Sunrise at the Sunset


sunrise at the sunset, monica anggen, grasindoJudul Buku: Sunrise at the Sunset
Penulis: Monica Anggen
Penerbit: Grasindo
Tahun Terbit: 2013
Jumlah Halaman: 330
ISBN: 978-602-251-203-5

Ari cemburu pada Rudy. Tak segan-segan atas nama cemburu ia mengintimidasi Sasa dan Rudy. Kecelakaan motor yang dialami Ari menyadarkan Sasa bahwa Ari memang pria yang begitu memperhatikan dirinya

Sasa mengira Ari sudah mati kelebihan dosis. Dia salah. Saat Sasa di rumah sakit, laki-laki itu muncul. Rudy terperangah karena dia juga berpikir kalau pria itu meninggal. Saat ia mendengar dari mulut Sasa sendiri kalau dia masih mencintai Ari, Rudy kecewa.

Ari cemburu pada Rudy. Ia melihat sendiri bagaimana pria ini mencium Sasa saat gadis ini tidur di rumah sakit. Kecemburuannya dilakukan dengan semakin mengekang Sasa. Bahkan sering mengintimidasi Sasa dan Rudy. Bahkan tak tanggung-tanggung. Ari melampiaskan kekesalannya dengan melakukan balapan liar.

Belum selesai masalah Ari dan Rudy, muncul Rio, seorang fotographer. Rio kebetulan beberapakali memergoki Ari, Rudy dan Sasa ada di tempat ia berburu foto. Secara iseng Rio pun mengambil foto-foto mereka secara sembunyi-sembunyi.

Pada suatu kesempatan, Sasa berkenalan dengan Rio secara tidak sengaja. Rio mengajak Sasa pergi ke Coban Rondo saat Sasa sedang histeris melihat pertengkaran Rudy dan Ari. Sejak saat itu, Rio selalu berusaha menasehati Sasa mengenai hubungannya dengan Ari. Sampai suatu ketika, mengingat nasehat Rio dan permintaan dari Ari sendiri, Sasa menghadiri balap motor yang dilakukan Rio. Ternyata Sasa salah. Kehadirannya justru membuat hatinya lebih sakit. Disana ia menyaksikan Rio bermesraan dengan seorang wanita.

Hati Sasa bimbang antara memutuskan atau meneruskan hubungannya dengan Ari. Namun satu peristiwa lagi terjadi. Sekali lagi Sasa memergoki Ari bermesraan dengan seorang wanita. Kali ini terjadi di apartemennya. Sasa muak. Kali ini ketetapan hatinya untuk putus dengan Ari semakin kuat. Dengan tangis ia pulang ke tempat kos-nya. Malam harinya Ari mendatangi kos Sasa. Ia meminta maaf dan meminta Sasa agar tidak memutuskan hubungan dengannya. Sasa bersikukuh dengan keputusannya dan mengusir Ari agar pergi dari kos-nya.

Ari pulang dengan sedih. Untuk melampiaskan kesedihannya, malam itu juga ia melakukan taruhan balap motor dengan apartemennya sebagai alat taruhan. Dua kesalahan fatal dilakukan Ari. Dia meminum minuman keras dan memakai obat-obatan terlarang, sesuatu yang dulu tak mungkin dilakukannya karena dia sadar hal itu akan merusak konsentrasinya. Malam itu juga Ari tewas.

Judulnya unik. Sunrise at the Sunset. Apa artinya? Saya baru menyadari bahwa foto matahari terbit dan terbenam sebetulnya agak susah dibedakan. Awal adalah akhir. Akhir adalah awal. Mungkin ini yang dimaksud oleh Mbak Monica Anggen. Suatu judul yang cukup menggoda manakala dibaca di rak pajang toko buku.

Bagi pembaca novel Love, Edelweiss and Me, bagian awal novel ini tidak terlalu berat dibaca. Banyak informasi-informasi di awal sudah ada di novel terdahulu. Masalah baru berkembang saat Ari mulai memperlihatkan kecemburuan ketika Sasa mulai masuk kuliah. Ini bagian paling baru.

Karakter Sasa lebih berkembang daripada di Love, Edelweiss and Me. Pada novel terdahulu, karakter Sasa kurang begitu berkembang. Sepanjang novel hanya fokus dengan histerianya pada kematian Ari. Pada Sunrise at the Sunset, Sasa lebih banyak “berpikir”: Pilih Ari atau Rudi? Pilih Rudi atau Roy? Atau tidak memilih semuanya? Begitu pula dengan karakter antagonis. Lebih menyiksa daripada pada novel pertama. Ari sebagai karakter antagonis lebih horor. Urakan dan tak takut mati. Tingkat intimidasi ke tokoh protagonisnya seru.

Urusan detil tidak perlu terlalu dikomentari. Cukup baik. Mulai dari jalan-jalan tempat para tokoh berjalan-jalan maupun tempat tokoh berada. Saya sangat menyukai penjelasan tentang legenda Coban Rondo. Tidak terkesan dipaksakan, tetapi alamiah, karena Rio dan Sasa kebetulan berada di tempat itu, maka suatu hal yang masuk akal jika legenda Coban Rondo akhirnya menjadi salah satu pembicaraan mereka. Sama sekali tidak terkesan sebagai reportase.

Alur dalam novel ini klimaks. Mulai dari pembukaan. Mengenalkan para tokoh, kemudian terjadi masalah. Masalah semakin besar (Ari cemburu kepada dua orang: Ari dan Rio). Masalah mulai menurun (kematian Ari) dan ditutup dengan manis karena Sasa memilih…. (Penasaran? Baca sendiri novelnya). Alur agak stagnan diawal. Berkisar hanya pemaparan kecemburuan Ari kepada Rudi. Begitu juga dengan Ari kepada Rio. Namun setelah bagian ini, cerita tidak sekedar hanya kecemburuan Ari: Motivasi Ari melakukan balapan, Sasa mulai cemburu juga kepada wanita yang berada di dekat Ari, sampai akhirnya keputusan Sasa untuk tidak menerima permintaan maaf Ari (Sasa mulai berani bersikap terhadap Ari).

Saya rasa sampul buku agak mengganggu. Kenapa memakai kartun? Perasaan lucu, ceria (karena masing-masing gambar mempunyai pipi merah) dan manja (sikap gambar ceweknya) terlintas di benak saya. Terkesan remaja yang unyu-unyu cemungut eah. Padahal menurut saya ceritanya lebih ke dewasa muda. Sampul novel ini lebih cocok untuk novel semacam Kayla Twitter Kemping punya Teteh Retno A Triani.

Saya cukup menyenangi cara-cara penulis membuat cerita. Pertama: karena selalu memasukkan unsur lokal (Legenda Coban Rondo, Senggigi, nama jalan-jalan, suasana setting tempat, dll). Kedua: Penulis selalu menabur novelnya dengan kata-kata puitis. Metafora bukan hal asing di novel-novel yang ditulisnya. Penulis juga sudah sangat berusaha memperindah tiap kata-katanya. Bagi para pembaca yang suka mengutip kata-kata manis dari novel, maka novel-novel dari Mbak Monica Anggen bisa anda jadikan pertimbangan. Begitu juga dengan tingkat kematangan penulis. Semakin lama cara penulisannya juga semakin baik. Diantara novel-novel dari Mbak Monica Anggen. Sunrise at the Sunset paling saya sukai.


Tinjauan novel dari Monica Anggen lainnya:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s