal.

Terlepas dari pendapat saya pada dua paragrap terakhir. Saya sangat menyukai novel ini. Ini adalah salah satu dari novel yang mengaduk-aduk pikiran dan perasaan saya sejak lembar awal. Suatu prestasi yang bukan main. Saya gemes, gregetan, trenyuh, marah, dan emosi oleh novel ini. Bagi anda yang ingin merasakan perasaaan seperti saya, saya merekomendasikan novel ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s