Pembunuhan di Sungai Nil


pembunuhan di sungai nil, agatha christie, hercule poirot, gramedia pustaka utamaJudul Buku: Pembunuhan di Sungai Nil
Penulis: Agatha Christie
Alihbahasa: Mareta
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 1995, cetakan ketiga
Tebal Halaman: 347
ISBN:-

Linnet diketemukan dalam keadaan tewas di kabinnya. Sebuah lubang bekas peluru kaliber 22 ada diatas telinga. Jackie merasa histeris dan ketakutan karena pembunuhan tersebut terjadi setelah beberapa saat Jackie menembak kaki Simon Doyle karena marah. Kolonel Race bingung, terutama karena pistol Jackie tak diketemukan dan meminta bantuan Hercule Poirot untuk membantunya memecah misteri tersebut.

Linnet Ridgeway memiliki segala hal yang diinginkan seorang wanita muda. Kaya, cantik, muda, cerdas, bertubuh indah dan pewaris tunggal kekayaan orangtuanya. Namun bagi Jacqueline de Bellefort—sahabatnya—kebaikan hati Linnet yang lebih disenanginya. Suatu hari Jackie meminta Linnet agar memberi pekerjaan pada tunangannya, Simon Doyle, sebagai agen tanah bagi Linnet. Tentu saja Linnet tak tega menolak dan menyuruh Jackie agar membawa tunangannya untuk diperkenalkan pada Linnet. Ini bencana. Simon Doyle dan Linnet ternyata saling mencintai dan mereka menikah dua bulan kemudian dan berbulan madu di Mesir.

Andrew Pennington terkejut ketika mengetahui Linnet menikah. Ia adalah wali Linnet. Gadis itu kehilangan kedua orangtuanya saat usianya belum genap 21 tahun. Tetapi jika Linnet telah menikah maka mau tak mau perwaliannya batal dan Linnet sudah boleh mengurusi seluruh kekayaannya sendiri. Masalahnya, Pennington menggunakan kekayaan Linnet untuk bermain di bursa Wallstreet dan saat ini dia telah mengalami kekalahan dalam jumlah besar. Pennington membaca pada surat kabar jika Linnet akan berbulan madu di Mesir. Pennington menyusul kesana.

Tim Allerton dan Ibunya adalah kerabat dari Joanna Southwood. Tim adalah sepupu Joanna dan dia sendiri adalah teman Linnet. Tanpa sepengetahuan ibunya, Tim dan Joanna berprofesi sebagai pencuri mutiara. Tim dan Ibunya sudah jemu dengan tempat liburan mereka dan memutuskan ke Mesir sebagai rencana liburan berikutnya.

Nyonya Otterbourne adalah penulis novel detektif yang dibumbui seks. Beserta dengan anaknya—Rosalie Otterbourne—berlibur ke Mesir setelah merasa tak dihargai di tempat mereka berlibur saat ini. Rosalie adalah gadis yang pemurung sebab ia mengetahui bahwa ibunya kecanduan minum minuman keras setelah merasa novel-novelnya tak laku di pasaran.

Jackie, yang tidak terima karena Simon Doyle memutuskan pertunangan mereka, sering menguntit perjalanan bulan madu Linnet dan Simon. Untuk menghindari Jackie, Simon dan Linnet berencana akan mengikuti paket wisata diam-diam. Wisata tersebut akan menggunakan kapal api Karnak yang mempunyai rute dari Shellal ke Wadi halfa. Betapa terkejutnya pengantin muda ini ketika menjumpai Jackie ada di kapal tersebut.

Di suatu malam, ruang kaca pada kapal agak sepi. Hanya terdapat Cornelia Robson, Simon Doyle, Jim Fanthorp dan Jackie setelah Linnet, Pennington dan Kolonel Race menghentikan permainan brigde dan pergi tidur. Sedangkan Nona Van Schuyler ditemani Nona Bowers berlalu menuju kabin setelah kesal karena stola miliknya hilang.

Jackie yang ditemani oleh Cornelia Robson terlalu banyak minum. Ia mulai melampiaskan kekesalannya pada Simon Doyle. Di puncak kemarahannya, Jackie mencabut pistol dan mencoba menembak Simon Doyle dan mengenai kaki Simon. Segera saja ruangan menjadi gaduh. Jackie menangis karena menyesal.

