Sekuntum Nozomi Buku Kelima


sekuntum nozomi marga t gramedia pustaka utamaJudul Buku: Sekuntum Nozomi Buku Kelima
Pengarang: Marga T
Tahun Terbit: 2007
Tebal Halaman: 468
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN:978-979-22-3172-4

Lydia, dan Sabrina telah menikah dan bahagia. Giliran Krisanti yang merasa sedih karena memikirkan kejahatannya. Dia berusaha mengubah diri dengan mendonorkan ginjalnya untuk ibu Lydia.

Agus sekarang sadar. Sabrina tak mencintainya. Nozomi, seorang anak kecil yang dipanggilnya Mimi membuktikan bahwa Sergio dan Sabrina adalah orangtua Nozomi. Sejak mengetahui hal ini, dia merenungkan dirinya sendiri. Ia sekarang sadar bahwa selama ini wanita yang benar-benar mencintainya adalah Lydia.

Orang-orang yang tidak mengetahui bahwa Makeda sebenarnya adalah Krisanti akan mengirimkannya kembali ke Afrika. Tentu saja Krisanti tidak mau. Dia segera mencari cara agar dirinya tetap dapat tinggal di Indonesia. Ia mendapat akal. Sayangnya akal tersebut tidak baik. Krisanti berusaha membunuh Sabrina. Harapannya, setelah Sabrina mati, Agus akan direbutnya. Tentu saja dengan maksud bahwa jika Agus menjadi suaminya, tidak ada alasan bagi orang-orang untuk mengembalikannya ke Afrika.

Krisanti merancang akan membunuh Sabrina dengan racun ular mamba. Racun paling mematikan di Afrika. Dengan menyelinap diam-diam saat sepi, Krisanti berhasil menyuntikkan racun tersebut. Menurut penyelidikan, dalam 25 menit orang yang teracuni mamba akan tewas. Setelah menyuntikkan racun tersebut, Krisanti pergi ke villa Agus. Disana ia berencana akan membuka kedok siapa sebenarnya dirinya. Belum sempat ia membuka cadar, Lydia muncul. Dengan melihat bukti kemesrahan Lydia dan Agus serta undangan pernikahan mereka berdua, tahulah ia sekarang bahwa ia salah duga. Menyesalah Krisanti karena membunuh Sabrina. Krisanti salah duga. Matsuda ternyata gesit mengobati Sabrina dengan serum anti ular mamba dan Sabrina selamat. Sabrina memberitahu Matsuda siapa sebenarnya Makeda dan mereka berdua untuk sementara tutup mulut.

Krisanti menghadiri pernikahan Agus-Lydia dengan sedih. Tiba-tiba di belakangnya Sabrina menyapa Krisanti. Krisanti kaget karena Sabrina tidak tewas. Sabrina tidak dendam terhadap Krisanti, bahkan membawa Roy Parega, seorang pria yang mencintai Krisanti. Karena ketulusan hati Roy Parega yang tetap mencintainya meskipun keadaan Krisanti sangat berbeda dengan dahulu, akhirnya Krisanti mau diperistri oleh Roy Parega.

Setelah melakukan operasi penghapusan tato pada wajahnya, Krisanti dengan penuh percaya diri menemui keluarganya akan tetapi keluarganya menolak. Ayahnya berpendapat gara-gara mengira Krisanti meninggal, maka ibunya shock dan meninggal, begitu juga adik-adiknya. Semula dia tidak perduli. Suasana hatinya berganti keruh manakala anak semata wayang, Kaspi ternyata juga menolaknya. Anak itu tak mau digendong, bahkan lebih suka memanggil kakaknya, Rosa sebagai Mama. Hatinya hancur.

Ia tersadar, betapa jahatnya ia selama ini. Baik Agus, anaknya, keluarganya serta mertuanya menolaknya, bahkan ia berusaha membunuh sahabatnya sendiri. Dalam keputusasaan dia berkeinginan untuk mengubah pendapat mereka, terutama ia ingin agar Kaspi, anaknya bangga terhadapnya. Krisanti tahu kalau ibu Lydia menderita gagal ginjal. Donor ginjal sudah dicari di seluruh penjuru dunia, tetapi belum ketemu. Maklum, golongan darah ibu Lydia termasuk langka. AB rhesus negatif. Kebetulan Krisanti sendiri bergolongan AB rhesus negatif. Krisanti merancang bunuh diri dengan sebelumnya mendaftarkan dirinya pada lembaga donor organ.

Sebelum melangsungkan niatnya, dia ingin bertemu dengan Agus untuk terakhir kalinya. Ia menceritakan segala perasaannya. Segala rasa cintanya. Setelah bertemu dengan Agus, dia mengunjungi Lydia di rumah sakit karena sahabatnya itu akan melahirkan. Ia mandi disana. Setelah itu ia mengendarai mobilnya menuju daerah atas Puncak dan menerjunkan mobilnya ke jurang.

