Bagaimana Caranya Memulai Menulis Fiksi?


start to write fictionSaya menulis sejak masih sekolah dasar. Novel pertama saya dipengaruhi drama radio Brahma Kumbara, raja Madangkara. Saya sangat menyukainya, bahkan sering sampai terbawa mimpi. Lewat mimpi inilah saya mulai mempunyai keinginan untuk menuliskannya pada sebuah buku tulis.

Pengalaman ini membentuk cara-saya-menulis.
Menulis diawali oleh ide —-> ide dilamunkan —-> hasil lamunan dituliskan.

  1. Menulis diawali oleh ide
    Bagaimana mendapatkan ide? Banyak cara agar anda mempunyai ide untuk menulis. Dibawah ini adalah beberapa contoh yang dapat anda gunakan:

    • Dimulai dari membaca novel orang lain
      Kenapa harus membaca novel orang lain? Pengarang novel tersebut sudah berhasil menghasilkan suatu novel, berarti mereka sudah memenangkan persaingan dengan penulis-penulis yang lain. Dengan kenyataan ini, kita dapat belajar novel yang bagaimana sih yang dimau penerbit? Disamping itu, kita juga dapat mempelajari diksi (pemilihan kata), cara mereka mendeksripsikan sesuatu, cara mereka mengungkapkan karakter dan lain sebagainya. Dan ada yang lebih penting, kita tidak menulis sesuatu yang sudah pernah ditulis orang, atau setidak-tidaknya kita mengetahui tulisan yang bagaimana yang disukai orang.
    • Melihat Film
      Saya rasa sudah tidak diperlukan penjelasan mengenai hal ini. Karena jelas dengan melihat film, kita dapat belajar mengenai banyak hal. Mulai dari dialog yang menarik, setting tempat, alur, dan juga tentu saja: Tipe cerita yang disukai orang
    • Membuat resensi novel orang lain
      Membuat resensi sama artinya dengan mempelajari novel orang lain dengan lebih mendalam. Membuat resensi tidak sama dengan membaca. Dengan menulis resensi, kita dipaksa belajar dalaman novel. Kita belajar pemilihan kata, menambah kosa kata, membuat plot atau sekedar ingin mengetahui, materi apa yang saat ini digemari orang-orang.
    • Bersosiliasasi dengan orang lain
      Berteman dengan seseorang, mendengar cerita mereka, berkemah dengan teman organisasi di luar daerah, mengikuti kursus musik dan lain sebagainya akan membantu kita mendapatkan cerita asli, bukan dibuat-buat.
      Bersosialisasi dengan orang lain membuat kita kaya akan kehidupan manusia. Semakin kita mengetahui kekayaan kehidupan, semakin banyak warna yang dapat kita cipta lewat novel.
  2. Ide dilamunkan
    Setelah ide didapatkan, maka sekarang saya mulai membentuk cerita dari ide tadi. Kita perlu melamun sedikit membayangkan cerita berjalan. Tanpa kita sadari, film yang kita lihat, novel yang kira resensi, ataupun pengalaman bergaul dengan orang akan membentuk alur cerita.Kita dapat membentuk karakter novel dari orang-orang disekitar kita. Misal,Anda mempunyai tetangga yang cerewet?
    Tetangga ini bisa kita jadikan sasaran pembunuhan di novel anda karena dia secara tak sengaja mengungkap rahasia seseorang.Anda mempunyai teman yang suka berhutang?
    Kenapa tidak dijadikan sebagai orang yang dikejar-kejar penagih hutang yang tampan. Kemudian pemuda ini jatuh cinta pada anak orang ini
  3. Hasil lamunan dituliskan
    Setelah lamunan tadi membentuk cerita, kita sekarang mulai menuliskan. Bagaimana menuliskannya? Ingatlah pribahasa: Sedikit Sedikit Lama Lama Menjadi Bukit. Biasanya pribahasa ini di hubungkan dengan menabung, tetapi kali ini yang ditabung bukan uang tetapi kata.Mulaikah dengan ide dasar, seperti contoh berikut:
    Seorang laki-laki ingin berpacaran dengan seorang gadis yang lebih tua darinyaKembangkan menjadi: Apa masalah utamanya?
    Seorang laki-laki ingin berpacaran dengan seorang gadis yang lebih tua darinya. Orangtua dari laki-laki tidak setuju dan berusaha menghalangi.Kembangkan menjadi: Apa akhir dari cerita?
    Seorang laki-laki ingin berpacaran dengan seorang gadis yang lebih tua darinya. Orangtua dari laki-laki tidak setuju dan berusaha menghalangi. Akhirnya Orangtua setuju terhadap pilihan si pria karena si gadis membantu si pria pada saat kecanduan obat-obatan.

    Alangkah lebih baik jika disamping masalah utama, ada masalah-masalah sampingan (minor problem), sehingga kita bisa menambahkan:
    Seorang laki-laki ingin berpacaran dengan seorang gadis yang lebih tua darinya. Orangtua dari laki-laki tidak setuju dan berusaha menghalangi. Pada mulanya si gadis tidak menerima cinta si cowok karena merasa minder. Si cowok membuktikan bahwa cacat si gadis tidak dipermasalahkannya. Akhirnya Orangtua setuju terhadap pilihan si pria karena si gadis membantu si pria pada saat kecanduan obat-obatan.

    Jika diinginkan, bisa ditambahkan minor problem ke dua:
    Seorang laki-laki ingin berpacaran dengan seorang gadis yang lebih tua darinya. Orangtua dari laki-laki tidak setuju dan berusaha menghalangi. Pada mulanya si gadis tidak menerima cinta si cowok karena merasa minder. Si cowok membuktikan bahwa cacat si gadis tidak dipermasalahkannya. Si gadis akhirnya menerima cinta si cowok. Mantan si cowok mengetahui kalau mantanya mempunyai gadis lagi, dia cemburu dan berusaha memisahkan mereka. Akhirnya Orangtua setuju terhadap pilihan si pria karena si gadis membantu si pria pada saat kecanduan obat-obatan.

    Setelah dirasakan penambahan minor problem cukup, anda sekarang dapat membuat sinopsis dari keseluruhan cerita. Rencana pembuatan novel anda belum cukup. Setelah sinopsis selesai, maka kita dapat membuat outline. Outline adalah pembagian tulisan dalam bab-bab cerita. Masing-masing bab akan dijelaskan pokok pikiran pada bab tersebut.


Sumber gambar : http://greatewhitenorth.blogspot.com

4 responses to “Bagaimana Caranya Memulai Menulis Fiksi?

  1. tq atas infonya..:)

    Suka

  2. Wah jadi ingin berlatih menulis fiksi😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s