1000 Musim Mengejar Bintang


Sampul novel 1000 Musim Mengejar Bintang

Sampul 1000 Musim Mengejar Bintang

Pengarang: Charon
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2011
Jumlah Halaman: 357

Laura menyenangi Niko, pacar Erika. Erika dan Laura berseteru. Namun kecelakaan tak sengaja di tangga dan sebentuk perhatian Laura, menyadarkan Niko. Siapa yang pantas untuk dicintai.

Saat bersekolah, Laura mengagumi Niko. Ia memang hanya sebatas mengagumi, karena Niko sudah mempunyai Erika disampingnya. Semakin hari, perasaan itu tumbuh dengan cepat dari kagum menjadi sayang.

Diawali dari tabrakan badan antara Laura dan Niko. Mereka lantas berkenalan. Dari interaksi mereka sejak saat itu, Laura mengetahui lebih dalam tentang Niko. Niko dipaksa menjad dokter oleh kedua orangtuanya yang memang seorang dokter, padahal Niko sendiri ingin menjadi perancang perhiasan.

Erika mengetahui dari gerak-gerik Laura, bahwa temannya itu menyukainya pacarnya. Erika berusaha dengan segenap cara untuk menghalangi Laura. Sampai suatu ketika, Erika memergoki Laura sedang berbicara dengan seseorang di ponsel miliknya. Dengan kecemburuan, Erika merampas ponselnya. Laura membela diri, bahwa dia tidak sedang menelepon Niko, tetapi Erika tidak mempercayainya. Dalam pergulatan memperebutkan ponsel, Erika terjatuh. Teman-teman Erika sudah pasti menyalahkan Laura, begitu juga Niko.

Menjelang kelulusan SMA mereka. Laura semakin bertambah sedih. Acara wisuda nanti bakalan akan menjadi saat terakhirnya untuk menatap wajah Niko. Tak diduga, mama Laura memberitahukan pada Laura, bahwa kantornya menyuruhnya untuk segera pindah bertugas ke kota lain. Laura tanpa berpikir panjang menyetujui kepindahan mereka dan itu berarti dirinya tidak dapat menghadiri acara wisuda di sekolahnya. Sebelum Laura benar-benar meninggalkan Niko, Laura berusaha membantu Niko untuk mewujudkan cita-citanya sebagai desainer perhiasan. Tanpa sepengetahuan Niko, Laura menyerahkan gambar rancangan perhiasan Niko ke salah seorang desainer permata terkenal di dunia.

Niko akhirnya mengetahui bahwa Erika terjatuh karena salahnya sendiri bukan karena sengaja di dorong Laura. Dengan penuh amarah, ia memutuskan Erika dan segera mencari Laura di acara wisuda. Namun tentu saja dia tidak menemukan Laura.

Perjalanan waktu memisahkan mereka untuk sementara. Laura bekerja di restauran italia. Kehandalannya dalam memasak membuat Antonio, sang Chef, sekaligus pemilik restauran mempercayakan jabatan asisten koki pada Laura. Bahkan Antonio menawarkan kepada Laura agar dapat belajar langsung dari guru Antonio sendiri di Italia. Laura menerimanya dengan senang hati.

Niko terkejut ketika dia mendapat telepon dari Bordeux, perancang perhiasan ternama. Lebih terkejut lagi ketika mengetahui bahwa rancangan perhiasannya sudah berada di tangan Bordeux. Sang perancang menawari Niko untuk memasuki sekolah perancang perhiasan. Niko langsung menerima dan dengan tekad bulat membantalkan pendaftaran kuliahnya di jurusan kedokteran.

Beberapa tahun kemudian, baik Niko dan Laura telah menamatkan pendidikan mereka dan kembali ke Indonesia. Laura kembali bekerja di restoran Antonio, sementara Niko membuka toko perhiasan sendiri. Tanpa sengaja, Niko kembali bertemu dengan Laura saat kakak Laura membuatkan cincin berlian untuk Laura. Sejak saat itu Niko berusaha untuk mendapatkan cinta dari Laura.

Saya mengacungkan jempol untuk ide cerita di novel ini. Seorang Chef Pasta menjalin hubungan asmara dengan perancang perhiasan. Bagus. Plot cukup ramai, banyak kejadian disana-sini. Cuma, saya menyayangkan berbagai hal:

Pertama:
Tulisan judul 1000 musim mengejar bintang terlalu sulit dibaca. Dan kurang terlihat “wah”

Kedua:
Pendalaman karakter kurang. Saya tidak dapat merasakan kecantikan Laura atau membayangkan bentuk fisik Niko. Emosi tokoh juga sulit saya tangkap. Bagaimanapun, imajinasi pembaca dibangkitkan dari tulisan-tulisan di novel tersebut. Jika penggambaran lewat kata kurang, imajinasi pembaca tidak dapat bangkit.

Ketiga:
Tulisannya sangat kecil dan warna kertas kurang cerah. Saya sangat mengerti, kalau font dibuat lebih kecil, tentu untuk menghemat harga novel. Begitu juga dengan tingkat kecerahan kertas.

Keempat:
Detil tempat tidak digambarkan dengan jelas. Sehingga saya juga kurang bisa merasakan berada di tempat para tokoh ketika membaca deskripsinya.

Sebenarnya novel ini hampir sempurna jika keempat hal diatas tidak terjadi. Bagaimanapun juga saya tetap berpendapat novel ini cukup layak untuk dinikmati. Dengan membaca novel ini, saya jadi mengetahui tahap-tahap ketrampilan perancang perhiasan, mengetahui jenis-jenis masakan Italia dan tentu bahwa cinta memang harus diperjuangkan jika ingin mendapatkan seorang kekasih, jangan cuma diam!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s