Nuansa Bukit Mire


nuansa bukit mire, pn balai pustaka, samir amirudinJudul Buku: Nuansa Bukit Mire
Pengarang: Samir Amirudin
Jumlah Halaman: 71
Tahun Terbit: 2008
Penerbit: Pustaka Adhigama
ISBN: 978-979-1948-22-7

Pak Didi menugaskan murid-muridnya mencari pohon Jarak. Beliau ingin memperkenalkannya lagi pada masyarakat. Tapi Roni lebih ingin menghijaukan Bukit Mire yang gersang

Roni dan teman-temannya mendapat tugas dari Pak Didi, guru mereka. Bukan tugas yang mudah. Tugas tersebut adalah mencari pohon Jarak. Guru tersebut menceritakan akan kenang-kenangan yang tercipta dari sebuah pohon Jarak. Beliau menceritakan bahwa pohon Jarak pernah menjadi pemandangan umum di tanah-tanah jajahan Jepang.

Saat Jepang menjajah Indonesia, Jepang menyuruh orang-orang untuk menanam pohon Jarak. Jepang membutuhkan minyak dari pohon Jarak untuk diolah sebagai bahan bakar pesawat terbang. Namun setelah Jepang hengkang dari Indonesia, popularitas Jarak menghilang. Sekarang pohon Jarak sangat susah ditemui. Pak Didi ingin menggalakkan lagi penanaman pohon Jarak. Untuk itulah ia menyuruh murid-muridnya untuk berburu pohon Jarak.

Teman-teman Roni sudah mulai putus asa. Seminggu sudah mereka melakukan pencarian, tetapi mereka tak menemukan pohon Jarak. Roni sendiri masih giat berusaha sebab disamping untuk melaksanakan tugas, dia sendiri berkeinginan menghijaukan Bukit Mire dengan tanaman Jarak. Sampai suatu saat, ayah Roni memberitahukan padanya kalau dia pernah mempunyai kenalan yang kemungkinan memiliki pohon Jarak tersebut. Orang tersebut adalah Pak Watanaka, mantan serdadu Jepang. Saat perang, Watanaka membelot dari kesatuannya dan membantu tentara PETA untuk melucuti tentara Jepang.

Roni mengajak Linda dan Yanto untuk menemui Watanaka. Perjalanannya untuk ukuran anak SD seperti mereka terlalu jauh dan berbahaya. Benar saja, beberapa pemuda tanggung dan mabuk hampir saja mencelakai salah satu dari mereka. Setelah berhasil menghindari pemuda tadi mereka bertemu dengan Pak Abdul, ipar dari Watanaka. Karena pria inilah mereka bertiga sampai di rumah Watanaka. Sepulang dari sana, Watanaka membekali mereka dengan bibit tanaman Jarak.

Bagi saya judul novel ini kurang menggoda seseorang untuk membaca. Kesannya biasa saja. Namun ceritanya menarik. Biasanya cerita anak-anak berkisar tentang orang sederhana (bahasa halus dari miskin) yang akhirnya muncul ke permukaan karena usahanya. Tapi novel ini bertema lingkungan dan sedikit pengetahuan tentang kegunaan tanaman Jarak.

Plot tidak terlalu banyak. Ketegangan cerita hanya di satu titik, yaitu saat Roni, Yanto dan Linda diganggu pemabuk. Di luar itu, cerita berjalan datar. Secara garis besar, cerita terdiri dari tiga bagian. Pertama adalah usaha Roni mendapatkan pohon Jarak karena tugas sekolah. Kedua, Keinginan Roni menghijaukan Bukit Mire. Ketiga, cerita Watanaka tentang sejarah dirinya di jaman perang dahulu.

Bahasa yang dipakai lugas. Baku. Saya kurang masuk ke dalam jiwa tokoh karena kurangnya penggambaran lewat kata-kata. Hal ini disebabkan kurang adanya gambaran detil untuk setting cerita dan gambaran emosi. Saya selalu menginginkan masuk ke dalam cerita, bukan melihat bioskop dalam bentuk tulisan.

Iklan

2 responses to “Nuansa Bukit Mire

  1. ini bacaan yang sering ada di perpustakaan sd yak kayaknya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s