Mengenal Metode Menulis Fiksi SnowFlake


butiran salju

butiran salju, snowflake

Catatan Penulis:
Tulisan ini saya terjemahkan dan diadaptasi secara bebas dari artikel di situs milik Randy Ingermason. Beberapa bagian saya ubah tanpa mempengaruhi arti agar dapat dibaca secara enak oleh orang Indonesia. Misal, contoh novel milik dia saya ganti dengan novel Indonesia: Perhaps You, karangan Stephanie Zen.

Sebelum menulis, anda harus membiasakan diri untuk merencanakan apa yang anda tulis. Anda harus menempatkan semua ide-ide terbaik anda di atas kertas. Kenapa? Karena manusia sering lupa dan kreativitas tidak selalu hadir dalam bentuk utuh, sering mereka muncul di bagian awal, tengah dan akhir. Dengan demikian sisa cerita sisanya harus anda pikirkan. Anda membutuhkan perencanaan cerita. Berikut adalah sepuluh langkah proses menulis yang dijalani oleh penulis novel, Randy Ingermanson. Phd. Dia menggunakan proses ini untuk menulis semua novelnya.

Langkah 1
Ambilah waktu sejam untuk membuat ringkasan cerita novel anda dalam satu kalimat. Sebagai contoh, untuk novel Perhaps You karangan Stephanie Zen, saya dapat meringkasnya sebagai:

Seorang wanita jatuh cinta pada pria yang sudah mempunyai pacar

ringkasan ini juga dapat dijadikan alat penjualan novel dalam waktu cuma sepuluh detik. Ini adalah langkah pertama dalam metode SnowFlake. Jika anda akan membuat proposal penulisan untuk penerbit. Kalimat inilah yang harus tampil pertama kali dalam proposal. Kalimat ini adalah cara anda untuk menarik perhatian editor, pihak penjualan, atau toko buku dan tentunya pembaca.

Beberapa hal yang harus anda perhatikan saat membuat ringkasan dalam satu kalimat adalah:

  • Semakin pendek, semakin baik. Cobalah untuk membuatnya kurang dari 15 kata.

  • Tidak perlu mencantumkan nama, lebih baik mengatakan “seorang wanita jatuh cinta” daripada “Anna jatuh cinta”

  • Padukan antara gambaran global dan gambaran tokoh. Siapakah tokoh paling banyak menderita di cerita anda? Lantas tuliskan, bagaimana dia menghadapinya.

  • Sering-seringlah membaca blurb sebuah novel. Blurp tersebut biasanya diletakkan di sampul belakang. Tidak ada teori khusus untuk membuat ringkasan dalam satu kalimat, tapi lebih merujuk pada seni.

Langkah 2
Ambil satu jam berikutnya untuk meluaskan kalimat tadi menjadi satu paragrap yang menggambarkan dasar-dasar cerita, persoalan terbesar, dan akhir cerita. Randy Ingermanson terbiasa membuat “tiga masalah besar dengan akhir penyelesaian masalahnya”. Masing-masing masalah mengambil sepertiga dari tebal novel dan penyelesaiannya terletak di sepertiga terakhir dari cerita. Anda bisa membuat formula anda sendiri.

Pada sistim “3 masalah” yang dibuat Randy Ingermanson, masalah pertama berhubungan dengan akhir dari tindakan pertama. Masalah kedua adalah setengah dari tindakan kedua. Masalah ketiga terletak di akhir masalah ke dua. Dan usahakan, tindakan ketiga adalah akhir dari semua masalah. Tidak masalah jika masalah pertama disebabkan oleh faktor luar, tapi masalah kedua dan ketiga sebaiknya disebabkan karena tindakan penyelesaian tokoh protagonis sendiri. Sehingga tindakannya justru membuat masalah menjadi buruk dan lebih buruk.

Anda juga dapat menggunakan paragrap ini di proposal pengajuan novel. Idealnya, jumlah kalimat dalam paragrap tersebut sekitar lima kalimat saja. Satu kalimat untuk latar belakang dan pondasi cerita. Dan tiga kalimat sisanya untuk masalah-masalahnya. Serta satu kalimat untuk akhir cerita.

Langkah 3
Pada dua langkah sebelumnya, kita belajar mengenai kerangka cerita. Pada langkah 3, kita akan mendalami jalan cerita setiap karakter. Tokoh/Karakter adalah bagian penting dalam sebuah cerita. Waktu yang anda habiskan untuk mendesain tokoh diawal pekerjaan menulis bernilai sepuluh kali lipat lebih hemat jika dibandingkan jika anda membuatnya saat menulis cerita.

Ambil waktu sekitar satu jam untuk membuat sebuah karakter. Meliputi:

  • Nama tokoh

  • Deskripsi tokoh sepanjang satu kalimat

  • Motivasi tokoh (apakah landasan dia melakukan sesuatu?)

  • Tujuan tokoh (apa tujuan dia melakukan sesuatu?)

