X Kenangan yang Berpulang


x kenangan yang berpulang; devania annesya; grasindoJudul Buku: X Kenangan yang Berpulang
Penulis: Devania Annesya
Penerbit: Grasindo
Editor: Anin Patrajuangga
Penata Isi: Yusuf Pramono
Tahun Terbit: 2014, cetakan pertama
Jumlah Halaman: 273
ISBN: 978-602-251-389-6

Andra pernah meninggalkan Ariel dalam keadaan hancur. Sekarang Andra datang kembali dan menggunakan segala pesonanya untuk mendapatkan Ariel kembali.

Ariel adalah gadis miskin. Ayahnya sudah lama meninggal. Ibunya seorang diri bekerja untuk membesarkannya. Ariel bertemu Andra di SMA. Keduanya mempunyai perbedaan besar. Andra yang hidup dalam kekayaan ayahnya terbiasa mengeluarkan uang tanpa perhitungan. Dia terlalu baik pada orang yang membutuhkan pertolongan, sementara Ariel yang terbiasa hidup adalam kemiskinan, selalu awas mengatur keuangannya.

Andra menyadari hal ini, oleh karena itu ia memutuskan bahwa ia membutuhkan Ariel untuk terus disampingnya. Keduanya segera menjadi sepasang kekasih. Tetapi malapetaka terjadi, calon ayah tiri Ariel memperkosanya. Cinta Andra mulai berubah. Lambat laun hubungan mereka renggang dan putus.

Bertahun-tahun kemudian secara tak sengaja, Ariel melamar pekerjaan pada perusahaan Anggara Group milih ayah Andra. Hal ini ternyata membuat cinta Andra tumbuh kembali. Dengan segala cara, Andra akhirnya berhasil membujuk Ariel agar menjadi kekasihnya kembali bahkan sampai ke jenjang pernikahan.

Ariel masih dendam pada Andra. Ia tetap berusaha menyakiti Andra. Bahkan berusaha untuk tidak hamil. Suatu hari, saat perjalanan pulang ke rumah, Andra mengalami kecelakaan. Yang lebih menyakitkan, Ariel baru mengetahui bahwa dirinya hamil.

Kenangan-kenangan ketika Andra masih bersamanya menghantui Ariel. Ia melarikan diri dari rumah Anggara dan mulai mencari pekerjaan sendiri untuk menghidupi dirinya sendiri. Namun itu tak berlangsung lama. Rasa bersalah telah membawanya kembali ke rumah Anggara. Ayah Andra ini mengetahui duka menantunya. Ia meminta ibu Ariel untuk menemaninya. Keberadaan ibunya dan kebaikan ayah mertuanya, membuatnya kuat. Dengan rasa masih tetap gamang akan masa depan, ia melahirkan Hansel.

Andra kecil sering menanyakan keberadaan ayahnya kepada Ariel. Anggara menyuruh Ariel agar berbohong saja mengenai keadaan suaminya itu. Tetapi semakin lama semakin tidak terhindarkan. Hansel tetap menuntut untuk bertemu ayahnya. Ariel dengan berat hati bersiap-siap berterus terang kepada anaknya tentang Andra.

Judul pada novel ini menimbulkan pertanyaan. Saya berpikir keras mengenai “X Kenangan yang Berpulang”. X-nya mengacu pada apa? Tetapi saya suka dengan gambar kupu-kupunya. Di negara barat, kupu-kupu memang sering digambarkan untuk hal-hal yang berbau kenangan. Bahkan ada istilah “Butterfly Effect”. Istilah ini mengacu pada ketergantungan sesuatu pada kondisi awal. Bahasa awamnya adalah “Kondisi remeh di awal akan mempengaruhi perubahan besar di masa mendatang”. Mungkin ini yang dimaksud Devania Annesya?

Dialog-dialognya terkesan alami. Mirip dengan dunia nyata. Panggilan Mbok dari Ninna untuk Ariel atau ungkapan Kasha Beres kepalamu! (hal 41) terasa seperti mendengarnya dari teman, bukan membaca. Namun sayangnya beberapa bahasa inggris dan istilah (Contoh SM: Sadism and Masochism) tidak diterjemahkan. Memang bahasa inggris pada syair lagu tersebut memang biasa saja bagi penggemar lagu namun tidak bagi sisanya. Saya mempunyai teman yang suka membaca novel, setiap kali dia meminjam novel saya, dia selalu berkeluh Wah ada inggrisnya untuk novel ber-“inggris”. Saya lebih menyukai penterjemahan kutipan-kutipan berbahasa inggris seperti Three Wedding and Jane Austen karya Prima Santika. Memang kasusnya agak berbeda. Pada novel Prima Santika ini, tulisan-tulisan Jane Austen terlalu “Sastra” sehingga sulit bagi orang yang tidak mendalami sastra inggris, namun untuk memperbesar “omset penulis” dan menghormati bahasa indonesia sebaiknya “inggris” seperti ini diterjemahkan. Tetapi tentu saja ini juga harus seijin editor/penerbit. Beberapa editor mungkin menganggap bahasa inggris yang terlalu umum tidak perlu diterjemahkan. Atau masalah biaya? Sebab jika terlalu banyak penerjemahan akan menambah halaman. Menambah halaman berarti menambah biaya.

