Pembunuhan Atas Roger Ackroyd


pembunuhan atas roger ackroyd, agatha christie, gramedia pustaka utama, kriminal, detekrip, hercule poirotJudul Buku: Pembunuhan Atas Roger Ackroyd
Pengarang: Agatha Christie
Alihbahasa: Maria Regina
Tebal Halaman: 338
Penerbit: P.T Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 1990, cetakan ketiga
ISBN:-

Roger Ackroyd meninggal hari Jum’at tanggal 17 September malam hari setelah sebelumnya Nyonya Ferrars meninggal hari Kamis tanggal 16 September. Lehernya ditikam dengan sebilah pisau koleksinya sendiri. Yang membuatnya rumit banyak orang yang berkepentingan dengan kematiannya namun Hercule Poirot, Sang Penyelidik, justru mempunyai jawaban yang tak diduga.

Desa King’s Abbot adalah sebuah desa kecil di Inggris. Tidak banyak yang bisa dilakukan disana kecuali bergunjing. Pada hari Kamis, tanggal 16 September, Nyonya Ferrans meninggal. Dokter James Sheppard dipanggil untuk memeriksa jenasahnya pada Jumat pagi. Ia menyatakan bahwa Nyonya Ferrans meninggal karena terlalu banyak meminum Veronal. Dokter tersebut menduga kalau Nyonya Ferrars terlalu bersedih karena kematian suaminya yang meninggal setahun lalu sehingga untuk bisa tidur istrinya tersebut harus meminum obat tidur. Hanya sayangnya kali ini terlalu banyak. Dokter tersebut mengatakan demikian karena dia sendiri juga yang memeriksa jenasah Tuan Ashley Ferrars. Diagnosanya saat itu menyatakan bahwa Tuan Ferrars meninggal karena peradangan lambung akut. Peradangan ini diperparah karena kebiasaan Tuan Ferrans meminum minuman keras dalam jumlah banyak. Caroline, kakak James Sheppard tak percaya. Perawan tua itu menduga kalau Tuan Ferrans meninggal karena diberi racun Arsenicum oleh istrinya.

Selesai makan pagi, Sheppard mengunjungi pasien-pasiennya. Ditengah jalan, ia bertemu dengan Roger Ackroyd. Pria itu tampak gelisah dan mengundang makan malam Dokter Sheppard pada pukul 7.30. Ia akan membicarakan satu hal penting sesudah makan malam.

Beberapa menit sebelum pukul 7.30, Sheppard sudah tiba di Fernly Park, kediaman Roger Ackroyd. Sebelum ia membuka pintu ruang tamu. Ia mendengar ada suara klik dibalik pintu. Setelah pintu terbuka, ia terkejut karena hampir ditabrak oleh kepala pembantu Fernly Park, bernama Nona Russel. Gadis itu tampak kehabisan nafas karena terlalu banyak berlari. Setelah makan malam selesai. Sheppard dan Roger Ackroyd menuju ruang kerjanya. Mayor Hector Blunt, teman Ackroyd; dan Geoffrey Raymond, sekretaris Ackroyd, bermain bilyar. Pertandingan bilyar tersebut disaksikan Ipar Ackroyd pada pukul 21.45, kemudian janda tersebut pergi tidur pukul 21.55.

Setelah menyuruh Sheppard menutup jendela agar tidak ada orang yang mendengar, Ackroyd mengatakan kepada Sheppard bahwa dia dan Nyonya Ferrars telah bertunangan. Tetapi sebelum mengumumkan pertunangannya, Nyonya Ferrars mengakui bahwa dia telah meracuni suaminya sendiri, Ashley Ferrars. Berikutnya Ackroyd juga menjelaskan bahwa Nyonya Ferrars telah diperas oleh seseorang sehingga janda tersebut ketakutan. Saat sedang memperbicangkan siapa pemeras tersebut, seorang pelayan Ackroyd bernama Parker masuk ke dalam ruangan dan mengantarkan sebuah surat dalam nampan pada pukul 20.40. Surat tersebut ternyata dari Nyonya Ferrars. Sheppard menduga bahwa di surat tersebut terdapat nama pelaku pemerasan, tetapi Ackroyd tidak mau membacakan untuk Sheppard.