Dari semua serial Nozomi dari 1 s.d. 5, jilid 3 dan 5 berisi cerita paling miris. Pada jilid 3, ceritanya berkutat di peristiwa pemerkosaan, pembunuhan dan penjarahan Mei 1998, sedangkan pada jilid 5 berpusat pada kamp konsentrasi Nazi di Madjnek, Polandia serta pemboman atom kota Hiroshima dan Nagasaki. Namun diantara seri 1 sampai 5, saya lebih menyukai cara penulisan jilid ke 5. Ini berhubungan dengan beberapa halaman menjelang akhir novel. Pada halaman tersebut, pelukisan adegan bunuh diri Krisanti sangat menyentuh. Seperti diketahui, sepanjang serial Nozomi, tokoh Krisanti adalah antagonis, tetapi menjelang berakhirnya jilid 5, Marga T membuat pembaca bersimpati pada Krisanti. Sementara tokoh-tokoh utama jahat lainnya dihukum. Helmi disodomi oleh para tahanan-tahanan lain sampai sakit jiwa, sementara Reli Kasdan dipaksa memakan tinja di penjara.

Seperti halnya seri-seri sebelumnya. Pada jilid ke-5 ini juga terjadi luberan informasi. Dua informasi tersebut adalah cerita-cerita tentang pemboman atom Hirosima dan Nagasaki serta kamp konsentrasi Nazi di Polandia. Memang, informasi tadi masih berhubungan dengan tokoh utama, Sabrina, yaitu sebagai pertimbangannya apakah dia akan terus menikah dengan Matsuda atau tidak. Tetapi porsinya yang banyak mau tak mau membuat saya berhenti mengikuti irama tokoh utama dan membaca kisah lain sejenak sebelum kembali ke cerita awal.

Seperti saya tulis diatas. Bagian terakhir dari jilid 5 ini membuat saya kaget. Tiba-tiba saja gaya penulisan Marga T berubah. Berubah menjadi seperti novel-novel baru saat ini. Pada jilid 1 s.d. 4 suasana novel dipenuhi dengan cerita kehidupan (bukan percintaan). Pernyataan-pernyataan atau tindakan-tindakan cinta antara pasangan yang kasmaran tidak terlalu intens. Bahkan bisa saya katakan tidak terlalu indah. Tetapi pada bagian-bagian terakhir. Pada adegan Krisanti bertemu dengan Agus dan mulai napak tilas perasaan cintanya dari mulai pertama kenal Agus sampai akhirnya gagal merebut hatinya karena Lydia, saya merasa gelora cinta menghentak-hentak. Saat saya membaca bagian terakhir ini saya menahan kantuk karena cepat-cepat ingin tahu kisah Krisanti (saat itu sudah jam 1.30 dinihari). Apalagi lagu the lonely shepherd yang diputar Krisanti di mobil ketika bunuh diri telah saya kenal. Saya sendiri sering memutar lagu ini saat saya sedang membuat cerita sedih.

Meskipun tak dapat dikatakan roman sejarah (karena hanya beberapa bagian yang menceritakan sejarah), tetapi mendapat bonus informasi sejarah membuat saya menyukai novel ini. Tanpa ini, saya akan merasa agak hampa, sebab semua serba tanggung: sedikit kisah cinta, sedikit intrik antar teman, sedikit ketegangan, sedikit kisah dokter (sedikit + sedikit = banyak). Tetapi…..penutup novel ini sungguh keren. Bagaimana menggabungkan irama musik instrumentalia dengan keadaan hati Krisanti benar-benar membuat saya terhenyak. Bandingkan dengan pemakaian notasi not balok komposisi lagu pada The Sweet Sins karya Rangga (terbitan Diva Press). Pada novel tentang homoseksual ini saya kurang menghayati pencampuran musik dan cerita novelnya (saya rasa mungkin karena ilmu komposisi Rangga berkadar tinggi, sementara saya tak bisa mengkomposisi nada). Saya memasukkan sekuntum nozomi dalam deretan novel yang saya rekomendasikan kepada pembaca blog saya.


Silakan membaca tinjauan serial sekuntum nozomi lainnya:

  1. Sekuntum Nozomi Buku Kesatu
  2. Sekuntum Nozomi Buku Kedua
  3. Sekuntum Nozomi Buku Ketiga
  4. Sekuntum Nozomi Buku Keempat

2 responses to “Sekuntum Nozomi Buku Kelima

  1. Menyimak dan suka sama tinjauannya Mas🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s