Saksi Bisu


saksi bisu, agatha christie, gramedia pustaka utama, hercule poirotJudul Buku: Saksi Bisu
Penulis: Agatha Christie
Penerbit: Gramedia
Alihbahasa: Indri K Hidayat
Tahun Terbit: 1989, cetakan keempat
Tebal Halaman: 371
ISBN: –

Surat dari Nona Emily Arundel untuk Hercule Poirot datang terlambat. Emily sudah mati. Namun Poirot tetap menyelidiki kemungkinan Emily dibunuh.

Poirot heran setelah membaca surat dari Nona Emily Arundel. Tanggal surat tersebut adalah 17 April, tetapi surat tersebut diterima Poirot pada 28 Juni. Maksud dari surat tersebut tak jelas. Namun Poirot dan Kapten Hastings tetap menuju Puri Hijau—rumah Emily Arundel—yang terletak di Market Basing. Satu jam setengah perjalanan dari London.

Sesampai disana mereka berdua terkejut. Rumah tersebut ternyata akan dijual. Penjaga rumah disana menyatakan kalau Emily Arundel sudah meninggal pada tanggal 1 Mei. Berlagak sebagai pembeli rumah, mereka berdua masuk ke rumah tersebut. Dalam surat Emily menyebut-nyebut tentang kecelakaan dirinya yang disebabkan oleh bola mainan dari anjingnya. Maka Poirot langsung memeriksa tangga tempat Emily jatuh terguling-guling setelah menginjak bola mainan. Di pegangan tangga sisi dinding, ia menemukan paku dicat hitam. Dia langsung menduga bahwa sebenarnya Emily jatuh bukan karena bola anjingnya tetapi karena benang yang diikat dari sisi pegangan tangga satu ke sisi yang lain. Lagipula, Poirot mendapat fakta bahwa Bob—anjing Emily—semalaman berada di luar rumah, sehingga tidak mungkin bermain-main dengan bolanya di ujung tangga.

Poirot tak mendapatkan fakta untuk mendukung pembunuhan. Dokter Grainger—dokter yang merawat Emily—menyatakan bahwa Emily meninggal karena sakit kuning. Kakak beradik Tripp dan Minnie Lawson (pembantu pribadi Emily) menyatakan bahwa malam sebelum Emily meninggal keadaannya sehat-sehat saja bahkan mereka bermain memanggil arwah bahkan saat itu mereka melihat ada asap keluar dari mulut Emily dan naik sampai ke kepalanya.

Pada hari Jumat, tanggal 12 April—malam menjelang Paskah—Keponakan-keponakan Emily berkunjung ke rumahnya. Mereka adalah kakak-adik Charles dan Theresa Arundel, Bella dan Suaminya, Tanios. Emily jatuh dari tanggal tanggal 14 April. Di malam itu, Nona Lawson tidak bisa tidur. Pintunya sedikit terbuka. Dari pantulan cermin di kamarnya, ia melihat perempuan sedang berjongkok di anak tangga teratas. Lampu 40 Watt yang terpasang di sana tak mampu memperlihatkan wajah wanita tersebut, tetapi bros pada dadanya bertuliskan AT, Arabella Tanios.

Bella menginginkan uang warisan karena ingin hidup enak. Sudah lama ia membenci suaminya karena suaminya menghabiskan uang untuk berspekulasi dan tak pernah kembali. Di pihak lain, ia juga ingin menyekolahkan anak-anaknya di Inggris dan berpakaian bagus seperti saudara sepupunya, Theresa. Bella mengetahui bahwa Emily meminum obat untuk penyakit lever. Sebagai seseorang yang sering membantu ayahnya di laboratorium, Bella memiliki beberapa pengetahuan tentang obat. Ia mengetahui bahwa gejala keracunan phospor sama seperti penyakit kuning. Dengan demikian akan menutup kecurigaan keracunan phospor.

Penyelidikan yang dilakukan di novel ini saya acungi jempol. Biasanya Poirot memanfaatkan kenalannya (seperti pejabat pemerintahan atau orang-orang scotland yard) untuk memberikan referensi agar dia dapat mewawancarai orang-orang. Tetapi disini, bahkan Emily sendiri sudah meninggal terlebih dahulu sebelum bertemu dengannya. Poirot terpaksa harus berusaha dengan berbagai cara agar orang-orang tersebut mau diwawancarai. Mulai dari berpura-pura sebagai pembeli rumah Emily, penulis buku biographi Jenderal Arundel dan pura-pura membantu menyelesaikan masalah warisan bagi Theresa dan Charles.

Tidak ada kisah sampingan diluar cerita utama yang cukup berarti. Biasanya justru ini yang membuat cerita kriminal Agatha Christie beda dengan kisah kriminal lainnya. Tetapi saya benar-benar menyukai penggambaran polah anjing. Penulis menggambarkan seakan-akan Bob, Sang Anjing, berdialog dengan dirinya sendiri dalam mengungkapkan pikirannya seperti dibawah ini:

“Siapa yang berani-beraninya masuk? Kuhajar dia,” begitu kelihatannya dia berkata.

(halaman 81)

Kata-kata ini diucapkan Bob ketika Poirot dan Hastings masuk ke Ruang Makan di Puri Hijau. Saya rasa justru ini yang membuat penggambarannya tidak membosankan dan hidup.

Ada beberapa penarikan kesimpulan Poirot yang saya garis bawahi. Kesimpulan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Kesimpulan bahwa Theresa-lah yang mengambil arsenik (dalam kandungan obat pembasmi semak) di kebun Agatha Christie selalu menandaskan bahwa racun adalah alat bunuh yang biasanya digunakan wanita. Okelah, saya tak menampik. Mungkin secara statistik atau psikologi demikian. Namun dalam jajaran tersangka ada dua wanita: Theresa dan Arabella. Kenapa Poirot yakin bahwa Theresa yang mengambil arsenik dan bukannya Bella? Sebagai bahan pemikiran, saya sertakan cuplikan perkataan Poirot:

    “….walapun begitu, saya merasa yakin, Theresa-lah yang mencuri obat pembasmi semak dari kalengnya.”
    (halaman 359)

    Tak ada bukti. Tak ada saksi. Dan Poirot yakin (bukan menduga) bahwa Theresa yang melakukannya.

  2. Kesimpulan bahwa Bella menempatkan diri sebagai wanita yang takut pada suami

    Menempatkan diri berarti berpura-pura. Tidak sebenarnya. Darimana Poirot mengambil kesimpulan ini? (Sekali lagi. Poirot yakin, bukan menduga)

    Coba bandingkan keyakinan Poirot diatas dengan Mengungkit Pembunuhan. Pada cerita Mengungkit Pembunuhan, Poirot menyadari bahwa dia sekedar menafsirkan dari fakta. Poirot sadar sepenuhnya bahwa andai kasus tadi dibawa ke pengadilan, kemungkinan menangnya adalah kecil. Sebab memang tak ada bukti yang mengarah pada pelakunya.

     

2 responses to “Saksi Bisu

  1. Kayaknya Mas suka banget ngereview buku ya? Join di Goodreads aja Mas. Plus, ikutan BBI…🙂 Komunitasnya seru tuh hehe.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s