Kucing di Tengah Burung Dara


KucingdiTengahBurungDara-AgathaChristieJudul Buku: Kucing di Tengah Burung Dara
Penulis: Agatha Christie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Alihbahasa: Ny. Suwarni AS
Sampul: Dwikoen
Tahun Terbit: 1992, Cetakan Kedua
Tebal Halaman: 355
ISBN: –

Pemberontakan di Ramat membuat Yusuf Ali harus membawa permata miliknya ke Inggris. Masalahnya, terlalu banyak yang mengincar permata seharga tiga perempat juta pound tersebut

Revolusi telah terjadi di negara Ramat. Penguasa saat itu, Pangeran Ali Yusuf, melarikan diri memakai pesawat bersama Robert Rawlinson, sahabatnya sekaligus pilotnya. Sayang, teknisi terpercayanya, ternyata seorang pengkhianat. Pesawat meledak. Keduanya tewas.

Sebelum kematian keduanya. Yusuf Ali telah mempercayakan batu-batu permata senilai tiga perempat juta pound kepada Robert. Dia menginginkan Robert membawanya keluar dari Ramat dengan segala cara. Robert lantas menyeludupkan permata keluar dari Ramat dengan menyembunyikan di raket keponakannya, Jennifer Sutcliffe, yang sedang menginap di Hotel Ritz Savoy bersama ibunya, Joan Sutcliffe.

Saat Jennifer mulai masuk sekolah di Meadowbank, Inggris, terjadi beberapa peristiwa pembunuhan. Korban pembunuhan pertama adalah seorang guru olahraga, Miss Springer di Pavilyun Olahraga. Di malam pembunuhan itu, Bu Springer melihat ada sebuah cahaya di Pavilyun Olahraga dari kamarnya. Dengan berani ia menuju ke Pavilyun tersebut. Malangnya Sang Pembunuh menembaknya. Pembunuhan kedua terjadi atas diri Bu Eleanor Vanssittart. Seseorang menghantamnya dengan karung pasir. Korban pembunuhan ketiga adalah seorang guru bahasa perancis bernama Mademoiselle Blanche. Rupanya Banche mengetahui siapa pembunuhnya tetapi tak melaporkan pada Polisi. Ia mencoba memeras pembunuhnya. Belum sempat mendapat uang perasan ia terlebih dahulu dibunuh dengan menghantamkan karung pasir pada dirinya.

Pencari Permata tak mengetahui bahwa Jennifer bertukar raket dengan Julia Upjohn. Jennifer merasa raketnya tidak seimbang, sementara Julia merasa raketnya sudah terlalu tua. Julia adalah gadis pintar. Ketika mendapat fakta banyak orang terbunuh di Pavilyun Olahraga dan masing-masing pembunuhan diawali dengan cerita ada seberkas sinar di gedung tersebut. Dia berpikiran ada seseorang yang sedang mencari sesuatu. Ia menghubung-hubungkan dengan raket milik Jennifer. Dan setelah memeriksa raket itu, ia menemukan persembunyian permata disana. Ia lantas teringat dengan Hercule Poirot, seorang detektif yang pernah diceritakan oleh bibinya, Nyonya Summerhayes. Dengan pasti. Ia menceritakan segala pengetahuannyan tentang peristiwa di Meadowbank pada detektif Belgia itu.

Poirot yang sudah membaca tentang revolusi di Ramat, segera menyadari bahwa permata adalah penyebab pembunuhan-pembunuhan di Meadowbank. Apalagi disana ada Puteri Shaista. Sepupu Yusuf Ali. Juga tunangannya. Dari hasil wawancaranya dengan beberapa orang Meadowbank. Poirot mendapat fakta sebagai berikut:

  1. Pada saat mengantar puterinya, Julia Upjohn, Nyonya Upjohn merasa melihat seseorang yang cukup dikenalnya. Nyonya Upjohn sendiri adalah orang yang berprofesi sebagai mata-mata, sehingga Poirot menduga orang yang dilihat Nyonya Upjohn adalah seseorang dari dunia intelijen.

  2. Ada tiga orang karyawan baru di Meadowbank: Miss Springer, Mademoiselle Blanche, dan Miss Ann Shapland. Jika pembunuhan ini masalah permata, maka kemungkinan terbesar pelakunya adalah orang-orang yang baru dan orang yang kemungkinan pernah berada di Ramat.

  3. Miss Springer dan Modemoiselle Blanche telah meninggal, sehingga tinggal Ann Shapland dan Eileen Rich. Poirot membuktikan bahwa Eileen ke Ramat bukan karena memata-matai keluarga Upjohn tetapi karena dia mengasingkan diri untuk sementara waktu. Eileen hamil diluar pernikahan dan tidak ingin dipecat oleh Bu Bulstrode

Untuk ukuran saya sebagai penggemar cerita kriminal, struktur cerita di novel ini agak membosankan. Dalam 355 halaman, Hercule Poirot baru muncul mulai halaman 253. Penyelidikannya pun tidak dapat dikatakan “cerdik”. Poirot “hanya” meminta konfirmasi pada temannya di Swiss untuk memastikan Puteri Shaista yang asli. Poirot memerlukan bantuan Nyonya Upjohn untuk memastikan bahwa Ann Shapland-lah yang membuatnya kaget karena “apa urusannya” berada di Meadowbank. Saya tak berpendapat bahwa hal ini buruk, namun membuat pembaca tak bisa ikut berpikir-pikir siapa pembunuhnya.

Pemaparan revolusi Ramat diawal-awal cerita menghapus rasa misteri. Dengan demikian cuma tinggal rasa-penasaran-siapa-pembunuhnya saja yang membuat saya terus membaca Kucing di Tengah Burung Dara. Untung saja, ciri novel kriminal Agatha Christie yang lainnya masih ada. Dialog-dialog yang cerdas. Saling nilai antar karakter-karakter didalamnya yang saling berhubungan. Plot yang bercabang-cabang membuat novel ini masih pantas dibaca, meski sebagai roman biasa bukan cerita kriminal. Saya lebih merasa novel ini sebagai roman yang disisipi cerita kriminal. Bukan sebaliknya.

Seperti penuturan saya di paragrap sebelumnya. Rasa roman lebih kental dibandingkan cerita kriminal. Ada dua cerita minor yang saya sukai: Cerita mengenai kebimbangan Bu Bulstrode dalam mencari penggantinya untuk menggantikannya sebagai kepala sekolah dan cerita dibalik penyerahan permata-permata tersebut untuk istri Yusuf Ali di Inggris, bernama Alice Calder. Kedua cerita ini yang membuat masalah di novel ini. Bu Chadwick membunuh Bu Vanssittart karena cemburu. Karena menurut desas-desus, Bu Bulstode lebih memilih Bu Vanssittart daripada dirinya. Sedangkan usaha menyelundupkan permata keluar dari Ramat agar dapat diserahkan ke Mr Robinson-lah yang telah membuat tragedi di Meadowbank. Mr Robinson adalah orang yang diserahi Yusuf Ali agar mengurus permata tersebut. Karena Yusuf Ali tewas, maka Mr Robinson berkewajiban menyerahkan kepada istri Yusuf Ali di Inggris, seorang wanita Inggris yang dinikahinya sewaktu menjadi mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s