Dark Love


sampul novel dark love, karya Ken Terate, penerbit Gramedia Pustaka Utama

Sampul Novel Dark Love

Pengarang: Ken Terate
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 248

Kelas 12, pandai, diterima di fakultas kedokteran. Tapi Kirana hamil. Pilihan aborsi ditolaknya. Dia ingin melahirkan bayi itu meskipun masih muda dan mendapat hambatan dari sekolah dan orangtua

Kisah dalam novel ini cukup mempunyai pesan bahwa hamil pada saat masih remaja sangat menyusahkan. Masih banyak yang harus dipelajari ataui diraih ketika usia masih muda. Cita-cita harus diraih terlebih dahulu sebelum disusahkan dengan urusan rumah tangga.

Kirana sudah kelas 12, sebentar lagi lulus. Termasuk anak pintar. Hanya ada satu masalah. Dia sekarang hamil. Takut? Jelas! Takut dikeluarkan dari sekolah. Takut tidak bisa kuliah karena harus mengurus anak. Takut akan kemarahan papanya yang akan mengatakan: Anjing kamu atau tamparan tangannya.

Sudah sejak semula dia berkomitmen untuk tidak mengatakan kepada siapapun bahwa ayah dari bayinya adalah Andra. Siswa setengah ‘gay’. Seseorang yang masih bingung dengan orientasi seksualnya. Tapi Andra tetap mau bertanggung jawab. Hanya saja Kirana untuk sementara minta diberi waktu antara memilih aborsi atau tetap membiarkan bayinya hidup.

Bersama Andra, Maria, Banyu, Alvin dan Chacha, Kirana mempunyai grup band. Grup ini mempunyai komitmen: Tidak boleh ada diantara anggota yang pacaran dengan anggota lain. Kenyataan ini semakin membuat Kirana takut untuk membuka aib-nya.

Ketika tiba saat untuk mengikuti ujian olahraga, Kirana pingsan. Bu Welas mengantarkannya ke rumah sakit. Di tempat itu, barulah Bu Welas mengetahui kalau Kirana telah hamil. Bu Welas menawarkan untuk menelepon orangtua Kirana. Tetapi Kirana lebih suka untuk berbicara lebih dahulu dengan kakaknya.

Orangtuanya marah besar mengetahui Kirana hamil. Begitu juga dengan pihak sekolah. Kepala sekolah berencana mengeluarkan Kirana. Bu Welas dan teman-teman Band Kirana membelanya. Bahkan sampai Banyu mengaku-ngaku sebagai laki-laki yang menghamili Kirana. Pertahanan mereka tidak kuat. Kirana dan Bayu dikeluarkan dari sekolah. Tetapi demi kelulusan ujian nasional, orangtua Kirana mendaftarkan Kirana dan Banyu ke sekolah biasa. Kemudian mereka menikah.

Ide cerita menarik, meskipun ide cerita tentang masalah kehamilan di usia muda sudah banyak diulas di cerita-cerita fiksi. Namun contoh perjuangan mempertahankan kehamilan sampai kelahiran dalam tindakan tokoh-tokoh disini sangat memberikan pencerahan. Bahwa suatu kesalahan (hamil di luar nikah) tidak seharusnya ditambah dengan kesalahan kedua (aborsi).

Sampul sangat mengecewakan. Agak terkesan seperti novel stensilan. Begitu juga dengan kualitas kertas. Seredup sampulnya. Tulisan judul juga tidak terkesan memancing perhatian. Saya bisa mengerti dengan kualitas kertas, pasti untuk menghemat biaya produksi, tetapi untuk layout sampul tidak. Seharusnya dibuat lebih menarik perhatian agar dapat memancing orang untuk membeli bukunya.

Karakter tokoh cukup kuat. Apalagi POV (point of view) di sudut pandang orang pertama. Sehngga lebih menggugah emosi. Sebagai catatan saja, dari tokoh-tokoh yang ada. Saya menyoroti tokoh Andra. Meskipun dia bingung dengan orientasi seksualnya, tidak suka wanita, tetapi agak aneh dia tidak mempunyai emosi sama sekali ketika Banyu mengaku sebagai ayah dari Aurel.

Saya meremondasikan novel ini sebagai novel remaja yang agak berat bahkan mendekati novel dewasa. Tapi perlu sebagai bahan belajar untuk para remaja.

4 responses to “Dark Love

  1. Btw maaf dg komen saya yg pertama agak nyimpang. Jujur waktu nulis yg itu saya blm baca postingan ini sepenuhnya. Habis keburu napsu buat ngasih tau sih.

    Suka

  2. Permisi…. mohon maaf nih kalau saya salah kata atau gimana. Tp perasaan bukan BEGITU deh ceritanya!… saya mohon untuk dibaca sekali lagi novelnya. Di situ ada flashback kedekatan Kirana dg Banyu. Lalu bantahan tdk langsung kalau Kirana dan Andra pacaran waktu mereka sedang bercanda.

    Suka

  3. Permisi…. mohon maaf nih kalau saya salah kata atau gimana. Tp perasaan bukan BEGITU deh ceritanya!… saya sudah ngulang baca berkali2 dan tetap nggak berubah. Menutupi endingnya sih boleh saja, tapi jangan sampai menyamarkan kebenaran cerita dong…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s