Gaya Bahasa


FiguratifLanguage2Ada dua jenis bahasa yang sering dipakai dalam tulisan fiksi. Bahasa literal dan bahasa figuratif (gaya bahasa/majas). Pengertian dari keduanya dapat disederhanakan menjadi: Bahasa literal adalah bahasa yang tidak menyimpang dari arti sebenarnya (arti yang sesungguhnya), sedangkan gaya bahasa adalah bahasa yang menyimpang/tidak sesuai dari arti sebenarnya.

Gaya bahasa digunakan untuk memperindah kata/frase yang hendak disampaikan. Sebagai contoh, bandingkan kedua ungkapan berikut ini yang menyiratkan kecantikan seorang gadis.

Dia cantik

atau

Dia cantik bak mawar yang sedang mengembang

Ungkapan pertama memakai bahasa literal, sedangkan yang kedua memakai gaya bahasa.

Gaya bahasa bermacam-macam. Berikut ini adalah beberapa gaya bahasa yang sering dipakai di tulisan fiksi. Dalam artikel ini, gaya bahasa akan digolong-golongkan agar mudah mempelajarinya. Gaya bahasa tersebut akan dibagi menjadi gaya bahasa perbandingan, pertentangan, sindiran, dan penegasan.

Majas Perbandingan

  1. Hiperbola
    Gaya bahasa melebih-lebihkan sesuatu
    Contoh:

    • Tangisnya membanjiri kamar
    • Pengakuannya sangat membelah dada
  2. Metafora
    Melukiskan secara langsung keadaan sesuatu dengan gambaran yang dianggap sama
    Contoh:

    • Sembilu untuk menggambarkan sedih/pedih
    • Jago merah untuk menggambarkan api
    • Raja Siang untuk menggambarkan matahari
    • Dewi malam untuk menggambarkan bulan
  3. Personifikasi
    Menggambarkan benda mati seakan-akan hidup/berkelakuan seperti hidup
    Contoh:

    • Mobilnya menari-nari kehabisan bensin
    • Angin memburu kakinya, mengibaskan debu sepanjang jalan
  4. Litotes
    Melukiskan keadaan bertentangan dengan keadaan sebenarnya (dengan merendahkan diri)
    Contoh:

    • Aku cuma menyewa bilik kecil sebagai tempat berteduh
    • Kamu berwajah tidak jelek
  5. Eufemisme
    Menghaluskan arti sebenarnya
    Contoh:

    • Tuna daksa
    • Pramuria
  6. Sinekdoke
    Terdiri dari dua majas

    • Pars Prototo
      Memaksudkan keseluruhan tetapi digambarkan cuma sebagian
      Contoh:

      • Dua ekor kucing telah lahir
      • Kemana dia, si hidung belang?
    • Totem Proparte
      Majas ini kebalikan Pars Prototo, memaksudkan sebagian tetapi digambarkan secara keseluruhan
      Contoh:
      Kaum Adam memang harus tampil macho, kalau enggak entar apa bedanya dengan kaum hawa
  7. Metonimia
    Meggambarkan sesuatu dengan merek dagang tertentu
    Contoh:

    • Setiap hari, Eko naik Panther ke tempat kuliah
    • Enak, ya jadi orang kaya, Jakarta-Surabaya cuma pakai Garuda
  8. Alusio
    Menggambarkan keadaan dengan peribahasa
    Contoh:

    • Kaki tangan Belanda mulai memaksa orang-orang untuk bekerja paksa
    • Kamu memang benar-benar Tong kosong berbunyi nyaring
  9. Alegori
    Membandingkan sesuatu dengan gambaran yang utuh (dianggap sebanding)
    Contoh:

    • Bahtera = Keluarga
    • Nasib = Roda berputar
  10. Asosiasi
    Mencari perbandingan suatu keadaan dengan keadaan yang lain
    Contoh:

