Take A Bow


Sampul Take A Bow Elizabeth Eulberg bentang belia

Sampul Take A Bow

Pengarang: Elizabeth Eulberg
Penerbit: Bentang Belia
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 315

Apa yang terjadi pada Emme, Carter, Sophie, Ethan, Jack, dan Ben saat lulus dari Creative and Performing Arts. Apakah mereka masih orang yang berkarakter/berstatus sama?

Jika anda pernah menonton film drama musikal High School Musical, berarti anda tidak kaget dengan isi novel ini. Bisa dikatakan hampir seperti film tersebut, tentu dengan cerita yang berbeda. Kisah di dalam novel ini tidak berfokus hanya pada satu masalah. Tetapi banyak masalah.

Di saat pertama memasuki Creative and Performing Arts (CFA), di New York, Emme merasa bahagia. Dia, yang tidak Pede tampil sendiri, menuliskan lagu-lagu untuk sahabatnya sejak kecil Sophie. Sophie dan Emme sendiri sudah berteman sejak mereka berusia delapan tahun. Maksud Sophie menyemangati Emme agar masuk ke CPA adalah agar Sophie mempunyai orang yang mau membuat lagu-lagu baru untuknya. Sophie mempunyai hasrat besar untuk menjadi artis, tidak masalah jika untuk mencapainya, dia memanipulasi Emme atau pacarnya, Carter.

Di CPA, Emme sendiri malah mendirikan grup band bersama Ethan, Jack dan Ben bernama Teenage Kicks. Sebagai komposer lagu yang handal, bersama Ethan, mereka melambungkan nama band mereka.

Sejak awal, teman-temannya di band sudah memperingatkan Emme, bahwa Sophie adalah teman yang buruk bagi Emme. Tapi Emme tidak percaya. Sampai suatu ketika, Emme membaca SMS Amanda di HP Sophie. Di SMS tersebut, Emme baru mengetahui, bahwa di belakangnya, Sophie menghina-hina dirinya bersama dengan Amanda.

Sophie berusaha memperbaiki hubungannya dengan Emme, ketika mengetahui Emme sudah membaca SMS-nya. Namun Emme tidak pernah perduli lagi pada Sophie. Disaat-saat Emme menangis karena perlakukan Sophie, Ethan selalu ada di sampingnya. Ethan, yang sejak pertama kali bertemu Emme, menyukai gadis itu, tetapi tidak pernah berani menyatakan cintanya, berusaha mati-matian mengumpulkan keberanian agar dapat mengungkapkan perasaannya kepada Emme.

Carter baru menyadari, bahwa kelas yang seharusnya dia ambil bukan kelas Akting, tetapi Seni. Pada mulanya dia mengambil kelas Acting, karena mengingat dirinya sering berakting di depan kamera sejak kecil. Di tengah perjalanan, dia merasa tersiksa dengan Akting. Melalui lukisan-lah dia merasa bersemangat. Keputusan diambil, dia meninggalkan Akting dan mulai mengambil kelas Seni.

Akhir yang bahagia bukan milik Sophie. Dia tidak terpilih sebagai peserta panggung senior. Sementara Ethan berbahagia karena sekarang berpacaran dengan Emme. Emme sendiri berhasil melakukan audisi dan diterima di Juilliard School.

Ada yang menarik di novel ini. Pertama, novel dibagi menjadi beberapa kumpulan bab: Audisi, Tahun Senior, dan Kelulusan. Tiap-tiap kumpulan bab dibagi menjadi bab-bab dengan judul sesuai dengan nama tokoh yang akan diceritakan di bab tersebut. Jadi, ada bab dengan judul Sophie, Ethan atau Emme. Di tiap bab, sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandang orang pertama. Pembagian ini semula membuat saya bingung dan kurang dapat menjelajahi lagi ceritanya (karena banyak bab dengan judul yang sama), sehingga untuk mencari adegan tertentu, terpaksa menelusuri lagi.

Gambar sampul cukup menarik (justru ini yang membuat saya membeli novelnya). Seorang gadis berambut merah sedang menunduk sedih dengan mic di depannya. Rasanya gadis ini adalah gambaran dari Emme. Kertas cukup tebal, tampak mewah dengan font yang ramah terhadap mata.

Ada format tulisan yang tidak saya sukai. Saat menuliskan bab tentang Carter. Format tulisan untuk dialog dibuat seperti model skenario. Mungkin maksudnya untuk mendukung karakter Carter yang mengambil kelas Akting. Namun penggambaran karakter tokoh sangat kuat. Dengan kekuatan penggambarannya, saya dapat membedakan sifat tokoh yang satu dengan yang lain.

Sebagaimana novel-novel Teenlit, novel ini sangat ringan dengan corak masalah remaja umumnya. Dapat dikatakan, masalah yang dominan lebih ke persahabatan diantara mereka dengan sedikit bumbu kisah cinta. Tak ada salahnya juga bagi para dewasa untuk membacanya

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s