Memilih Sudut Pandang (POV)


Eyes2Ketika anda menjumpai seseorang berbicara kepada seseorang yang lain. Anda tentu menjumpai tiga tipe cara bicara seseorang. Sang pembicara bisa saja membicarakan dirinya sendiri, membicarakan lawan bicaranya atau mereka berdua sedang membicarakan orang lain. Dalam dunia fiksi pun, ada tiga sudut pandang yang dipakai dalam menceritakan sesuatu, yaitu:

  1. Sudut pandang orang pertama
    Biasanya selalu menggunakan kata ganti orang pertama: Aku, Saya, Kami

  2. Sudut pandang orang ketiga
    Biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga: Dia, Mereka

  3. Sudut pandang orang kedua
    Menggunakan kata ganti orang kedua: Kamu, milikmu, milik kamu.

Manakah dari ketiga bentuk tadi yang harus kita pilih? Berikut ini adalah beberapa pertimbangan.

Sudut Pandang Orang Pertama (First Person Point Of View)
Pada sudut pandang ini, anda akan merasakan dari sudut pandang salah satu tokoh. Anda tidak akan bisa menjelahi sudut pandang tokoh lainnya. Pendapat mengenai tokoh diluar POV-nya tergantung dari sudut pandang POV pertamanya. Dengan demikian, rasa personal dan mendalam pada perasaan salah satu tokoh terasa di hati pembaca. Namun akhir-akhir ini, mulai ada satu-dua novel yang menceritakan tokoh dari sudut pandang semua tokoh. Sehingga POV orang pertama tidak hanya salah tokoh tetapi semua tokoh. (Lihat: Perempuan Kembang Jepun oleh Lan Fang atau Camar Biru karangan Nilam Suri)
Contoh novel POV orang pertama: Lolita (Vladimir Nabokov), Waktu Aku Sama Mika (Indi)

Sudut Pandang Orang Ketiga (Third Person Point Of View)
Sudut pandang orang ketiga lebih memberikan kuasa kepada penulis untuk bercerita secara adil pada semua tokoh. Sudut pandang ini tidak memihak salah satu tokoh. Interaksi diantara mereka dan akibatnya murni karena proses diantara mereka bukan karena pendapat tokoh tertentu.

Cobalah anda membuat cerita tentang korban pembunuhan. Ketika anda menuliskannya pada sisi arwah yang terbunuh tersebut. Anda mungkin akan merasa diajak untuk membenci si pembunuh. Bahwa si korban pastilah yang benar. Anda mungkin akan merasa sakitnya dibunuh tanpa tahu kenapa? Anda mungkin akan merasa betapa dendamnya sang arwah mencari pembunuhnya.

Jika POV diganti dengan POV orang ketiga, novelis dapat bercerita pada sisi sang arwah atau si pembunuh. Mungkin saja dia membunuh karena terpaksa karena dia akan diperkosa atau karena dia sendiri terancam dibunuh sehingga lebih baik membunuh terlebih dahulu.

Contoh tulisan POV orang ketiga: First Love Forever Love (Shu Yi), Matahari Untuk Lily (Rini Zabirudin)

Sudut Pandang Orang Kedua (Second Person Point Of View)
Ini adalah sudut pandang yang tidak enak. Kenapa saya bilang tidak enak? Sebab sang pencerita harus memahami segalah tingkah laku “Kamu” bukan tingkah laku si pencerita. Tokoh utamanya adalah “Kamu” tetapi yang bercerita adalah orang yang memandang “Kamu”. Saya sendiri jarang melihat sudut pandang ini pada sebuah cerita, baik novel maupun cerpen. Namun pada surat, pidato, surat bisnis atau tulisan non fiksi lainnya, sudut pandang ini justru sering dipakai.

Jika para pembaca blog saya belum pernah tahu sudut pandang ini, saya akan mengilustrasikan sedikit pada paragrap dibawah ini:

 Angkatlah tanganmu. Lihatlah ada cinta menggembung dalam bongkahan jemarimu. Cinta yang tumbuh bukan dalam waktu semalam. Cinta yang telah tumbuh di usia tiga tahun pertunanganmu dengannya. Bahagiakah engkau? Puaskah engkau telah menipunya? Engkau mengharapkan tak seorang pun menyentuhnya tetapi engkau adalah penyentuh ratusan wanita yang bersedia demi bayaran dari dompetmu

Contoh tulisan POV orang kedua: Camping Out (Ernest Hemingway), How To Become Writer (Lorrie More).

Sampai sejauh ini saya belum pernah membaca POV orang kedua produksi Indonesia.

Lantas Mana  yang Saya Pilih?