Sheppard pulang pada pukul 20.50. Di tengah jalan, ia berpapasan dengan orang asing. Orang tersebut menanyakan dimana letak Fernly Park. Saat itu jam menunjukkan pukul 21.00 karena lonceng gereja berbunyi sebanyak itu. Ia sampai di rumah pukul 21.15. Saat Sheppard menaiki tangga menuju tempat tidurnya, ia dikejutkan dengan bunyi telepon pada pukul 22.15. Sheppard terperanjat. Karena telepon tersebut mengabarkan kalau Roger Ackroyd meninggal. Seketika itu juga ia berbalik kembali ke Fernly Park. Nantinya akan terbukti, bahwa telepon tersebut bukan dari rumah Ackroyd, tetapi dari Setasiun King’s Abbot yang pada pukul 22.23 memberangkatkan kereta api menuju Liverpool.

Pintu kamar kerja Ackroyd didobrak oleh Sheppard dan Parker. Roger diketemukan duduk di kursi menghadap ke perapian. Api perapian tersebut dalam keadaan kecil. Sebuah pisau dari Tunisia, pemberian Mayor Hector Blunt tertancap di belakang. Sheppard lantas menyuruh Parker untuk memanggil Polisi dan mulai memperkirakan waktu kematian Ackroyd. Dokter tersebut berpendapat kalau Ackroyd sudah meninggal sekitar setengah jam. Pernyataan itu ia ucapkan pada jam 22.30. Dari hasil penyelidikan Inspektur Raglan, pembunuhan dilakukan dalam waktu seperempat jam, mulai pukul 21.45 (saat Flora Ackroyd menyatakan melihat Pamannya hidup dan mengucapkan selamat malam untuk tidur) sampai pukul 22.00. Flora Ackroyd tidak puas dengan penyidikan Polisi. Ia akhirnya meminta detektif swasta bernama Hercule Poirot untuk ikut menyelediki pembunuhan tersebut.

Hercule Poirot menemukan fakta menarik.

  1. Parker mengatakan ada hal yang aneh dengan kursi yang terletak diantara pintu dan jendela. Kursi tersebut ditarik keluar dua-tiga kaki dari dinding dan memutarnya sehingga menghadap ke pintu.

  2. Saat terjadi pembunuhan, suhu udara begitu dingin dan api di perapian hampir padam. Tetapi anehnya jendela terbuka. Padahal jelas-jelas dokter Sheppard menguncinya atas permintaan Roger Ackroyd.

  3. Ada seorang penjual menawarkan kepada Roger Ackroyd sebuah dictaphone.

  4. Uang Ackroyd sejumlah 100 Pond di kamar berkurang 40 Pond.

  5. Flora Ackroyd mengucapkan selamat malam pada Roger Ackroyd pukul 21.45. Keterangan ini diperkuat oleh Parker yang saat itu akan mengantarkan minuman untuk Roger.

  6. Surat-surat yang terletak diatas meja kerja Roger telah hilang.

  7. Jarak dari rumah jaga (dekat pintu gerbang) ke rumah induk adalah 5 menit atau kurang dari 5 menit jika memotong ke teras, tetapi dokter Sheppard membutuhkan waktu sepuluh menit. (Meninggalkan kamar kerja pukul 20.50 dan sampai gerbang pukul 21.00)

