Gadis Pakarena


gadis pakarena, khrisna pabichara

Sampul Gadis Pakarena

Pengarang: Khrisna Pabichara
Penerbit: Dolphin
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 180

Ditulis dengan latar belakang budaya Makassar, kumpulan cerpen ini menyuguhkan cerita dengan gaya unik dan tidak membosankan. Setiap membaca, pembaca akan berpikir lagi..lagi

Buku Gadis Pakarena adalah kumpulan cerpen yang terdiri dari dua belas cerpen sedih, dan dua cerita renungan seperti dibawah ini:

  1. Laduka
    Bercerita tentang perjalanan seseorang bernama Laduka yang pulang ke kampung halamannya karena putranya sunat. Malang kapal yang ditumpangi kandas di tengah lautan. Akhir cerita sungguh mengenaskan, ia melihat jasadnya diturunkan di liang lahat.
  2. Gadis Pakarena
    Tentang perjalanan cinta putra Makassar dalam mencintai gadis tionghoa bernama Kim Mei. Perjalanan cinta mereka kandas karena kedua belak pihak orangtua tidak menyetujui. Kim Mei akhirnya meninggal karena perkosaan Mei 1998|
  3. Arajang
    Perjalanan seseorang calabai (semacam waria) menjadi bissu (pendeta bugis Sulawesi Selatan) yang ditolak ayahnya. Ketika dirinya sudah menjadi bissu, terdengar kabar ayahnya sakit keras. Dia diminta pulang ke rumah, tetapi tidak mau karena sewaktu diusir dari rumah, ayahnya berkata: “Jangan pulang ke rumah sebelum menjadi lelaki”. Akhirnya ayahnya meninggal tanpa sempat bertemu dengan dirinya.
  4. Mengawini Ibu
    Dendam seorang anak kepada bapaknya yang sering mengawini perempuan karena ibunya tidak sanggup lagi melayaninya di ranjang. Suatu ketika ia tidak menjumpai ayahnya lagi di rumah. Disana ia malah bertemu dengan salah satu “istri” ayahnya. Dengan penuh dendam ia mengintimi perempuan itu sebagai pembalasan rasa sakit hatinya. Sampai akhir cerita, dituliskan, ayahnya tak pernah kembali lagi.
  5. Rumah Panggung di Kaki Bukit
    Perjalanan cinta Bori dan Kana yang tidak bisa bersatu karena Kana adalah seorang ningrat Bugis. Dalam adat tetap diperbolehkan Bori menikahi Kana dengan tiga syarat: kaya, berilmu, dan alim. Ketika Bori sudah mempunyai ketiganya, justru ia mempersuting Kayla.
  6. Haji Baso
    Bercerita tentang seseorang yang meminjamkan kulau bassi (jimat berbentuk batu hitam untuk kekebalan) kepada temannya. Akhirnya temannya sombong dan menjadi raja copet. Meski dia berhaji sekalipun, Baso tetap menjalani profesi lamanya tersebut. Haji Tutu, ayah Baso, akhirnya meninggal karena malu terhadap anaknya.
  7. Silariang (kawin lari)
    Ini adalah perjalanan cinta Tola dalam menikahi Aisha Arissa Ashalina. Mereka tidak dapat bersatu karena keluarga mereka bermusuhan. Demi cinta mereka, akhirnya keduanya kawin lari ke Jakarta. Namun di kota ini pun, Arwan Situru, saudara Aisha mengejar untuk membunuh Tola.
  8. Ulu Badik Ulu Hati
    Tentang perjuangan mendapat hak mendulang emas melawan pemerintah setempat, Dipelopori Sampara. Suatu ketika dijumpai putri Sampara tergeletak tak bernyawa dengan kelamin koyak dan baju sahabatnya, Hasan, disampingnya. Beberapa hari kemudian orang-orang melihat Hasan terkapar tak bernyawa dengan badik Sampara di ulu hatinya. Namun Sampara mengatakan pada orang-orang, bahwa ini adalah fitnah. Dia tidak percaya temannya membunuh putrinya, dan ia membantah membunuh Hasan. Sampara akhirnya membunuh Polisi penjaga tambang dan ia sendiri tewas diberondong peluru.
  9. Selasar
    Dendam yang membuat Rangka menikahi paksa Lebang, kekasih Tutu. Tetapi Tutu tidak tahu bahwa Lebang dipaksa. Semenjak Rangka dan Lebang lenyap dari kampungnya, Tutu tetap menunggu sambil berharap Lebang kembali; memang Lebang kembali tetapi dalam bentuk mayat.
  10. Lebang dan Hatinya
    Cerita ini adalah lanjutan cerita Selasar tetapi dari sudut pandang Lebang. Ternyata Lebang bukan melakukan silariang (kawin lari) dengan Rangka. Rangka mengguna-gunai Lebang agar jatuh cinta kepadanya. Ini dilakukan sebagai balas dendam kepada Tutu, kekasih Lebang. Dalam pembelaan terakhir terhadap dirinya, Lebang mati ditikam badik Rangka.S
  11. Pembunuh Parakang
    Cerita ini masih lanjutan kisah Selasar dan Lebang dan Hatinya. Dalam cerita diceritakan asal mula dendam Rangka terhadap Tutu. Ternyata diketahui bahwa karena Tutu-lah maka ibunya yang menjadi Parakang (makhluk jadi-jadian karena menganut ilmu hitam) dibantai oleh penduduk setempat. Tutu-lah yang menunjukkan tempat Parakang dalam wujud anjing.
  12. Hati Perempuan Sunyi
    Sekali lagi, cerita ini masih lanjutan cerita ke-9, 10, dan 11. Kali ini diceritakan bagaimana perjalanan Lebang diculik oleh Rangga kemudian di bawa ke Paris. Rangga memaksakan pernikahan di La Grande Mosquee
  13. Riwayat Tiga Layar
    Sepertinya ini adalah renungan penulis tentang Ibu, istri serta putrinya. Ini adalah cerita bagaimana penulis mengagumi petuah Ibunya, bagaimana ia bertemu istrinya yang sabar dan mirip ibunya, dan kecintaannya pada putrinya.
  14. Dilarang Mengarang Cerita di Hari Minggu
    Entah benar atau tidak, tetapi sepertinya ini adalah lanjutan renungan pada cerita ke-13. Cerita mengenai bagaimana seorang penulis merebut hati calon istrinya. Calon istri dari keluarga bangsawan sementara ia cuma penulis biasa. Calon istri akhirnya luluh mau menjadi istrinya dengan syarat: Jangan menulis cerita di hari Minggu.

Saya sangat menyukai buku cerita dengan penyisipan kata-kata yang penuh inspirasi. Buku ini sangat banyak memuat prinsip-prinsip dalam kata-katanya. Membaca buku ini seperti kuliah sejenak, undur dari kehidupan sehari-hari dan mulai belajar memahami budaya Makassar.

Suatu hal yang menyenangkan bagi saya membaca hasil karya penulis dari daerah lain. Nuansa kental budaya Makassar dengan segala baik dan buruknya dikupas. Cerita dengan latar belakang asli Indonesia ini seharusnya menjadi panutan banyak penulis saat ini. Banyak saya lihat penulis, saat ini, menulis dengan judul asing atau berbau Korea. Bukan hal yang salah, sih. Mungkin juga karena permintaan pasar. Mencetak buku butuh uang, tentu modal tersebut harus kembali lewat pembelian buku tersebut. Sekali lagi tidak salah. Tetapi setidak-tidaknya jangan lupakan banyak hal yang menarik di Indonesia untuk dijadikan cerita juga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s