Misteri di Styles


misteri di styles, agatha christie, gramedia, hercule poirotJudul: Misteri di Styles
Penulis: Agatha Christie
Penerbit: Gramedia
Alihbahasa: Mareta
Tahun Terbit: 1989, cetakan kedua
Tebal Halaman: 272
ISBN: 979-403-150-X

Emily dibunuh dengan racun di kamarnya. Semua pintu kamarnya terkunci dan tak ada jejak racun pada semua minumannya. Penjual obat ingat bahwa Alfred membeli obat sebelum kejadian. Namun Poirot tidak menyukai bukti-bukti yang terlihat jelas

Kapten Hastings terluka karena perang. Pihak militer memberinya cuti selama sebulan. John Cavendish menawarkan rumah ibunya—Styles—di Essex, kepada Hastings sebagai tempat istrirahat pemulihan. Disana ia bertemu dengan teman lamanya, Hercule Poirot. Mantan detektif Belgia yang sedang mengungsi ke Inggris karena perang dan ditampung oleh Emily—Ibu John Cavendish—seorang wanita berumur tujuh puluhan dan baru tiga bulan lalu menikah dengan Alfred Inglethorp. Umur pria itu dua puluh tahun lebih muda dari istrinya.

Sesampainya di rumah, Hastings diperkenalkan dengan para penghuninya. Hari itu tepat tanggal 5 Juli. Pertama-tama ia berkenalan dengan Evelyn Howard, sekretaris Emily, sekaligus sepupu dari suaminya. Kemudian dengan Mary Cavendish, istri John Cavendish. Lantas setelah itu dengan Cynthia Murdock. Anak dari teman sekolah Emily yang diangkat sebagai anak asuh. Gadis ini bekerja di rumah sakit setempat di bagian obat-obatan.

Pada tengah malam terjadi kegaduhan. Hastings dibangunkan oleh Lawrence Cavendish. Ia mengatakan bahwa ada suara-suara dari kamar ibunya. Adik John ini curiga kalau ibunya sakit. Di depan pintu Emily yang terkunci berdiri Hastings, John, Lawrence, Dorcas dan para pembantu. Mereka mencoba masuk melalui pintu penghubung antara kamar Emily dan suaminya—yang saat itu sedang bermalam di rumah temannya. Sialnya, terkunci. Kemudian mereka teringat kalau kamar Cynthia di sisi lain kamar Emily juga mempunyai pintu penghubung. Di kamar Cynthia mereka mendapati Mary sedang mengguncang-guncang gadis itu agar bangun.

Karena tak ada cara lain, akhirnya mereka mendobrak pintu kamar Emily. Mereka melihat Emily menggeliat-geliat dan meninggal setelah mengatakan nama suaminya. Dokter Wilkins dan dokter Bauerstein yang datang secara tak sengaja malam itu mencurigai kalau Emily diracun. Atas anjuran Hastings, John Cavendish meminta Hercule Poirot untuk membantu mencari pembunuhnya.

Hastings mengatakan pada Poirot bahwa dia curiga kalau Emily diracun strychnine. Poirot tak setuju. Alasannya, racun tersebut adalah racun yang memberikan efek cepat. Karena kopi yang diminumnya disuguhkan di sekitar jam delapan. Dengan demikian seharusnya Emily akan mati setengah jam dari jam tersebut namun pada kenyataannya, Emily mati pada pukul 5 pagi.

Saat Poirot menemukan tonik dan sekotak bekas bromida kosong di kamar Emily dan berdasarkan kesaksian seseorang akan pertengkaran Mary dan Emily, Poirot mulai dapat merekonstruksi pembunuhan tersebut.

Mary memberikan narkotik pada kopi yang diminum Cynthia dan Emily. Narkotika inilah yang menghambat kerja strychnine. Lantas kapan strychnine masuk ke dalam tubuhnya? Saat ia meminum tonik-nya. Resep toniknya terdiri dari campuran larutan strychnine sulph, Potase Bromide, Aqua ad, dan Fiat Mistura. Strychnine akan mengendap di dasar botol saat dicampur dengan Bromida.

Alfred dan Evelyn Howard melakukan pembunuhan untuk menguasai harta Emily. Rencana ini hampir saja gagal karena Emily secara tak sengaja menemukan surat yang ditulisnya untuk Evelyn Howard. Surat tersebut menyiratkan kalau ia bersekongkol dengan Evie untuk mencelakai Emily. Tetapi secara kebetulan mereka sudah merancang agar obat tonik Emily habis pada tanggal 15 Juli, sehingga pada tanggal 16 Juli Emily seharusnya mati (karena minum endapan strychnine yang tertinggal di dasar botol) namun gagal karena Emily lupa minum tonik. Sehingga baru pada jam 5 tanggal 17 Juli Emily mati.

Cerita di novel ini dibawakan sebagai POV 1 dan narator dari sudut pandang Hastings. Untunglah seperti itu. Sebab dengan demikian pikiran-pikiran Hercule Poirot masih misteri bagi pembaca sehingga membiarkan pembaca tebak-tebakan pembunuhnya sampai akhir cerita. Saya rasa ini adalah salah satu dari cerita kriminal terbaik Agatha Christie. Alasan saya adalah: Sedikit kebetulan, melibatkan pengetahuan kimia (tidak hanya psikologi), penyertaan denah rumah tempat terjadinya peristiwa pembunuhan sehingga pembaca dapat mengikuti penjelasan Hercule Poirot.

Alur dan plot jangan ditanya. Agatha Christie jago membuat jalan cerita berputar-putar dan menggemaskan. Dan yang saya paling suka. Round Character-nya lumayan banyak. Sebagai catatan. Round Character adalah karakter yang berkembang dari awal cerita ke akhir cerita. Lawan dari round character adalah flat character. Diantara keduanya ada yang dinamakan messenger character. Dengan adanya round character yang banyak membuat saya sebagai pembaca merasa dunia novel ini terasa riil. Tokoh utama, Hercule Poirot, harus mendapat rintangan. Dan akan terasa nyata jika tokoh round character lainnya juga berpikir dan bertindak dinamis, tidak hanya sekedar pelengkap tokoh utama.

Penambahan permasalahan minor, pembingungan pembaca dengan mengarahkan pada tokoh tertentu serta pemakaian psikologi adalah cara penulis meramu novel-novel kriminalnya. Bagi kita yang jarang mengotak-atik karakter, sulit untuk memahami cara Poirot memecahkan masalah-masalahnya. Saya juga. Terutama saat Poirot dengan begitu gampangnya mengatakan bahwa bukan Alfred yang membeli obat tetapi Evelyn Howard hanya karena postur mereka sama: Tinggi hampir sama dan suara seperti laki-laki. Bagi saya, menyamar lintas kelamin itu sulit. Perempuan harus menyembunyikan (Maaf) buah dada untuk menyamar menjadi pria. Pria pun harus menyembunyikan jangkun untuk menjadi wanita (atau Nona Howard adalah “kutilang darat” alias KUrus TInggi LANGsing DAda RATa?). Saya lebih bisa menerima jika Nona Howard adalah artis teater atau pernah kerja di sirkus daripada seorang biasa.

2 responses to “Misteri di Styles

  1. Sebastian oktomy Valkes

    Saya mau tanya, kalau mau nerbitin buku di gramedia gmana caranya ya ?????/

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s