Kapan Mengganti Paragraf Saat Menulis Fiksi?


paragraf, menulis, cara menulisPenulis yang tergolong baru di bidang tulis-menulis, sering menanyakan kepada saya, kapan mengganti paragraf? Masalah ini adalah masalah pertama dan juga klasik. Bertahun-tahun yang lalu saya juga mengajukan pertanyaan yang sama.

Pada tulisan non fiksi, pergantian paragraf relatif lebih mudah, sebab tulisan non fiksi mempunyai logika yang jelas (misal skripsi atau essay), tetapi untuk penulisan kreatif semacam novel, hal ini tidak mudah untuk dilakukan.

Berikut ini adalah sedikit tips dari saya mengenai kapan mengganti paragraf saat menulis. Selamat mencoba.

Kita mengganti paragraf saat:

  1. Ada orang yang berbeda sedang berbicara
    Contoh:

    Karna serasa terbakar ketika mengucapkan, “Bohong! Aku sama sekali tidak percaya.”

    “Terserah. Hidupku tidak tergantung pada pendapatmu.” Nurlita berbalik dan pergi dengan langkah cepat. Di arah berlawanan, seorang pria dengan kaca mata hitam sedang membuka pintu mobil untuknya.

  2. Ada pergantian waktu, baik flashback atau waktu menuju kedepan.
    Contoh:

    Setitik demi setitik air matanya berjatuhan. Rasa sakit di dadanya lebih mendera dibandingkan dengan kanker yang menggerogoti rahimnya. Tanpa permisi, sebuah angan masa lalu memberontak masuk. Masa lalu kala ia bertemu untuk pertama kali dengan Burhan sewaktu SMA.

    Indah Hanaco meringis. Ia melihat lebam biru pada persendian kaki kanannya. Ia sudah menduga ia akan terkilir. Bagaimana bisa menguasai sepatu stiletto dalam sehari untuk dia yang biasa bersepatu kets kemana-mana. Ia lantas menahan nafas ketika sebuah tangan terulur  Matanya menelusuri setiap jengkal tangan itu sampai kepalanya mendongak.

    “OMG. Kakak paling ganteng sedunia ada disini.” Siapa yang tak kenal Burhan. Makhluk dari dunia kelas XII ada di depannya. Makhluk penguasa mimpi gadis-gadis di SMA ini.

  3. Ada peristiwa/kejadian baru terjadi
    Contoh:

    Pandangan matanya meredup. Monica Anggen merasa telinganya makin lama makin kedap. Suara-suara terasa semakin samar. Matanya hanya mengejar Mandra. Pria itu pun mendekati wajah Monica. Ia dapat merasakan hembusan nafas gadis belia di depannya. Hembusan nafas beraroma mawar.

    Tiba-tiba sebuah sinar menyoroti kepala mereka dari samping. Seketika Monica dan Mandra saling menjauh.

    “Hoiiiii, kalian lagi ngapain?”

  4. Sorotan cerita/narator berubah
    Contoh:

    Pemandangan disini tidak dapat dikatakan indah. Namun bagi daerah dengan tingkat ketandusan tinggi, apa yang dilihatnya dapat dikatakan lumayan.

    Beberapa pohon siwalan tampak angkuh berdiri. Ada seseorang sedang memanjatnya. Ia memahami, orang itu pastilah pembuat legen. Tuban memang terkenal dengan tuak dan legen.

  5. Ada bentuk ide baru
    Contoh:

    Ia masih memandang pada dua nama. Putu Felisia dan Triani Retno. Pikirannya menimbang-nimbang, mana dari kedua orang ini yang pantas menggantikannya.

    Ia akan segera pergi. Dua bulan lagi namanya hanya akan tertulis di batu nisan. Tanpa anak. Tanpa istri.

  6. Pergantian setting
    Contoh:

    Rumah Dara terletak di komplek elit. Bertitel Segara Damai Regency. Pohon-pohon palem dengan bonggol besar tertanam di pintu masuk kompleks. Dua Satpam selalu berada di pos dekat palang terlintas pada dua sisi jalan.

    Beda dengan rumahnya sendiri. Sebuah perkampungan nelayan di daerah Kenjeran. Bukan pohon Palem yang menyambutnya, tetapi ceceran sampah dan sungai hitam berbau.

  7. Ada tokoh baru sedang masuk ke cerita/narasi

    Contoh:

    “Bagaimana? Beres? Jangan sampai kali ini gagal.” Luna Torashingu menyulut cerutu. Ia menghembus-hembuskan asap ke arah Dona. Baru saja ia akan membuka mulut kembali, ia terkejut karena pintu rumahnya di tendang dengan keras.

    Ari Kinoysan berdiri dengan kedua tangan di samping. Tangan kanannya memegang sepucuk Glok 17.  Cerutu Luna terjatuh. Ia mengenali senjata itu karena ia pernah menggunakannya untuk membunuh ayah Ari.

8 responses to “Kapan Mengganti Paragraf Saat Menulis Fiksi?

  1. Mas,teruslah menulis info info lainnya. Blog ini menjadi salah satu blog rujukan bagi para pemula. Makasih ilmunya…

    Suka

  2. ilmu baru nih. makasih mas. sangat bermanfaat

    Suka

  3. membantu baget kak, terima kasih

    Suka

  4. tokohnya nama penulis semua😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s