Simon meminta Fanthorp dan Cornelia membawa Jackie ke kabinnya. Kemudian Fanthorp kembali menemui Simon setelah meminta Cornelia agar memanggil perawat Nona Van Schuyler, bernama Nona Bowers, agar membantu menenangkan Jackie. Dia sendiri segera ke kabin dr Bessner untuk meminta bantuan. Mereka berdua lantas membawa Simon Doyle ke kabin dr Bessner untuk diobati. Setelah diobati, Simon meminta Fanthorp agar mengambil pistol Jackie. Namun Fathorp kembali tanpa hasil. Pistol tersebut telah hilang.

Keesokan hari, Kolonel Race menemui Hercule Poirot, seorang detektif berkebangsaan Belgia. Ia melaporkan bahwa semalam telah terjadi pembunuhan terhadap Linnet. Mulailah dilakukan penyelidikan dengan mewawancarai semua penumpang satu persatu. Belum selesai penyelidikan, terjadi pembunuhan kedua terhadap pelayan Linnet—bernama Louise Bourget. Dia mati di kabin. dr Bessner mengenali bekas tusukan di tubuhnya adalah tusukan pisau bedah. Di jari-jaringnya terselip robekan uang Franc.

Hercule Poirot, Kolonel Race dan dr Bessner segera ke kabin dr Bessner untuk melihat pisau bedah tersebut. Ketika mereka sedang berdiskusi, mereka mendengar Nyonya Otterbourne berteriak dari luar kabin untuk menemui mereka. Ia mengatakan bahwa dia tahu siapa yang membunuh Louise Bourget. Namun belum sempat ia mengucapkan sebuah nama, terdengar letusan senjata api. Nyonya Otterbourne roboh dan meninggal. Di depan kabin dr Bessner diketemukan revolver milik Pennington.

Poirot mulai merekonstruksi pembunuhannya setelah Kolonel Race mendapatkan pistol Jackie dari laut. Pistol tersebut dibalut dengan stola milik Nona Van Schuyler. Beberapa fakta didapatnya dari wawancara dengan para penumpang dan fakta lapangan.

Fakta Lapangan:

  1. Beberapa penumpang mendengar suara sesuatu diceburkan ke air

  2. Beberapa orang mendengar suara orang berlari di depan kabin mereka

  3. Pistol milik Jackie dibalut dengan stola milik Nona Van Schuyler. Jika memang demikian seharusnya tak ada bekas gosong pada luka tembak di kepala Linnet.

  4. Bukti-bukti pembunuhan diarahkan ke Jackie, tetapi mengapa pistol pembunuhan sengaja dibuang?

Fakta dari Wawancara Penumpang:

  1. Louise Bourget terlihat tidak jujur

  2. Tim Allerton terlihat menyembunyikan sesuatu.

  3. Ada waktu dimana Simon Doyle ditinggal sendirian karena Fanthorp dan Cornelia mengantar Jackie ke kabinnya.

Saat Poirot memeriksa pistol Jackie. Ia menyadari bahwa peluru yang terpakai ada tiga, padahal seharusnya ada dua peluru saja yang ditembakkan. Satu peluru ditembakkan Jackie ke kaki Simon. Satu peluru lagi ditembakkan ke kepala Linnet.

Poirot juga merasa aneh dengan keberadaan balutan stola pada pistol. Apa maksudnya? Penembak profesional pasti tahu bahwa stola tersebut tidak cukup meredam suara pistol. Kalaupun memang benar-benar dipakai sewaktu menembak Linnet, kenapa ada bekas gosong pada luka tembak di kepala Linnet? Ia menduga bahwa balutan stola tersebut tidak ditujukan pada Linnet tapi pada maksud lain. Kesendirian Simon setelah ditembak karena orang-orang mengantar Jackie ke kabinnya membuat Poirot curiga kalaulah Simon pembunuh Linnet. Lantas bagaimana bisa Simon membunuh Linnet sementara dia sendiri ditembak? Jawabannya: Jackie tidak menembak Simon tetapi ke arah perabotan. Ketika dia sendirian, ia berlari ke arah kabin Linnet dan membunuhnya. Setelah itu ia berlari kembali ke arah ruang kaca dan menembak dirinya sendiri dengan menggunakan balutan stola.