  • Konflik tokoh (apa yang membuat dia terhalang dari tujuannya?)

  • Buatlah satu paragrap untuk masing-masing tokoh, yang menggambarkan siapa mereka?

Langkah 4
Pada langkah 4, anda harus sudah mempunyai gambaran global cerita. Habiskan waktu satu sampai dua hari untuk membuatnya. Kembangkan tiap kalimat pada paragrap ringkasan di langkah 2 menjadi satu paragraph penuh. Semua paragrap berakhir pada masalah (disaster) kecuali paragrap terakhir. Pada paragraph terakhir, tulis pemecahan masalah. Setelah langkah ini selesai, berarti anda sudah mempunyai sinopsis cerita.

Langkah 5
Habiskan sehari sampai dua hari untuk membuat satu halaman deskripsi karakter untuk tokoh-tokoh yang menonjol dalam cerita anda dan setengah halaman untuk tokoh-tokoh penting. Sinopsis karakter ini harus menceritakan jalan cerita dari sudut tokoh tersebut. Anda dapat kembali ke langkah sebelumnya jika dianggap perlu.

Langkah 6
Sekarang anda mempunyai cerita lengkap dengan beberapa gambaran untuk masing-masing karakter. Ambilah waktu seminggu untuk mengembangkan satu halaman plot sinopsis menjadi empat halaman plot sinopsis. Singkatnya, anda mengembangkan paragrap di langkah 4 ke satu halaman penuh. Sekali lagi. Pada langkah ini, anda dapat kembali ke langkah sebelumnya untuk menggantinya dengan ide-ide baru.

Langkah 7
Ambilah waktu satu minggu lagi untuk membuat deskripsi karakter secara keseluruhan. Buatlah seakan-akan karakter tersebut ada. Rancang tanggal lahir, motivasi, deskripsi, tujuannya dalam novel ini dan lain sebagainya. Hal yang penting. Bagaimana sang tokoh berubah di akhir cerita. Ini adalah langkah pengembangan dari langkah 3. Pekerjaan ini membuat anda dapat lebih memahami karakter anda. Jangan takut kembali ke langkah 1-6 untuk membuat karakter anda benar-benar nyata dan membuat karakter anda sesuai dengan tuntutan cerita. Langkah-langkah ini cukup baik…fiksi yang bagus adalah fiksi yang dikendalikan oleh karakter-karakter di dalamnya. Jika anda sudah selesai sampai pada langkah 7, berarti anda sudah mempunyai cukup bahan untuk membuat proposal.

Langkah 8
Buatlah daftar adegan dari empat halaman sinopsis yang sudah anda miliki untuk memudahkan penulisan novel anda. Dan langkah termudah untuk melakukannya adalah dengan spreadsheet (lembar kerja). Beberapa penulis tampak ngeri dengan hal ini. Karena ini mengharuskan mereka mempelajari software spreadsheet. Mereka lantas menggantikannya dengan software pengolah kata (wordprocessor) semacam MS Word. Tidak masalah, sih, tetapi spreadsheet (seperti MS Excel) lebih mudah.

Buatlah detil di spreadsheet dari empat halaman sinopsis pada langkah sebelumnya. Satu baris untuk masing-masing adegan (scene). Pada kolom di sebelahnya, tambahkan POV/Point Of View (sudut pandang) karakter. Jika diperlukan, sertakan jumlah halaman yang hendak anda tulis untuk adegan tadi.

Spreadsheet saya biasanya mengandung sekitar 100 baris. Satu baris per adegan dalam novel. Saya sering membuat spreadsheet lain untuk versi baru cerita saya. Dengan demikian saya dapat menganalisis cerita dengan bentuk yang lain. Setelah selesai anda dapat menambahkan satu kolom lagi meletakkan adegan-adegan tadi pada bab berapa.

Langkah 9
(langkah ini hanya bersifat pilihan, saya pribadi sudah tidak melakukakannya lagi). Kembali ke software pengolah kata dan mulai menulis deksripsi narasi cerita.

Ambil setiap baris pada spreadsheet tadi. Perluas menjadi beberapa paragrap untuk mendeskripsikan masing-masing adegan. Tulis beberapa dialog yang sekiranya menarik dan buatlah konflik-konflik yang menarik pada adegan tadi.

Saya pernah membuat dua-tiga paragrap untuk masing-masing bab dan memulai setiap bab pada halaman baru. Kemudian saya mencetak dan menyimpannya pada binder loose-leaf sehingga sewaktu-waktu saya dapat memindah-mindahkan urutan bab atau merevisi suatu cerita tanpa mengacaukan bagian lain. Proses ini menghabiskan waktu sekitar semingguan. Hasil akhir dari pekerjaan ini menghasilkan 50 lembar halaman cetak. Segala ide yang muncul di pagi hari saat saya bangun akan saya tulis di garis tepi pada dokumen cetak ini. Bagi saya hal ini lebih enak untuk dikerjakan daripada harus menulis detil sinopsis yang kebanyakan dibenci oleh penulis.

