Sekuntum Nozomi Buku Ketiga


SekuntumNozomiBuku3Judul Buku: Sekuntum Nozomi Buku Ketiga
Pengarang: Marga T
Tahun Terbit: 2006
Tebal Halaman: 418
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-2892-2

Kedua sahabat baiknya, Sabrina dan Kristanti, telah menikah. Tinggallah Lydia sendirian di Indonesia dan merasa sedih karena dirinya bukan orang berada meskipun menyandang gelar dokter. Ia mulai akrab dengan Agus. Namun peristiwa pada 15 Mei 1998 telah mengubah anggapannya: Masih banyak orang yang lebih menderita daripada dirinya

Sebelumnya saya meminta maaf untuk pembaca blog saya yang wanita. Sinopsis berikut ini menggambarkan keadaan wanita secara brutal. Saya tak hendak bermaksud lain kecuali untuk menggambarkan kengerian saat peristiwa Mei 1998 terjadi….

Erol menikah dengan Sabrina. Malam pertama dan malam-malam selanjutnya dia tidak sukses melaksanakan tugas sebagai suami. Maklum, pada dasarnya Erol lebih menyukai sesama laki-laki. Sabrina tidak ambil perduli dengan kejantanan Erol, dia sendiri hanya menyukai dr Matsuda. Sayangnya, ayah Sabrina membenci bangsa Jepang. Ketika Matsuda menawarkan beasiswa untuk pendidikan dokter spesialis di New York, tanpa pikir panjang ia menerima. Sementara Krisanti dipaksa Kaspar untuk mengikutinya ke Afrika. Casio Comodo, bos Kaspar akan membuka pabrik makanan kaleng di Afrika dan ia menyuruh Kaspar untuk memelajari pembukaan pabrik disana. Krisanti terpaksa mengikuti kemauan Kaspar, atau dia akan membuka kedok Krisanti dan Erol dalam menjebak Agus Rashid agar menikahi Krisanti.

Setelah Krisanti dan Sabrina pergi ke luar negeri, maka tinggalah Lydia sendirian di Indonesia. Kegiatannya diisi dengan membantu ibunya mengurusi katering disamping berusaha menabung untuk membeli gilingan daging. Kesendirian inilah yang mendekatkannya pada teman masa kecilnya, Mathilda, seorang non pribumi dan Agus. Mantan Sabrina ini menawarkan kerjaan di rumah Sakit Sabara Birka. Karena rumah Lydia di Jakarta, sementara Rumah sakit SB di Puncak Bogor, maka Agus berinisiatif mengantar pergi-pulang Lydia Jakarta-Bogor setiap Sabtu-Minggu. Benih-benih cinta di hati Lydia mulai tumbuh untuk Agus. Namun demikian, Lydia tak menganggap kesediaan Agus mengantarnya karena menyukai dirinya karena ia tahu, Agus hanya menyenangi masakan buatannya.

Pada tanggal 15 Mei 1998, Lydia harus mengambil uang sebagai bayaran pembuatan baju di langganan ibunya. Ketika bus berada di dekat Universitas Trisakti, bus dihentikan oleh segerombolan preman. Pria-pria bertampang buas tersebut menyuruh amoy-amoy (wanita tionghoa) yang berada di dalam bus untuk keluar. Nasib sial dialami Lydia. Meskipun dirinya bukan nonpri, gerombolan preman tersebut tetap memaksanya keluar. Ini semua gara-gara kulit dan wajahnya mirip wanita Tionghoa.

Di luar bis. Lydia menyaksikan bagaimana preman-preman mencopoti baju-baju wanita Tionghoa dan memperkosanya. Tak ada Polisi. Tak ada yang berani membantu. Sementara teman-teman lainnya memperkosa. Salah satu dari mereka memegang handy talkie dan berbicara dengan orang lain dengan bahasa asing.

Pressa! Pressa!

Merda!

Puta!

Untunglah, disaat penutup badan terakhir Lydia akan dicopot oleh preman tersebut. Mendadak ada sebuah mobil Kijang putih menyelamatkannya.

Lydia dan perempuan-perempuan Tionghoa lainnya dibawa mobil tersebut ke tempat rahasia. Keesokannya, pria tersebut mengantar wanita-wanita tersebut ke rumah mereka masing-masing. Tak diduga Lydia, beberapa hari setelah itu ia menerima kabar dari kakak salah satu korban, namanya Sintawati, dia bunuh diri dengan meminum Baygon. Sintawati menderita pemerkosaan dengan luka memanjang dari alat kelamin sampai hampir anus. Empat puluh hari sesudahnya, pacar Sintawati, bernama Kadir, juga turut mati karena gantung diri.

