Pintu Terlarang


pintu terlarang, sekar ayu asmara, gramedia pustaka utama, fiksi, novel, resensi, sinopsisJudul Buku: Pintu Terlarang
Penulis: Sekar Ayu Asmara
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2009
Jumlah halaman: 264
ISBN: 978-979-22-4908-8

Gambir mengalami kehidupan yang bahagia. Istri cantik, tampak setia, karir sebagai pematung yang terkenal. Kegembiraannya lenyap saat ia berani membuka pintu terlarang

Saya cukup bertanda tanya besar saat membaca judul novel ini: Pintu Terlarang. Saya langsung berpikir kalau ini adalah novel horor. Apalagi gambaran dua pasang pengantin. Gambar tersebut mirip patung pengantin yang biasanya dipasang di dekat kursi pengantin. Novel ini adalah novel psikologis meskipun di film-nya digambarkan secara horor. Bahkan akhir cerita membuat saya terkejut.

Dibuka dengan cerita tragis. Seorang anak kecil yang sedang mengalami penyiksaan oleh orangtuanya sendiri dan dilanjutkan dengan cerita yang lain. Sampai disini saya sudah curiga kalau ada lebih dari satu cerita dipaparkan secara bersamaan.

Gambir mengalami kehidupan mapan dan bahagia. Beristri seorang wanita cantik bernama Talyda dan berkarir cemerlang sebagai pemantung. Para pembeli patungnya sangat terkesan dengan hasil karya Gambir. Mereka selalu mengatakan bahwa patung Gambir seperti bernyawa. Begitu hidup. Mereka tidak tahu bahwa patung wanita hamil dalam berbagai posisi tersebut benar-benar berisi janin. Janin tersebut diperoleh dari sepasang saudara kembar yang berprofesi sebagai tukang aborsi.

Baik Gambir dan Talyda saling mencintai satu sama lain. Hanya dua masalah yang melingkupi rumah tangga mereka. Pertama-tama adalah ibu Gambir, bernama Menik Sasongko, yang tidak menyukai profesi Gambir sebagai pematung. Kedua, Talyda tidak ingin mempunyai anak. Menik menganggap Gambir gila. Dia ingin menyembuhkan anaknya dengan cara menyuruh Talyda berselingkuh. Semula Talyda ragu-ragu karena dia teramat mencintai Gambir. Talyda lantas menemukan alasan yang tepat untuk dirinya sendiri. Ia menyakinkan dirinya bahwa dia tidak berselingkuh, tetapi sekedar membuktikan justru tidak ada laki-laki yang dapat menandingi Gambir. Pada mulanya Talyda berhubungan badan dengan laki-laki yang tidak dikenal. Lama-kelamaan Talyda mulai menjalin hubungan dengan teman-teman dan saudara Gambir.

Gambir mulai curiga Talyda berselingkuh dan berkeinginan untuk membuktikan perselingkuhannya. Saat keluarga Gambir datang di rumahnya menjelang tahun baru, Gambir menemukan bukti. Korek api yang dipakai oleh adiknya adalah korek api tempat Gambir memergoki Talyda keluar dari hotel. Gambir marah dan membunuh semua keluarganya, termasuk Talyda. Selesai membunuh, Gambir mengambil kunci pada kalung istrinya. Dengan kunci tersebut dia membuka pintu di ruang kerjanya. Talyda sering mengingatkan Gambir agar tidak membuka pintu tersebut. Jika dilanggar, hidup Gambir akan rusak. Gambir tak perduli. Dengan emosi ia membuka pintu tersebut.

Gambir harus menghadapi kenyataan. Dia selama ini cuma berimajinasi. Gambir sebenarnya adalah seseorang yang masuk ke rumah sakit jiwa pada umur 9 tahun karena telah membunuh orangtuanya. Selama 18 tahun kemudian Gambir tetap menghuni rumah sakit jiwa tersebut. Gambir adalah korban kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orangtuanya sendiri.

