When I Met You


when i met you; monica anggen; penerbit caesar; novel, fiksiJudul Buku: When I Met You
Pengarang: Monica Anggen
Tahun Terbit: 2013
Tebal Halaman: 240
Penerbit: Caesar
ISBN: 602-18760-3-2

Kejadian traumatis yang dialami Monique membuat jiwanya berusaha melupakan. Tetapi Natalie terlanjur membaca diary milik Monique dan berusaha ingin mengetahui kejadian kelam sahabatnya itu.

Damian, Elona, Monique dan Natalie bertemu saat mereka sedang orientasi pengenalan mahasiswa baru. Namun beberapa saat sebelum mereka dihukum bersama di satu ruangan, Damian menabrak monique. Damian langsung jatuh hati pada Monique namun tak jua sanggup mengucapkan cinta. Natalie salah duga mengenai Damian. Ia mengira Damian menyukainya. Terbukti dengan kalung liontin milik Natalie ada di tangan Damian.

Suatu ketika, tanpa sengaja buku diary Monique tergeletak di meja. Natalie penasaran dengan diary tersebut dan iseng-iseng membacanya. Tersebutlah nama Marco dan pulau Lombok. Nama yang membuat Natalie penasaran dan untuk memuaskan penasarannya, ia merancang liburan semesteran bersama-sama teman-temannya ke Pulau Lombok. Natalie ingin mengetahui apa hubungan Monique dan Pulau Lombok. Misteri apa yang kelihatannya membuat Monique trauma.

Semula Natalie berniat hanya akan mengajak teman sesama wanita, namun ternyata Erick, pacar Elona tak mengijinkan Elona pergi jika tanpa dirinya. Natalie terpaksa mengijinkan. Karena Erick diijinkan, Damian juga memaksa ikut. Tujuan Damian ikut hanya untuk mendekati Monique, tetapi Damian tidak mengatakan terus terang pada Natalie, sebab takut, kecemburuan Natalie akan membuatnya menolak permintaan Damian.

Di pulau Lombok mereka ditemani pemandu wisata bernama Andri. Tiba-tiba Monique dan Andri sama-sama merasa saling mengenal. Damian yang masih belum mempunyai keberanian menyatakan cinta meminta pertolongan Andri agar memberikan barang-barang serta surat darinya untuk Monique. Ini adalah kesalahan fatal Damian. Rupanya Damian juga menyukai Monique. Diam-diam dia mengganti semua barang pemberian Damian untuk Monique dengan barang miliknya.

Tentu saja Monique menerima pernyataan cinta Andri ketika pria itu mengungkapkannya. Damian mulai curiga dengan keakraban Andri dan Monique. Di suatu pagi, saat Monique keluar dari bungalow tempat dia menginap, Damian menyeret Monique ke taman mawar dan mengatakan terus terang akan rasa cintanya pada Monique. Damian bahkan mengatakan terus terang pada Monique bahwa dia sengaja membayar Andri untuk memberikan perhatian atas nama dirinya sendiri. Monique marah ketika mendengar hal itu. Panggilan suara Andri tak digubrisnya saat mengejarnya. Andri mengejar Monique bukan hanya ingin membantah penjelasan Damian. Lebih dari itu ia akan mengungkapkan siapa sebenarnya dirinya, Marco dan kejadian apa yang membuat Monique trauma berada di Gili Trawangan, Lombok.

When I Met You adalah novel kedua dari Mbak Monica Anggen yang baca setelah Love, Edelweiss and Me. Di novel ini gaya penulisannya semakin matang. Pada Love, Edelweiss and Me, saya merasa bagian akhir cerita digarap agak ngebut alurnya, tetapi pada When I Met You, alurnya agak pelan. Saya cukup menikmati satu persatu adegan keluar.

Cara pemaparan adegan (scene) memakai sudut pandang orang ketiga. Seharusnya banyak suasana hati para tokoh yang bisa dijelajahi. Di novel ini kelihatannya fokus pemaparan bukan pada batin tokoh tetapi pada hubungan antara tokoh. Dialog batin tokoh tidak terlalu dalam di bagian awal. Saya terlambat bersimpati pada Monique karena ini. Untung saja Mbak Monica Anggen mengisyaratkan ada fakta tersembunyi mengenai masa lalu Monique, ini membuat saya penasaran dan terus membaca.

Ada sesuatu yang hilang dari ciri khas penulis. Tidak hilang 100 persen, sih. Mungkin hanya 25 persen. Pada Love, Edelweiss, and Me, penulis begitu detil menggambarkan setting kejadian di Malang. Tetapi di When I Met You, kenapa setting Pulang Lombok demikian intens tetapi setting di Surabaya kok tidak? Misal, sewaktu Damian bermobil ria, atau tempat kost Monique tidak ada gambaran tempatnya dimana.

Novel dengan umur tokoh dewasa muda (young adult) tetapi bergenre teenlit ini tidak rumit. Meski ada fakta. Ada logika terhadap fakta tersebut dan ada terkaitan antara fakta-fakta. Cukup ringan untuk dibaca. Tak membuat kening berkerut tetapi tetap mempunyai bobot.


Karya Monica Anggen lainnya:


7 responses to “When I Met You

  1. setting Lombok…hmmm membuat penasaran nih. apalagi disebut penulisan dengan setting Lombok begitu intens.

    ini juga salah ketik ya?
    Damian yang masih belum mempunyai keberanian menyatakan cinta meminta pertolongan Damian agar memberikan barang-barang serta surat darinya untuk Monique

    Suka

  2. Wooooow,, riviewnya total banget🙂
    kereeeen…

    eniwey, saya suka kalau ada penulis, misal mereka bercerita ttg suatu daerah yang eksotik, mereka mampu mengeksplor kekayaan alam yang ada d daerah tersebut.

    Sehingga kita, para pembaca, seakan ikut merasakan wilayah para tokoh yang ada dalam tulisan tsbt,hehehehe😀

    Suka

  3. Bagus nampaknya.. cerita buat anak2 muda..
    tapi kayaknya ada kalimat yang perlu di ralat, yg ini mas
    “Damian bahkan mengatakan terus terang pada Monique bahwa dia sengaja membayar Damian untuk memberikan perhatian atas nama Damian.”
    —> aku bingung🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s