Papap, I Love You


PapapILoveYou-SundariMardjukiPengarang: Sundari Mardjuki
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 424

Bukan masalah bagi Bima meskipun harus bercerai dari Rayna dan mengasuh Kaka, buah hatinya. Apalagi kehadiran Ammara sanggup mengobati sakit hati karena pengkhianatan Rayna.

Bima dan Rayna menikah di usia dua puluh-an, kemudian bercerai. Perpisahan mereka disebabkan karena Rayna berselingkuh dengan teman Bima, Deny. Sejak saat itu, pengasuhan anak mereka, bernama Kaka, digilir. Pada saat Sabtu-Minggu Kaka berada di rumah Bima, diluar hari itu, anak mereka berada di rumah Rayna.

Permasalahan mulai timbul akibat perbedaan rumah orangtua ini. Kaka merasa tidak pernah diperhatikan oleh Mama-nya dan Papa Deny. Bima yang membacakan cerita tiap hari tidak dapat ditandingi oleh Rayna yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Bima yang rajin membujuk agar Kaka mau melakukan sesuatu, tak dapat dibandingkan dengan Rayna yang selalu memerintah dengan tegas. Lama-lama Kaka memberontak. Suatu ketika, Kaka sengaja pulang sendiri untuk pergi ke rumah Papa Bima. Namun karena dia masih terlalu kecil, jalan yang ditempuhnya salah. Kaka tersesat. Bima dan Rayna yang dihubungi pihak sekolah menjadi bingung.

Untunglah, ada seseorang yang menemukan Kaka. Orang tersebut adalah Edi. Kebetulan Edi adalah teman sesama perias dari Troe, seorang Office Boy di kantor Bima. Peristiwa ini menyadarkan Rayna, betapa tidak becus-nya dirinya menjadi orangtua sehingga mengusulkan agar Kaka tinggal di rumah Bima saja.

Sekarang Rayna merasa kesepian sepeninggal Kaka. Semula Bima tidak perduli terhadap perasaan Rayna, tetapi pacar Bima, bernama Ammara, membujuknya agar membujuk Kaka untuk sesekali menginap di rumah Rayna. Tentu Rayna merasa senang, rindunya terhadap Kaka terobati.

Masalah tidak hanya sampai disitu. Ammara tiba-tiba memutuskan hubungannya dengan Bima. Ammara mengungkapkan bahwa Ayahnya tidak setuju dengan status duda Bima. Dalam keadaan dilanda kehampaan, temannya, Ewin menyarankan agar Bima tidak patah semangat. Terbakar karena saran Ewin, maka Bima bertekad untuk mendatangi orangtua Ammara. Jawaban dari pertemuan antara Bima dan orangtua Ammara sudah jelas, ketika orangtua Ammara mengajak Bima makan malam.

Novel ini penuh dengan berbagai cara pendidikan untuk anak. Sangat bagus. Teknik-tekniknya masuk akal untuk diterapkan. Kelihatan sekali kalau pengarang novel ini sangat menguasai pendidikan anak. Terkesan apa adanya, tidak dibuat-buat. Orang-orang yang bergerak dalam dunia anak-anak pasti banyak yang mengamini.

Penjelasan di novel ini banyak melibatkan detil. Bahkan mungkin terlalu detil, sehingga ada beberapa bagian yang membuat orang tidak sabar membacanya. Misal, tentang detil jalan. Jika orang tersebut tinggal di Jakarta dan sekitarnya tidak masalah, namun untuk diluar Jakarta agak membosankan (Karena tidak bisa membayangkan, detil jalan hanya sampai sebagai kalimat, bukan bentuk visual). Begitu juga dengan cerita tentang pengasuhan Kaka. Porsinya sangat banyak (judulnya saja Papap, I Love You bukan Honey I Love You). Tetapi tentu saja, jika pembaca adalah penikmat pendidikan anak, hal ini tidak bermasalah.

Dengan porsi besar pada hubungan ayah-anak daripada percintaan, novel ini lebih dapat dinikmati bagi para orangtua muda, guru, dan orang-orang yang tertarik pada dunia anak-anak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s