Saya adalah orang yang lebih sering mengandalkan logika. Membaca Pintu Terlarang Membuat saya berpikir agak pusing. Dua bab pertama membuat saya bertanya-tanya, ini cerita apa? Saya penasaran. Pembukaan yang cukup baik, karena dengan demikian saya tertarik membaca terus. Mulai bab 3 saya mulai yakin bahwa ada dua cerita yang dipaparkan secara bersamaan. Penggunaan POV 1 untuk cerita tentang anak kecil yang disiksa orang tuanya, POV 1 untuk Wartawan Pusparanti dan POV 3 untuk cerita mengenai Gambir dan Talyda.

Kenapa penulis tak kunjung memberi nama pada anak kecil ini. Saya curiga bahwa ada hubungan antara anak kecil ini di cerita lainnya. Dan memang dugaan saya benar. Ini membuktikan bahwa Pintu Terlarang benar-benar dirancang dengan cermat.

Karakter-karakter di novel ini begitu menggemaskan. Bukan dalam arti positif. Tetapi lebih membuat pembaca merasa emosi. Diaduk-aduk perasaannya. Kawan sempurna berkhianat. Istri setia berkhianat. Saudara pun juga berkhianat. Dengan demikian dapat disimpulkan karakternya benar-benar hidup. Satu hal yang membuat saya bingung. Menik Sasongko menyuruh Talyda berselingkuh agar Gambir sembuh dari gilanya. Pertanyaannya: Apa hubungan antara Selingkuh dan Sembuh dari gila?

Mengangkat tema kekerasan pada anak-anak (Child Abuse) adalah satu-satunya poin baik Pintu Terlarang. Diluar itu, seperti tingkat kesadisan, selingkuh sana-sani yang masih menjadi tanda tanya bagi saya (Dengan alasan apa?) menjadi poin negatif. Saya memang bukan penggila Gore, genre dengan tingkat kekerasan (violence) sangat tinggi. Gore selalu menampilkan kesadisan dengan darah disana-sini.

Jika anda cermat. Anda pasti akan melihat beberapa kalimat yang diulang-ulang. Kalimat yang paling sering adalah:

Kesempurnaan bukanlah…….

dan

Perasaannya seakan meruah, mengisi seluruh sanubarinya. Ia begitu mencintainya. Ia sangat menyayanginya. Ia tidak akan pernah melukai perasaannya, apalagi hatinya. Ia tidak pernah luput bersyukur kepada Tuhan telah diberi jodoh perempuan sesempurna Talyda.

Kalimat pertama adalah milik narator dalam memberikan komentar akan kesempurnaan sikap Talyda. Sedangkan kalimat kedua adalah milik Gambir. Ia sering mengucapkan dalam hati dalam mengungkapkan kecintaannya pada Talyda. Beberapa orang mengatakan tidak menyukai fenomena ini. Mereka bilang bosan. Saya bilang tidak. Kedua kalimat ini menimbulkan suasana hinopsis. Di puisi pun ada istilah alterasi untuk pengulangan kata-kata yang sama. Justru kalimat-kalimat diatas menguatkan segi kejiwaan mereka. Karakter Talyda akan kesempurnaan menguat. Membuat dirinya benar-benar perfeksionis. Kesempurnaan yang menguasai Gambir. (Kalimat-kalimat yang diulang-ulang akan terasa “memaksa” secara lembut. Masuk kebawah sadar). Begitu juga dengan Gambir. Kalimatnya tersebut benar-benar menunjukkan bahwa dirinya dikuasai secara lembut. Dikuasai dan pasrah akan pesona Talyda.

Saya belum pernah membaca novel psikologi dengan aroma tegang semacam ini di Indonesia. Diluar ketidakmengertian saya tentang alasan selingkuh Talyda, bagi saya novel ini termasuk dalam kategori bagus. Memang tidak serumit Sybil yang masing-masing ke-16 kepribadiannya mempunyai cerita-cerita tersendiri. Namun cara membuat cerita pembuka (menimbulkan rasa penasaran dan ngeri), cerita manis antara Talyda-Gambir, pengkhianatan-pengkhianatan Talyda, pengulangan kalimat (gambara kejiwaan yang dalam) dan penutupan cerita tak terduga membuatnya pantas dijadikan salah satu sasaran baca penggemar thriller.

Iklan

2 responses to “Pintu Terlarang

  1. Saya suka novel ini. Digarap dengan intens. Bahwa masih jauh dibandingkan novel psikologi dari luar, iya, tetapi novel ini mampu menyembunyikan ceritanya dengan baik 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s