Dari kejanggalan waktu tempuh Sheppard, Poirot mulai merekonstruksi pembunuhan tersebut di dalam otaknya. Masalah penguncian jendela hanya didapatkan dari mulut Sheppard. Tidak ada seorang saksi. Jadi bisa saja jendela tersebut tak pernah dikunci. Pembunuhan kemungkinan dilakukan saat dokter Sheppard masih di ruangan sebab tak mungkin Sheppard masuk lagi lewat jendela, karena Roger pastilah akan mengetahuinya dan terjadi pergumulan. Namun ada ketidaksesuaian. Flora Ackroyd menyatakan masuk ke ruang kerja Roger dan mengucapkan selamat malam pada pukul 21.45, sedangkan jika pembunuhan dilakukan saat Sheppard di ruangan Roger, berarti Roger seharusnya sudah meninggal sejak 20.50 atau kurang. Poirot lantas menghubungkan kehilangan uang sebesar 40 Pond dengan Flora. Gadis itulah yang mencuri uang tersebut. Ketika dia kan menuruni tangga kamar Roger dia mendengar suara Parker membawa minuman untuk Roger. Flora lantas berpura-pura memegang pegangan pintu, seakan-akan dia baru saja masuk ke kamar kerja Roger. Sehingga dengan demikian Flora tidak pernah mengetahui bahwa Roger sudah meninggal karena dia tak pernah masuk ke kamar kerja.

Terdapat kejanggalan lain. Mayor Hector Blunt mendengar suara Roger diatas jam 20.50. Poirot lantas menghubungkan dengan keberadaan dictaphone. Sheppard mempunyai kegemaran mengotak-atik alat mekanis. Dia membuat alat dari weker sehingga pada jam yang dia inginkan alat tersebut akan membunyikan dictaphone.

Pembunuhan di novel ini dirancang dengan cermat. Disisipi berbagai hal untuk membingungkan pembaca (waktu-waktu alibi). Ditambah dengan beberapa cerita tambahan disamping cerita utama untuk mengaburkan siapa pembunuhan. Ilmu bedah mayat di jaman Agatha Christie mungkin tak secanggih saat ini sehingga perbedaan waktu kematian menjadi hal rumit di novel ini. Jika pembunuhan Roger terjadi saat ini, saya rasa akan dengan mudah mematahkan alibi dokter Sheppard.

Saya rasa Agatha Christie cukup baik memilih POV 1 dari sudut pandang dokter Sheppard. Sepanjang novel pun dokter Sheppard berlaku seperti asisten Hercule Poirot. Dengan demikian saya sendiri dan mungkin pembaca lainnya benar-benar tak menduga bahwa justru Sheppard sendiri, Sang Narator novel, pembunuhnya sendiri. Posisinya dalam novel benar-benar menyembunyikannya dari kecurigaan pembaca.

Hercule Poirot sering mengeluarkan kata-kata berbahasa perancis. Ini sangat mengganggu. Jika anda membaca novel ini saat ini, anda tak akan terlalu susah menerjemahkan sendiri lewat translate.google.com atau kamus elektronik lainnya. Masalahnya, saat saya membaca novel ini pada tahun 1990. Saat itu internet belum ada di Indonesia, apalagi google.com. Kamus saya pun cuma bahasa inggris. Kenapa editor tak memberikan catatan kaki, ya?

Di mata saya, rencana pembunuhan di novel ini hampir sempurna. Hanya saja ada satu hal yang mengganggu logika saya. Sheppard menyuruh salah seorang pasiennya untuk menelepon dari setasiun dalam perjalanannya pulang ke Amerika. Telepon inilah yang dijadikan salah satu alibinya. Hanya saja menurut saya sangat riskan menyuruh orang tak dikenal untuk menelepon salah seorang pasien dan melaporkan hasil percakapannya kepada Sheppard. Kalau saya jadi pasien tersebut saya akan menjawab: Emang Gue Pikirin! Orang tersebut tak mengenal Sheppard. Bukan saudara. Juga tak merasa berhutang budi pada Sheppard. Kok sepenuh hati sekali membantu dokter Sheppard?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s