Orang yang baru menulis cerita biasanya lebih banyak memakai POV orang pertama. Ini memang lebih mudah. POV pertama menceritakan diri sendiri tanpa perlu susah-susah mencari dari sudut pandang orang lain (bukankah biasanya kita begitu?). Gunakan POV ini jika anda baru saja menulis fiksi. Sesudah selesai bermain-main dengan POV pertama, ubah tulisan anda ke POV orang ketiga. Baca kembali tulisan anda, maka anda akan merasakan effect yang berbeda.

POV orang pertama akan menempatkan pembaca pada pihak narator. Jika narator adalah anak tiri yang terlantar. Maka pembaca akan merasa demikian juga. Kemarahan narator adalah kemarahan pembaca juga dan hasil akhirnya mempengaruhi pembaca untuk membenci antagonis. Dengan demikian anda akan kehilangan emosi di tokoh yang lain.

Sudut pandang orang kedua akan membuat pembaca hadir di cerita (karena kita menggunakan “Kamu”). Jika “Kamu” disini adalah penjahat, maka anda sama saja memposisikan pembaca sebagai penjahat. Tentu saja perkataan jelek kepada “Kamu” akan membuat pembaca merasa jelek juga dan ujung-ujungnya membangkitkan emosi pembaca. Antara narator dan pembaca akan terjalin hubungan yang dekat. Seperti seseorang yang bercerita kepada temannya atau dektektif dengan penjahatnya.

Sudut pandang orang ketiga membuat anda dapat menonjolkan semua emosi tokoh. Pembaca adalah pengamat dari luar (tidak terlibat di dalam cerita) selayaknya menonton sebuah bioskop. Baiknya, pembaca memperhatikan secara rata semua tokoh, tidak baiknya emosi yang ditimbulkan tidak terlalu dalam. Jika anda berusaha mempengaruhi pembaca, sebaiknya menggunakan sudut pandang orang pertama sementara sudut pandang orang ketiga dipakai untuk menitikberatkan pada inti cerita.

Pada kenyataannya, akhir-akhir ini terdapat perkembangan menarik mengenai POV. Pada novel Perempuan Kembang Jepun (Lan Fang), masing-masing tokoh mendapat “jatah” sudut pandang orang pertama padahal biasanya cuma salah satu tokoh saja. Begitu juga dengan Three Wedding and Jane Austen (Prima Santika).

16 responses to “Memilih Sudut Pandang (POV)

  1. kalau satu novel dengan banyak sudut pandang? misalnya, part 1-3 dr sudut pandang bejo. part 4-7 sudutt pandang udin. part 8-selesai. sudut pandang joko. apa boleh?

    Suka

  2. kalau pada sebuah cerita penulis menuliskan POV perorang menurut Anda benar atau tidak? Pernah menemukan yg seperti itu? Jika tidak coba di Wattpad.com di sana banyak yg cerita tentang POV masing2 tokoh dalam suatu cerita. Mohon balasan pada email saya. Makasih

    Suka

  3. Saya mau share cerpen POV2 yg cukup bagus sih menurut saya. Silahkan dibaca bagaimana menurut yg lain.
    http://www.lokerseni.web.id/2013/04/menunggu-cerpen-romantis.html?m=1

    Suka

  4. Kalau sudut pandangnya campuran gimana? Awalnya PoV pertama, lalu PoV pertama juga, tapi tokoh lain, lalu PoV ketiga. Itu gimana??

    Suka

    • Ada beberapa cara untuk menulisnya:
      1. Masing-masing POV 1 di bab yang berbeda
      2. Jika dalam bab yang sama. Beri tanda dengan huruf sebagai pemisah antara tokoh
      3. Pemisahan POV dengan menghuruf-miringkan salah satu narasi dari tokoh

      Suka

  5. Ping-balik: Contoh Tulisan dengan POV 2 | Ernawati Herman

  6. Ping-balik: Memilih Sudut Pandang (POV) | halimah's Blog

  7. saya udah pernah nyoba buat cerpen pake POV orang ke2
    tapi hasilnya agak mirip puisi🙂

    Suka

  8. Kalau menulis sinopsis dari novel bersudup pandang first person. Apa baiknya sinopsisnya first person juga?

    Trus, terasa aneh gak sebuah novel yang diawali dengan first person trus sampai tengah jadi third person?

    Suka

  9. Terimakasih share tipsnya. Ini membantu para penulis newbie seperti saya.

    Suka

  10. Kalau tiga orang tokoh memakai POV ke-3 kan sudah biasa. Mungkin yang Mas maksud POV pertama. Kalau yang terakhir ini tidak masalah. Akhir-akhir ini mulai ada satu-dua novel seperti ini. Rasanya ini tren baru

    Suka

  11. thanks dah share, Octa.
    Oya, mau nanya nih, aku sedang bikin novel dengan tiga tokoh utama, semuanya menggunakan PoV ke-3. Boleh nggak?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s