Dia


sampul novel dia, karya nonier, penerbit gagasmedia

Sampul Dia

Pengarang: Noni Eko Rahayu
Penerbit: GagasMedia
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 296

Denia menyadari bahwa Janu adalah sepupunya. Tetapi kedekatan mereka menumbuhkan rasa cinta. Hubungan ini diperparah karena Janu sudah bertunangan dengan Sasa

Entah saya menggolongkan novel ini sebagai roman atau tidak. Drama? Sudah jelas! Tetapi apakah roman, saya tidak tahu. Novel ini berisi perseteruan hati Denia dengan saudara sepupu jauhnya dan tak sedarah, Janu.

Sudah lama Janu dan Denia dekat. Bergurau bersama. Saling ledek. Pura-pura berkelahi. Dan segala tingkah kekanak-kanakan lainnya yang mereka lakukan berdua. Tapi pepatah jawa witing tresna jalaran saka kulino (permulaan cinta karena kebiasaan) benar-benar terbukti. Kedekatan itu membuat Denia jatuh cinta pada Janu. Masalahnya, suatu hari, dia mendapat pemberitahuan dari keluarganya jika Janu akan bertunangan di Jakarta.

Denia semula menolak pergi ke Jakarta, tetapi tantenya, Rika, membuatnya terpaksa berangkat. Di dalam kereta api, Denia mengalami masalah. Ternyata nomor tempat duduknya dobel dengan nomor duduk milik Saka. Pemuda itu tidak mau pindah dari tempat duduknya, maka terpaksalah Denia mengalah pindah pada kursi yang masih kosong.

Setelah sampai di Jakarta, Denia dan Rika langsung menghadiri acara pertunangan tersebut. Rasa sedih Denia melihat kebahagiaan Janu membuatnya tampang sedihnya terekam kamera Abe, seorang fotographer yang disewa pihak keluarga tetapi Denia tidak menyadari hal ini. Hasil jepretan ini sempat dilihat Saka, adik Abe. Saka akhirnya dapat menduga kalau Denia mencintai Janu.

Mila, adik dari tunangan Janu bernama Sasa, ternyata menyukai Saka. Namun Saka sendiri cuek terhadap wanita itu. Apapun usaha Mila untuk mendekatinya tak digubris. Saat ini justru Sasa yang tampak tertarik dengan Denia.

Akhirnya Sasa tahu kalau Denia menyukai Janu. Tentu saja Denia didamprat Sasa. Denia membela diri bahwa dirinya memang menyukai Janu tetapi tidak pernah berusaha merebutnya dari Sasa. Janu sendiri kemudian mengetahui kalau Denia menyukainya. Dalam kebimbangan antara memilih Sasa atau Denia, Saka masuk ke dalam masalah ini. Dia menawarkan diri untuk menjadi pacar bohongan. Dengan begitu Sasa maupun Janu tidak akan mengganggunya lagi.

Bagi saya bagian akhir novel ini tidak begitu greget. Jika ini dimaksudkan sebagai novel roman seharusnya ada akhir yang membayangi pembaca, entar bahagia entah sedih. Tapi penyelesaian di novel ini mengambang. Namun jika novel ini dimaksudkan sebagai komedi romantis barulah tidak masalah.

Cerita memang berinti pada Denia, Janu dan Saka. Tetapi penambahan cerita minor dan mempunyai sedikit sambungan pada cerita utama membuat novel ini tidak membosankan. Saya sendiri menyukai cerita tentang Galih yang kecil-kecil sudah mempunyai keinginan mempunyai pacar. Dan akhirnya, Galih yang ganjen membuat Denia agak kelimpungan.

Karakter-karakternya dapat dideskripsikan dengan kuat. Denia yang gokil, mandiri, setengah kocak. Saka yang cuek tetapi cool. Julukan adik Saka, bernama Galih, sebagai Monster Ubi cukup menghibur. Komedi tapi tidak terjebak sebagai slapstick.

Penggemar novel seratus persen roman mungkin tidak seberapa menikmati novel ini, tetapi bagi para pecinta karakter jutek dengan bumbu romantis dapat mencoba menikmati novel ini.

Iklan

2 responses to “Dia

  1. Ini juga resensi yang lengkap dalam mengupas novel tentang cinta. Permasalahan cinta memang tak pernah ada habisnya. Begitu pun dengan kenangan cinta. Kenangan yang pahit terasa menggigit, kenangan yang manis tak kan terkikis…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s