Suatu hal yang menyenangkan mengikuti langkah-langkah dari 1-8. Saat saya melakukan hal ini, saya tidak pernah menunjukkan sinopsisnya pada orang lain. Seluruhnya hanya buat saya. Saya lebih berpikir bahwa langkah-langkah tadi adalah pra-draft saya. Bayangkan. Dengan cara ini anda membuat draft hanya dalam waktu seminggu.

Langkah 10
Pada tahap ini anda dapat duduk santai. Di tangan anda sudah ada rancangan draft pertama. Anda akan heran betapa cepatnya anda menulis draft pertama anda pada langkah ini. Saya pernah melihat seorang penulis lebih cepat tiga kali lipat dalam menulis draft pertamanya dalam waktu semalam daripada draft revisi ketiga yang biasanya mereka buat tanpa metode SnowFlake.

Tahap ini sangat menyenangkan. Saya banyak mendengar bahwa para penulis mengeluhkan betapa sulitnya membuat draft pertama mereka. Mereka selalu berhenti pada saat sampai pada bagian: Terus selanjutnya bagaimana? Hidup itu terlalu singkat untuk menulis dengan gaya seperti itu. Tidak alasan menghabiskan 500 jam untuk menulis sebuah draft jika anda dapat melakukan dalam waktu 150 jam. Dengan 100 jam dari 150 jam tersebut yang dihabiskan untuk mendesain dokumen, anda sudah banyak menghemat waktu anda.

Pada saat saya sedang mengerjakan draft pertama, saya sering berhenti sebentar untuk memperbaiki bagian-bagian desain saya yang tidak nyambung. Ya, Memang. Desain dokumen memang tidak sempurna. Tidak masalah. Mereka hanya sekumpulan dokumen yang nantinya dapat berubah pada saat kita mulai menulis draft. Malah anda akan tertawa setelah menyelesaikan draft pertama anda ketika melihat desain dokumen anda jika dibandingkan dengan betapa dalamnya cerita pada draft pertama anda.

Selama bertahun-tahun, saya telah mengajarkan metode Snowflake ke ratusan penulis di seminar-seminar. Saya juga telah menulis artikel ini di situs web saya untuk waktu yang lama, dan situs saya telah dilihat lebih dari 2.400.000 kali. Saya sudah mendengar dari banyak, banyak penulis. Beberapa orang menyukai Snowflake, beberapa tidak. Saran saya, jika memang berguna pakailah. Jika hanya beberapa bagian saja yang berguna, pakai saja beberapa bagian tadi.

6 responses to “Mengenal Metode Menulis Fiksi SnowFlake

  1. Reblogged this on ifamasluhah and commented:
    10 langkah metode Snowflake, langkah untuk menjadi penulis novel..
    menjelang 2016 tetap semangat!

    Suka

  2. Hai, saya agak bingung di langkah ke 5, boleh dibantu dengan contohnya? Terima kasih ya…

    Suka

  3. Agak bingung dengan Langkah ke-2. Boleh minta contohnya? Terimakasih : )

    Suka

    • Saya mengembangkan dari: Seorang wanita jatuh cinta pada pria yang sudah mempunyai pacar

      Amanda sudah mengetahui bahwa Andika mempunyai pacar Arumi. Tetapi Andika selalu datang di saat ia membutuhkan teman berbicara. Keterus-terangannya bahwa dirinya punya pacar dan keberanian Andika menggoda membuat Amanda semakin lama-semakin menyukainya. Di lain pihak, Arumi mulai mengendus benih perselingkuhan namun tak berani bertanya terus terang. Arumi sadar bahwa dia sendiri juga menyukai pria lain. Suatu saat BB Andika tertinggal di rumah Arumi. Iseng, Arumi membuka histori BB Andika. Nama Amanda yang terpampang disana cukup membuat membangkitkan kecemburuannya. Arumi langsung memboyong Andika ke Bali dengan alasan untuk menjadikan Andika di salah satu manajer di Cafe milik Arumi. Semntara itu, Amanda yang mengetahui Andika pergi meninggalkan, pelan-pelan membuka hatinya untuk Bobi, temannya sewaktu SMP.

      Suka

  4. Saran saya, jika memang berguna pakailah. Jika hanya beberapa bagian saja yang berguna, pakai saja beberapa bagian tadi.

    Ungkapan akhir di artikel ini yang paling saya suka. Setiap penulis pasti punya cara dan metode sendiri. Nah, dengan banyak membaca metode penulisan yang dirancang penulis lain, maka kita akan semakin kaya ide.
    Just for sharing aja sih. kalau caraku sendiri tidak begitu jauh dengan metode snow flake di atas. Tulis terlebih dahulu judul, judul2 bab, nama tokoh, dan alur cerita secara ringkas.
    Anyway, terima kasih mas Octa dah bagi-bagi ilmu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s