Pemilihan Kata Berdasarkan Makna


choose wordsMenulis adalah memberikan informasi kepada orang lain. Maksud informasi ini bertujuan macam-macam, bisa sebagai hiburan, argumentasi, atau merekam sebuah kejadian.

Sebagai salah satu jenis penulis, penulis fiksi juga dituntut untuk menguasai kata-kata. Penguasaan kata-kata ini nantinya dipergunakan untuk menimbulkan efek tertentu pada tulisannya. Penulis yang semahir itu tak mengherankan jika membuat pembacanya marah, menangis bahkan membuat mereka melakukan sesuatu karena terinspirasi dari tulisan tersebut.

Bahasa adalah simbol-simbol dari pemikiran tertentu. Memakai kata-kata yang tidak tepat akan membuat orang memikirkan hal yang berbeda pula. Jika anda mengucapkan sesuatu yang menjijikkan saat orang sedang makan, maka mungkin saja orang tersebut akan muntah lantas marah kepada anda, karena kata-kata anda tadi menimbulkan pemikiran menjijikkan juga pada pikiran orang tersebut. Berikut ini adalah hubungan kata dan maknanya.

  1. Homonimi

    Beberapa kata yang mempunyai bentuk yang sama tetapi mempunyai arti yang berbeda disebut homonimi (homonim). Ambil contoh kata bisa. Kata bisa dapat bearti racun ular atau berarti dapat atau sanggup.

    Contoh kata-kata homonim lainnya:

    Kata

    Arti

    Ukur

    • membandingkan/mempertimbangkan sesuatu

    • mengorek, menggaruk, memarut

    Endap

    • sesuatu yang bercampur dengan air dan turun kebawah/tertimbun di dasar

    • membungkuk supaya tidak kelihatan

    Cita

    • perasaan hati/rasa

    • kain tenun dari kapas atau bahab lain yang berbunga-bunga atau berwarna-warni

    Kata homonim dapat berbentuk homofon atau homograf. Kata-kata yang berhomofon mempunyai bunyi yang sama meskipun ejaannya tidak sama sedangkan homograf mempunyai pelafalan yang berbeda meskipun penulisannya sama.

    Contoh homofon:

    1. Sangsi dan Sanksi

    • sangsi: ragu

    • sanksi: akibat, konsekwensi

    1. sarat dan syarat

    • sarat: penuh dan berat

    • syarat: segala sesuatu yang perlu dan harus ada

    contoh homograf

    1. teras dan téras

    • teras: bagian kayu yang keras/inti kayu

    • téras: tanah atau lantai yang lebih tinggi di depan rumah

    1. bentar dan béntar

    • bentar: bangunan gapura menyerupai belahan gunung yang simetri

    • béntar: menempuh jalan yang tidak langsung ke arah yang dituju

    1. Apel dan Apél

    • Apel: Nama buah

    • Apél: Berkumpul

  2. Polisemi

    Polisemi adalah kata yang mempunyai makna lebih dari satu. Pembaca dapat mengetahui artinya setelah melihat kata-kata lainnya pada kalimat tersebut. Sebagai contoh, kata keras dapat bermacam-macam artinya:

    • tidak mudah berubah bentuk
      contoh: Kayu keras ini dapat dipergunakan untuk tiang rumah.
    • terlampau kuat reaksinya
      contoh: Obat ini terlalu keras bagi dirinya
  3. Hipernini dan Hiponimi

    Hipernimi adalah kata-kata yang maknanya melingkupi makna kata-kata lain. Dapat dikatakan hipernimi adalah bentuk umum dari kata-kata lain.Sebagai contoh, kata kendaraan adalah bentuk umum dari sepeda motor, mobil, angkot dan bis.

    Hiponimi adalah kata yang maknanya masuk kedalam kata lain. Hiponimi adalah kebalikan dari hipernimi. Contoh: merah, hitam, putih adalah hiponimi dari warna (hipernimi)

  4. Antonimi

    Antonimi adalah kata yang merupakan relatif lawan kata dari yang lain. Kata relatif disini mengacu pada sifat tidak muntlak. Tidak ada kata yang benar-benar berlawanan. Contoh; Miskin berantonim dengan kaya. Apakah tidak kaya berarti miskin?

    Ada juga kata yang terlihat seperti berlawanan tetapi sebenarnya saling melengkapi, contoh: Suami-Istri, Guru-Murid. Suami ada karena dia telah ber-istri. Guru ada karena dia mempunyai murid.

    Contoh Antonim:

    Kata

    Lawan Kata

    Tua

    x

    Muda

    Kanan

    x

    Kiri

    Antagonis

    x

    Protagonis

    Akurat

    x

    Meleset

  5. Sinonimi

    Sinomini adalah kata-kata yang mempunyai arti yang sama. Namun meskipun kata-kata tersebut mempunyai arti yang sama, kita tidak dapat begitu saja menggantikan suatu kata dengan kata sinonimnya. Penulis dituntut harus pandai-pandai mencari padanannya supaya arti yang disampaikan tidak janggal. Sebagai contoh, kata nikah dan kawin. Kedua kata ini bersinonim tetapi untuk beberapa hal tak dapat dipertukarkan begitu saja. Kucing kawin tentu janggal jika diganti kucing nikah.

    Penulis biasanya menggunakan kata ber-sinonim untuk alasan variasi kata agar pembaca tidak bosan menjumpai kata yang diulang-ulang (kecuali memang disengaja). Untuk keperluan ini, alangkah lebih baik jika penulis mempunyai kamus tesaurus.

    Contoh Kata-kata Bersinonim:

    Kata

    Kata Padanan

    Bangku

    Amben, dingklik, dipan, gerai, kedera, kursi, lincak, meja, rehal, seliri, sofa

    Bangsal

    Auditorium, aula, balai, balairung, barak, bedeng, belerong, bilik, gudang, jambar, kamar, lepau, los, ruang, sal

    Niat

    Angan-angan, cita-cita, hajat, harapan, hasrat, ikrar, iktikad, kaul, kecenderungan, kehendak, keinginan, kemauan, maksud, nazar, rencana, tekad, tujuan

  6. Konotasi

    Konotasi adalah nilai yang dirasakan dari sebuah kata. Sebuah kata bisa mempunyai rasa yang berbeda pada kelompok orang yang berbeda pula. Jika seorang penulis tidak tepat memakainya, maka rasa dari sebuah cerita yang dibangunnya akan rusak.

    Kata ceker pada masyarakat Surabaya tidak terkesan kasar. Kata ini digunakan untuk menyebut seseorang yang berjalan tanpa alas kaki. Orang diluar Surabaya tentu akan tersinggung jika mereka tahu bahwa arti sebenarnya ceker adalah kaki ayam.

    Di dalam bahasa indonesia, kita juga banyak menjumpai kata-kata yang memiliki konotasi yang berbeda-beda. Tentu anda mengenal makna kata-kata seperti:

    Kata

    Makna Sebenarnya

    Makna konotasi

    Amplop

    Tempat surat

    Uang suap

    Kutu buku

    Binatang pemakan kertas

    Suka membaca

    Meja hijau

    Meja berwarna hijau

    pengadilan


Sumber gambar: http://vector.me

2 responses to “Pemilihan Kata Berdasarkan Makna

  1. Malam kak, boleh tanya2 soal ‘copyscape’. Thanks

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s