Bonita, seorang gadis tionghoa berusia 17 tahun, bersedia menjadi saksi. Dibantu dengan dr Karmila, dia menyiapkan dirinya untuk dengar pendapat dengan Kongres Amerika. Sayang, menjelang keberangkatannya ke Amerika dia dibunuh. Dari pemeriksaan disebutkan bahwa sebelum digorok, gadis tersebut disodomi terlebih dahulu.

Bagi saya, novel ini adalah novel horor dengan intensitas tinggi. Tara Zagita dan Abdullah Harahap masih kalah. Novel-novel karangan mereka berdua memang horor, tetapi yang melakukan kekerasan adalah makhluk-makhluk tak kasat mata atau setidak-tidaknya tidak bersifat massal. Pelaku dalam novel-novel Abdullah dan Tara selalu punya motif, misalnya dendam. Tetapi di novel Marga T ini, para korban mereka tidak mempunyai kesalahan apapun pada pelaku kejahatan. Novel Sekuntum Nozomi Buku Ketiga memang bukan cerita tentang hantu, tetapi tingkat kedetilan dalam menggambarkan adegan tidak manusiawi (terutama pada perempuan) sungguh membuat miris. Andai bukan karena berdasarkan kejadian nyata, novel ini seharusnya menderita banyak sensor.

Muatan sponsor masih menjadi modus. Sangat kelihatan sekali kalau Marga T menjadikan novel-novelnya sebagai curhat dalam bentuk fiksi. Anehnya saya tidak terlalu terganggu karena muatan sponsornya merupakan informasi yang berguna. Kalau di Buku Kesatu dan Kedua muatan yang menonjol adalah kedokteran, sedangkan di Buku Ketiga yang menonjol adalah peristiwa Mei 1998. Saya memang selalu berharap bahwa novel-novel yang saya baca memberikan masukan lebih dari sekedar cerita roman. Hanya saja, selama ini, saya belum pernah menjumpai muatan sponsor sedemikian banyak sampai kentara sekali.

Ada narasi yang membuat saya bingung. Narasi tersebut menggambarkan saat dr Karmila sedang bersidang di gedung DPR (hal: 355-378). Saat itu Karmila sedang beradu pendapat dengan Bernard Akuntan. Di tengah perdebatan, tiba-tiba masuk seorang dokter. Bernard menghampiri dokter tersebut dengan gaya seekor anjing. Di akhir cerita dipaparkan jika mereka adalah kucing (dokter tersebut) dan anjing (Bernard). Yang membuat saya bingung: Apakah ini mimpi atau kejadian nyata? Akhirnya saya menganggap bahwa ini adalah cerita simbolik yang menggambarkan bahwa orang-orang DPR belum tentu waras.

Sama seperti serial Sekuntum Nozomi pendahulunya. Sekuntum Nozomi Buku Ketiga ini juga mempunyai plot komplek. Jaringan cerita padat dan banyak tokoh. Saat saya membaca Sekuntum Nozomi yang pertama, saya agak sulit menghafal tokoh, karakter mereka serta hubungan antar tokoh, tetapi lama-kelamaan hafal juga. Saya sulit membayangkan ada seorang penulis yang sedemikian mampu membuat novel tebal dengan banyak tokoh dalam jangka waktu pembuatan novel demikian cepat. Untungnya Marga T banyak mengambil tokoh-tokohnya dari novel-novelnya yang terdahulu. Sehingga dia bisa memanfaatkan plot di novel tersebut tanpa harus membuat plot baru. Sebagai catatan saja, Victor Hugo mengarang les miserables dalam waktu 20 tahun!

Sebagai pengingat peristiwa Mei 1998, novel fiksi ini cukup menggambarkan peristiwa saat itu. Baik manis, pahit dan asam kehidupan dapat ditemukan disini. Manisnya rasa cinta Lydia pada Agus, pahitnya penderitaan korban pemerkosaan, dan asam-nya punggung Agus karena disiram asam sulfat oleh suami yang cemburu dapat anda temukan. Jelas! novel ini adalah novel dewasa.


Silakan membaca tinjauan serial serial Sekuntum Nozomi lainnya:

Iklan

4 responses to “Sekuntum Nozomi Buku Ketiga

  1. Boleh pinjam atau beli buku ketiga ga kak? Huhu penting bgt buat skripsi. Terimakasih. Hub email ya kl boleh

    Suka

  2. serial ini dapat dibaca terpisah ataukah harus sebagai rentetan?
    saya baru baca resensi yang ini. Sepertinya menarik. Sejak dulu pembaca Marga T. dan sudah lama tidak mencari sih di toko buku. Sepertinya akan mencarinya nanti.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s