If I Stay


sampul if i stay, kary gayle forman, penerbit gramedia pustaka utama

Sampul If I Stay

Pengarang: Gayle Forman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 195

Diambang kematian karena kecelakaan. Mia berusaha memilih: Meninggalkan semua kehangatan keluarga, teman, dan pacarnya atau tetap tinggal merasakan sakit dan sedih karena keluarganya tewas saat kecelakaan itu…

Saat itu hari bersalju. Pihak otoritas kota mengatakan bahwa seluruh sekolah diliburkan. Ayah dan Ibu Mia juga tidak masuk sekolah. Jadilah mereka sekeluarga: ayah dan ibunya; Mia sendiri, dan adik kecilnya, Teddy akan keluar untuk mengunjungi sahabat ayah mereka, pasangan Henry dan Willow.

Mobil yang mereka tumpangi kecelakaan. Mia bangun dari selokan jalan. Melihat mobil ayahnya hancur. Tahulah ia sekarang, ayahnya telah tewas. Ia bergegas mencari adiknya dan kembali ke selokan tempat ia jatuh tadi untuk mencari adiknya. Di selokan tadi, ia terkejut. Mia melihat dirinya sendiri dalam keadaan luka parah. Darah dari dadanya merembes ke rok, kaus dan sweter dan menggenang di sekitar salju. Tahulah dia sekarang bahwa sekarang ia keluar dari tubuhnya. Namun ia masih ragu, dia mati atau tidak.

Ia segera melihat petugas medis datang dan membawanya menuju rumah sakit. Di rumah sakit inilah awal dari penantiannya akan kesembuhan dirinya. Dia melihat bahwa teman-temannya serta pihak keluarganya datang.

Satu persatu ingatan akan masa lalunya mencuat. Ia mengenang saat pertama kali berkencan dengan pacarnya, Adam. Baik Adam dan Mia sama-sama pemain musik. Mia pada jalur klasik, sementara Adam pada jalur rock. Kencan mereka diawali dengan tanpa-bicara. Adam berusaha mencairkan hubungan mereka. Adam mau melihat recital Mia, sementara Mia juga berusaha bergaul dengan teman-teman Adam dan menghadiri konser rock Adam.

Ingatan Mia juga kembali pada saat pertemuan pertamanya dengan sahabatnya, Kim. Orang-orang sering melihat mereka seperti saudara, bahkan kembar, padahal tidak mirip. Mereka kesal dan berusaha menyadarkan semua orang bahwa meskipun mereka berteman, tetapi mereka tetap orang yang mempunyai kepribadian berbeda. Mereka merancang perkelahian di sekolah. Saat teman-teman dan guru-guru menyaksikan perkelahian, mereka terkejut. Mia dan Kim digiring ke kantor guru dan didamaikan. Ada yang tak mereka mengerti saat itu, bahwa Mia dan Kim tidak benar-benar berkelahi.

Mia juga merasakan kehangatan keluarganya di masa yang lalu. Bahwa ayah dan ibunya adalah orang tua yang menyanyangi Mia dan Teddy, adiknya. Bahwa ibunya selalu hadir sebagai tempat curhat, disamping Kim, temannya.

Mia juga merasakan keunikan hubungan Kakek dan Neneknya. Ia selalu mengetahui bagaimana bangganya Kakek akan ayahnya, namun kurang dipertunjukkan. Mia mengetahui saat Kakeknya merasa sedih karena ayahnya meninggalkan musik dan lebih berkutat pada keluarganya. Kakeknya lah juga yang menemani resitalnya ketika keluarganya tidak sempat mengantarnya.

Seluruh kenangan ini berserta doa seorang perawat bernama Ramirez, serta tangisan Adam, membuatnya bangkit. Ia menyatu dengan dirinya lagi dalam pelukan Adam.

Tulisan judul pada novel ini kurang dapat dibaca. Latar gambar sampul yang agak putih menjadi penyebabnya. Sementara gambar sampul cukup menunjukkan cerita. Memang! Ceritanya berlatar musim salju. Kursi yang kosong mengesankan kesendirian Mia karena orang tuanya dan Teddy tewas saat kecelakaan. Font: Oke dengan kertas yang cukup tebal, sehingga terasa mantap saat dipegang.

Pemilihan novelis akan sudut pandang orang pertama tepat karena semakin memperkuat rasa-sedih dan kekalutan tokoh Mia. Cerita ditulis berselang-seling antara masa lalu dan masa sekarang. Cuma penggambaran beberapa adegan terkesan kasar. Seperti adegan kecelakaan, terlalu detil sehingga agak terkesan brutal. Begitu penggambaran luka Mia: paru-paruku bocor. Limpaku robek.

Menurut saya ceritanya agak datar. Tidak banyak amunisi yang ditembakkan novelis ke pembaca, sehingga pembaca dapat cepat menjadi bosan. Bagi saya hanya beberapa bagian cerita yang menarik:

  1. Saat kecelakaan: Ketika Mia mengetahui bahwa dirinya ada kemungkinan meninggal dan sedih akan nasib keluarganya
  2. Saat mengetahui keluarganya datang: Ini adalah saat ia mulai merasakan kehangatan keluarganya
  3. Saat mengetahui Adam berusaha menjenguknya, tetapi dicegah oleh perawat galak
  4. Saat mengetahui bahwa Adam sungguh mau melakukan segalanya jika dia tidak mati
  5. Saat ia bangkit lagi dan Adam memeluknya.

Kadar keromantisan: Sedikit. Kadar kehangatan keluarga: Banyak. Kadar persahabatan lumayan banyak. Jika ada menyukai paparan saya mengenai kadar-kadar ini, maka novel ini layak untuk anda baca.

Baca lanjutan buku If I Stay: Where She Went

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s