Lapangan Golf Maut


lapangan golf maut; agatha christie, hercule poirot, gramedia Judul Buku: Lapangan Golf Maut

Penulis: Agatha Christie

Alihbahasa: Ny. Suwarni AS

Penerbit: Gramedia

Tahun Terbit: 1990, cetakan ketiga

Jumlah halaman: 319


Poirot datang terlambat. Orang yang meminta bantuannya telah mati. Renault tertikam pisau dari kawat pesawat terbang. Dibantu dengan kepolisian Perancis, Poirot menemukan hal yang tak diduga semua orang. Bahkan Giraud harus menahan malu karena kalah bertaruh dengan Poirot.

Poirot sedang membaca surat dari Renault. Dia hanya mengatakan bahwa dirinya ada dalam keadaan bahaya dan meminta Hercule Poirot untuk datang ke tempat tinggalnya. Poirot dan Hastings segera pergi ke Perancis.

Mereka berdua kebingungan saat tiba di bandara. Renault menjanjikan akan mengirimkan mobil untuk menjemput mereka, tetapi mereka tak menjumpainya. Dengan mengingat bahwa di surat, Renauld menjelaskan akan mengganti semua biaya yang dikeluarkan oleh Poirot, mereka berdua menyewa mobil.

Di rumah Renault, mereka dikejutkan dengan kehadiran Polisi. Renault terbunuh dengan tikaman dibelakang tubuhnya. Mayatnya diletakkan oleh pembunuh di sebuah lubang dekat tempat golf yang sedang dibangunnya. Untunglah Poirot mengenal Komisaris Polisi Lucien Bex, sehingga mereka berdua diijinkan masuk ke tempat kejadian. Poirot lantas diperkenalkan kepada Hakim Pemeriksa Hautet, dokter Durand dan Penyelidik dari Markas Besar Polisi Paris bernama Giraund.

Poirot heran dengan keadaan rumah saat terjadinya pembunuhan. Nyonya rumah diketemukan pembantunya, Leonie, dalam keadaan terikat dan mulut terbukam di kamar atas sementara Francoise menemukan pintu depan terbuka sedikit. Tak ada tanda-tanda pintu dibuka paksa. Sebuah jam dalam keadaan pecah diketemukan masih berjalan. Anehnya jam menunjuk pada pukul tujuh padahal jam tersebut diketemukan pada pukul lima lewat.

Poirot juga menemukan sobekan cek yang ditujukan kepada Duveen dan membaca sebuah surat dari seseorang bernama Bella yang diketemukan di saku mantel Renault. Surat tersebut bernada asmara. Para penyelidik segera menduga bahwa Renault telah berselingkuh dengan seseorang. Lewat mulut Francoise Arrichet, mereka mengetahui bahwa pada malam tersebut, Nyonya Daubreuil, ibu dari Marthe Daubreuil, telah datang mengunjungi Renault.

Giraud mulai mencurigai seseorang. Kecurigaannya timbul karena Jack dan ayahnya bertengkar hebat sebelum Jack pergi mengejar kereta api. Saat ditangkap, Jack tampak tidak bersemangat membela dirinya sendiri. Namun Poirot berseberangan dengan Giraud. Ia menduga sikap diam Jack disebabkan karena dia melindungi seseorang. Beberapa fakta yang mendukung pendapatnya adalah:

  1. Seorang wanita kenalan dari Hastings telah mencuri pisau pembunuh

  2. Jaket Jack berukuran terlalu kecil, sementara milik ayahnya terlalu besar

  3. Ada sebuah kursi di daerah villa Genivieve yang terletak agak dekat dengan villa Marguerite

Bagi saya, novel ini bukan novel kriminal terbaik dari Agatha Christie. Adanya dua faktor kebetulan yang menjadi penyebabnya. Pertama, kehadiran seorang gelandangan (yang tiba-tiba). Renault menggunakan gelandangan ini sebagai pemulus rencananya. Kedua, faktor kebetulan hadirnya Marthe di malam pembunuhan. Dalam kritik sastra, ini disebut Deux Machina (god from machine). Istilah ini mengacu pada pemecahan masalah yang potong kompas. Pada jaman dulu, Deux machina terjadi karena hadirnya dewa dalam menyelesaikan masalah yang tak dapat diselesaikan oleh manusia. Saya tidak mengatakan bahwa ini tak mungkin. Dalam kehidupan sebenarnya, hal ini memang bisa saja terjadi. Hanya saja Deux machina membuat cerita kurang literer. Kurang “bercerita”. Novel ini bukan novel roman percintaan. Ini adalah novel detektif. Novel yang menekankan pemecahan masalah pada logika pemikiran detektifnya. Jika novel ini hanya bercerita dari A menjadi B, dari B menjadi C, tanpa menjelaskan kenapa A menjadi B, maka rasanya akan kurang menarik. Andai Agatha Christie menceritakan bahwa pada jaman itu Inggris sedang resesi ekonomi, sehingga banyak penduduknya yang kelaparan, atau mungkin saat itu jaman perang sehingga banyak orang menjadi gelandangan, maka ceritanya lebih menarik.

Tetapi tidak sepenuhnya buruk. Ada rasa manis percintaan di novel ini antara Hastings dan Dulcie Duven. Dan seperti biasa, Agatha Christie meramunya dengan pelik, sehingga saya tak merasa cerita cinta ini mengada-ngada, atau sekedar mempertebal novel sesuai permintaan editor. Apalagi penerjemah novel ini cukup bagus menjalankan tugas. Saya tidak merasa novel ini dari bahasa inggris.  Saya tiba-tiba tertawa ketika membaca umpatan Dulcie Duven yang marah karena Hastings meremehkan ketrampilannya dengan kata, “Nenekmu!” Umpatan yang khas orang indonesia, khususnya di tempat saya tinggal.

Agatha Christie juga sanggup menyembunyikan pembunuhnya sampai detik-detik terakhir. Penulis membelit-belitkan dugaan dan memunculkan berbagai tokoh dengan gejala-gejala pembunuh sehingga pembaca sering terkecoh. Bahkan jumlah bukti-bukti mengenai pembunuhan, baik bukti palsu dan sesungguhnya, baik bukti menurut Giraud maupun Poirot, membuktikan penulis benar-benar merancang plot sebelum membuat tulisannya.

 

Daftar Tokoh

Nama Tokoh

Keterangan

Hercule Poirot

Penyelidik; Tokoh utama

Kapten Hasting

Teman Hercule Poirot

Giraud

Penyelidik dari Markas Besar Polisi Perancis

Renault

Korban Pembunuhan, pemilik Villa Genevieve

Jack Renault

Anak Renault

Nyonya Renault

Istri Renault

Auguste

Tukang Kebun Villa Genevieve

Hautet

Hakim pemeriksa

Leonie Oulard

Pembantu Villa Genevieve

Denise Oulard

Pembantu Villa Genevieve, adik Leonie Oulard

Lucien Bex

Komisaris Polisi

Francoise Arrichet

Pembantu di Villa Genevieve

Marthe Daubreuil

Penghuni Villa Marguerite

Nyonya Daubreuil

Ibu Marthe Daubreuil

Bella Duven

Kekasih Jack Renault

Dulcie Duven

Adik Bella Duven

Gabriel Stonor

Sekretaris Renault

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s