    • Dia berjalan seperti orang kelaparan
    • Wajahnya pucat bagai melihat hantu

Majas Pertentangan

  1. Paradoks
    Menggambarkan sesuatu yang seakan-akan mempunyai arti yang berkebalikan.
    Contoh:

    • Dia menangis dalam kegembiraan pernikahan mantan kekasihnya
    • Gelap hatinya disapu putihnya kebenaran dari mulut temannya.
  2. Antitesis
    Mengungkapkan sesuatu yang berlawanan arti
    Contoh:

    • Nakal atau baik dia tetap anakku
    • Bahagia atau sedih, hidup ini tetap aku jalani
  3. Kontradiksi interminus
    Menggambarkan pertentangan dengan penjelasan secara keseluruhan/Menyangkal pernyatan terdahulu
    Contoh:

    • Semua anak berbaju hitam, kecuali kamu
    • Mulut semua orang menganga keheranan, namun tidak dengan Budi.

Majas Simbolik
Menggantikan suatu keadaan dengan simbol-simbol tertentu.
Contoh:

  • Rayuan Buaya darat itu membuat dia jatuh bangun
  • Jangan coba-coba menjadikan kami Kambing hitam

Majas Sindiran

  1. Ironi
    Menyatakan keadaan sebaliknya untuk menyindir
    Contoh:

    • Rambutmu panjang sekali, sampai aku bisa melihat kulit kepalamu
    • Kaya sekali kamu, ke rumahku saja cuma jalan kaki
  2. Sinisme
    Menyindir lebih kasar dari Ironi.
    Contoh:

    • Begitu kok disebut belajar!
    • Kerja atau tidak, apa bedanya! Sama hancurnya
  3. Sarkasme
    Menyindir dengan kasar sekali (lebih kasar dari sinisme)
    Contoh:

    • Kalau buruk rupa jangan mengaku paling cakep sedunia
    • Otak dengkul! Kerja tidak ada yang benar

Majas Penegasan

  1. Repetisi
    Pengulangan kata-kata tertentu
    Contoh:
    Cinta adalah bahan bakar hidupku, Cinta adalah kenanganku akan dirimu, Cinta adalah kamu
  2. Pleonasme
    Melebihkan suatu kata meskipun sebenarnya tidak perlu
    Contoh:

    • Jangan turun ke bawah
    • Hei kamu, maju ke depan
  3. Retorik
    Pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban
    Contoh:

    • Apakah ini yang disebut cinta? Makan tidak makan kumpul
    • Inikah yang disebut merdeka? Apa-apa kita tidak boleh.
  4. Paralelisme
    Melukiskan suatu keadaan dengan perulangan kata-kata
    Contoh:
    Engkaulah bulan di malamku
    Engkaulah mentari di kelamku
    Engkaulah penyambung masa depanku
  5. Klimaks
    Melukiskan keadaan secara berurutan sampai pada puncaknya
    Contoh:
    Ia makan, kenyang, tertidur namun akhirnya mulas
  6. Antiklimaks
    Kebalikan dari klimaks. Melukiskan keadaan dari puncak kejadian sampai awalnya
    Contoh:
    Jangankan meraba, menatap, menoleh atau berkomentar pun aku tak mau
  7. Asidenton
    Menyebutkan beberapa benda atau sesuatu hal tanpa tanda hubung
    Contoh:
    Aku akan membeli baju, sepatu, dasi, celana untuk bekerja di tempat yang baru
  8. Polisidenton
    Menyebutkan beberapa benda atau sesuatu hal dengan tanda hubung
    Contoh:
    Aku memperhatikannya, meskipun dia acuh tak acuh, namun demikian pada akhirnya ia menoleh dan tersenyum
  9. Tautologi
    menyebut sinonim dari suatu kata untuk mempertegas arti
    Contoh:
    Kamu harus datang, kemari, pada waktunya.

2 responses to “Gaya Bahasa

  1. Thank’s atas postingannya! Tugas Bhs. Indonesia aku kelar sekarang. Semoga bermanfaaat bagi pengunjung lainnya … ^_^

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s