Pemakaian syair-syair lagu pada tiap bab juga oke punya. Mendukung cerita. Apalagi jika pembaca mengetahui lagu tersebut, maka alam pikirannya akan digiring sesuai dengan “hawa” yang menyertai lagu tersebut untuk memasuki alam bab yang bersangkutan.

Ada beberapa hal yang mengganjal bagi saya. Pada narasi dan dialog setelah Andra tertabrak mobil, diceritakan seakan-akan Andra mati. Contoh:

Entah sudah berapa lama orang mendatanginya untuk menyampaikan duka, memberinya penghiburan.
(paragraf 1, hal 227)

Tapi pada kenyataannya?

Penulis bermain-main dengan “sebagian besar” asosiasi seseorang. Dengan “sebagian besar” asosiasi orang bahwa kalimat pada halaman 227 itu berarti meninggal, penulis menggiring pembaca ke arah “meninggal”. Kemungkinan penulis bermaksud memberikan kejutan. Tapi bagi saya ini “curang”. Coba bandingkan dengan cerita bahwa Si A meninggal, tetapi diakhir cerita Si A tidak meninggal karena ternyata Si B cuma bermimpi. Mimpi pada cerita ini digunakan sebagai cara me-logis-kan cerita untuk kenyataan dari “A meninggal” ke “A masih hidup”. Pada cerita di novel ini tidak terlihat bahwa Ariel tidak tahu bahwa Andra hidup tetapi tetap digambarkan seakan-akan Andra mati. Lihat cuplikan berikut:

Atasan barunya pria berusia 38 tahun, single karena terlalu sibuk mengurus bisnis sablon warisan keluarganya. Sesekali atasannya mengajaknya kencan. Ariel menolaknya sopan. Ia butuh waktu untuk berduka.

(paragraf 3, hal 230)

Dari paragraf diatas dapat ditarik kesimpulan kalau Ariel sudah menjadi janda. Sebab jika ternyata tidak kenapa ada kalimat: Ariel menolaknya sopan. Ia butuh waktu untuk berduka. Jika dia tahu Andra masih hidup, kalimat dia butuh waktu buat berduka? Akan terasa janggal. Keadaan ini menjadi paradoks. Dalam hal ini penulis tetap tidak bisa disalahkan. Seperti yang saya tulis diatas, penulis bermain-main dengan asosiasi sebagian besar orang, tetapi penulis sendiri mengambil makna asosiasi kecil. Oleh karena itu saya menulis kata curang dengan tanda petik.

Novel young adult dengan sudut pandang orang ketiga ini cukup menghibur. Alur flashback dan progresif dipakai secara bergantian terasa tidak menjemukan. Apalagi ada hubungan secara plot antara masa sekolah dan masa sekarang sehingga pemaparan masa sekolah tidak terkesan mubazir. Tak banyak bahasa berbunga-bunga (seperti kebanyakan novel romantik saat ini) tidak masalah bagi saya. Justru inilah letak kelebihan novel ini. Membumi.

Daftar Tokoh

Nama Tokoh

Keterangan

Ariel Narinta Tokoh utama
Andra Anggara Pacar/Suami Ariel Narinta; Tokoh utama
Anggara Ayah Andra
Ibu Ariel Narinta
Ninna Sahabat Ariel Narinta
Vino, Kasha, Ratna Teman Ariel dan Andra di SMA
Bagus Sahabat Ariel; Seorang gay
Tasya Lawan akting Andra di pementasan seni
Dokter Farida Dokter pribadi Andra
Ibu Pudji Ibu kos Ariel
Hansel Anak Andra
Rahman Staff HRD di perusahaan Anggara; Suka pada Ariel
Iklan

4 responses to “X Kenangan yang Berpulang

  1. kak, ebook novel nya ga bisa di download yah? padahal pengen baca di rumah….

    Suka

  2. iya octa, jadi awal rancangan andra mati, tp kebelakang ternyata ada twist yg belum tersampaikan dan entah gimana kok endingnya jadi seperti itu. aku jg srg ga paham sih sama jalan pikiranku sendiri hahaha. terima kasih ya uda baca. lg ada giveaway di goodreads octa soal novel ini. mungkin jg ada giveaway lainnya buat novel yg baru terbit bulan ini. ramaikan aja 😉

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s