Peraturan Pajak Bagi Penulis


imagesTaxMulai tahun 2009 peraturan pajak bagi penulis berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya

Berikut ini akan dijelaskan mengenai prosedur pemungutan pajak bagi yang ber-NPWP dan yang tidak ber-NPWP:

Pemotong/pemungut pajak harus memastikan terlebih dahulu apakah Wajib Pajak yang pajaknya akan dipotong atau dipungut sudah memiliki NPWP atau belum. Mengapa? Karena tarif yang akan digunakan berbeda. Perhatikan bunyi ketentuan yang terdapat dalam Pasal 21 ayat (5a), Pasal 22 ayat (3) dan Pasal 23 ayat (1a) UU Nomor 36 Tahun 2008.

  1. Pasal 21 ayat (5a)
    Pasal ini menyebutkan bahwa pemotongan PPh Pasal 21 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 20% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dibanding tarif yang ditetapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak.
  1. Pasal 22 ayat (3)
    Dalam pasal ini disebutkan bahwa pemungut PPh pasal 22 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 100% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP dibanding tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan NPWP
  1. Pasal 23 ayat (1a)
    Pasal ini menyebutkan bahwa pemotong PPh Pasal 23 harus menerapkan tarif yang lebih tinggi 100% terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP dibanding tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan NPWP.

Penggunaan tarif yang berbeda bagi Wajib Pajak yang memiliki NPWP inilah yang harus diwaspadai oleh pemungut/pemotong pajak. Bila para pemotong/pemungut pajak tidak waspada dalam hal ini, maka dapat mengakibatkan timbul pajak kurang dipotong/dipungut dan selanjutnya akan kurang disetorkan.

Adanya pajak yang kurang dipotong/dipungut serta disetorkan dari yang seharusnya, akan berbuah konsekuensi yang harus ditanggung oleh para pemotong/pemungut pajak, yaitu yang menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dari fiskus.

Penerbitan SKPKB ini membuat para pemotong/pemungut pajak harus membayar kekurangan pajak tersebut, ditambah dengan sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100%. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 13 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana diubah terakhir dengan UU No. 28 Tahun 2007 (UU KUP).

Kewaspadaan terhadap hal ini terutama dititik beratkan bagi pihak yang berkewajiban sebagai pemotong/pemungut atas penghasilan yang diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri, baik yang memperoleh penghasilan dari pekerjaan atau kegiatan, usaha, maupun dari pekerjaan bebas.

Ketidaktahuan dan atau kurangnya kesadaran dari Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri, sering menjadi penyebab utama bagi mereka untuk tidak mendaftarkan diri guna memperoleh NPWP. Dengan demikian para pemotong/pemungut pajak harus menerapkan tarif yang lebih tinggi dibanding tarif normal kepada mereka.

Demikian bunyi pasal 23 khususnya tentang royalty:

Pasal 23

(1a)Atas penghasilan tersebut di bawah ini dengan nama dan dalam bentuk apapun yang dibayarkan, disediakan untuk dibayarkan, atau telah jatuh tempo pembayarannya oleh badan usaha pemerintah, subjek pajak badan dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya kepada Wajib Pajak dalam negeri atau bentuk usaha tetap, dipotong pajak oleh pihak yang wajib membayarkan:

a)sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah bruto di atas:
1.dividen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf g;
2.bunga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf f;
3.royalti; dan
4.hadiah, penghargaan, bonus, dan sejenisnya selain yang telah dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf e;

b)?
c)?

(1a)Dalam hal Wajib Pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, besarnya tarif pemotongan adalah lebih tinggi 100% (seratus persen) daripada tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
?
?
? (dst)

Intinya:

Tanpa NPWP, Kena Pajak Lebih Tinggi

(Sumber: Indonesian Tax Review)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s