Bagi pembaca pemula. Pembaca yang baru saja membaca novel detektif. Novel ini agak membosankan di awal. Kisah penyelidikannya baru dimulai di halaman 155. Sebelum halaman ini pemaparan kisahnya lebih ke pribadi calon tersangka. Bentrokan antara Linnet dan orang hanya terpusat ke Jackie. Tentu saja ini membuat saya curiga bahwa ini adalah cara Agatha Christie membuat pembaca berpikiran Jackie bukan pembunuhnya. Sebab sudah menjadi hal umum di cerita -ceritanya bahwa yang terlalu-kentara justru yang bukan-pembunuhnya. Namun saya berubah pendirian saat Jackie dan Simon justru terlihat tak terlibat (Jackie pulas tertidur setelah disuntik morfin oleh Bowers sementara Simon dalam keadaan kaki tertembak sedang berbaring di kamar dr Bessner). Tentu saja ini hanya berdasar intuisi saya bukan bukti.

Ciri khas Agatha Christie yang kedua adalah penyisipan cerita minor disamping cerita utama. Dengan demikian semakin memperumit kesadaran kita untuk mengingat fakta-fakta. Bahkan seringnya Penulis mengecoh dengan menurunkan tingkat kecurigaan pembaca pada karakter tertentu atau sebaliknya, menaikkan kecurigaan pembaca pada tokoh yang nantinya justru bukan pembunuh. Tetapi lebih dari itu, saya mengagumi Penulis karena meskipun karya-karya Agatha Christie berdekatan dengan Sir Arthur Conan Doyle, tokoh Hercule Poirot berbeda dengan Sherlock Holmes. Menurut saya, Poirot lebih menekankan pada psikologi sedangkan Holmes lebih ke bukti fisik. Tidak heran kalau Holmes sangat ahli membedakan abu cerutu berbagai merek dan tempat sementara hasil karya Poirot “Mungkin tak dapat dibawa ke pengadilan”

Saya sukar mengkritik cara pembunuhan disini. Hanya saja ada satu yang menjadi tanda tanya. Saya memang tidak pernah berpergian dengan kapal laut sehingga jujur tak tahu keadaan kabin. Tapi apakah kabin-kabin di kapal laut tak mempunyai kunci? Sehingga dengan mudah Jackie mengambil pistol Pennington untuk membunuh Mrs Otterbourne atau Tim Allerton dengan mudah mencuri mutiara Linnet? Apalagi ini adalah kapal wisata. Bukan kapal biasa.

Masalah tertinggalnya sobekan uang Franc di tangan Louise Bourget juga menjadi tanda tanya saya. Jackie membunuhnya dalam keadaan tergesa-gesa, sehingga saat dia mengambil kembali uang dari Louise, lebam mayat belum terjadi (lebam mayat terjadi 8 jam setelah mati. Setelah terjadi, tubuh mayat akan kaku) sehingga seharusnya tangan Louise masih lemas. Kalaupun terjadi sobekan, kenapa mesti sedikit? Saya membayangkan Louise membayangkan menggenggam setengah dari uang dengan keadaan setengah terlipat. Dengan demikian jika memang harus robek seharusnya agak banyak. Tapi saya memang tidak mempraktekkan pada mayat, sehingga juga tidak tahu secara pasti.

9 responses to “Pembunuhan di Sungai Nil

  1. Thank you. Akhirnya.

    Next review: you know.

    Suka

  2. Aku juga suka AC. Btw, soal kabin kapal, sepertinya memang jaman dulu gak ada kuncinya ya, ato klopun ada sepertinya mudah dibuka (pintu yang tutupnya secara mekanik), atau sudah menjadi kebiasaan kalau penumpang tidak mengunci pintunya.
    Kalau kabin kapal untuk banyak orang (bukan single), seperti kabin kereta api untuk 4 atau 6 orang, memang sering orang gak kunci pintu. Tapi klo kabin single, gak tahu juga yach😀 Di buku AC yang lain, juga disebutin klo ada orang di kabin sebelahnya mencuri barang di kabinnya (di kapal), tapi gak disebutin soal pintunya didobrak ato kuncinya rusak. Juga di buku AC yang lain, Poirot dengan mudah masuk kamar orang (sepertinya jaman dulu memang mudah ya membuka pintu yang terkunci)😀

    Suka

  3. dulu waktu remaja, banyak buku AC yg saya baca, skrng jadi lupa cerita2nya🙂.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s