Hal-hal Apa yang Membuat Cerita Fiksi Menarik?


GadisBaca

  1. Daya Tarik Penulis Tersebut

    Tak dipungkiri, pembaca selalu memperhatikan penulis yang sudah menghasilkan buku. Pernyataan ini tidak ada hubungannya dengan kualitas. Bisa saja penulis mula hasilnya lebih bagus daripada Penulis tenar. Tetapi tentu saja orang yang sudah pernah menghasilkan buku lebih dipercaya mampu menulis daripada orang yang belum mempunyai karya sama sekali. Oleh karena itu, nama baik sangat perlu untuk seorang penulis. Jaman sekarang penulis sudah tidak bisa seperti Freddy S. Hanya diam di belakang layar tetapi bukunya banyak dicari orang. Sekarang penulis jumlahnya banyak. Tidak hanya buku yang dijual tetapi juga harus bisa “jual diri”. Lihatlah di masa sekarang. Ada penulis yang menulis bukan karena ingin menjual buku atau ide kreatif-nya tetapi karena dirinya sendiri mempunyai nilai jual.

  2. Cerita Harus Dramatis dan Emosional

    Cerita yang biasa-biasa sudah umum dijalani orang di dunia nyata. Pada novel, mereka ingin cerita-cerita yang tidak biasa. Puaskan mereka oleh karena fakta ini. Cerita fiksi bukan koran. Koran adalah “MEMBERITAHU”, tetapi cerita fiksi membuat orang “MERASA”. Jangan lupa memberi hal-hal dramatis dan sangat emosional. Ingat satu hal: Manusia itu makhluk emosi, tak masalah seberapa pandai mereka.

  3. Mirip Kejadian Nyata

    Anda tentu tak asing dengan fakta ini. Ketika ada kejadian tertentu yang lagi tren di masyarakat, maka hal itu dibuat bukunya atau filmnya. Kenapa? Karena orang lebih bisa diarahkan pada sesuatu yang berhubungan dengan mereka.

  4. Tenggelamkan Pembaca Dalam Cerita

    Cerita tentang mantan akan lebih mampu dicerna oleh orang yang pernah punya pacar atau patah hati. Alasannya sederhana, karena mereka menempatkan diri mereka pada cerita tersebut. Jika ada penulis yang peka terhadap kejadian terbesar pada genre-nya (misalnya penulis teenlit peka terhadap dunia remaja), maka ceritanya tersebut lebih mudah membuat pembaca memasukkan pribadi mereka ke cerita fiksi. Dengan demikian pembaca lebih mudah menerima cerita.

  5. Sederhana

    Lakukan suatu percobaan sederhana. Bacalah sebuah novel secepat mungkin. Ukur waktu anda. Seberapa cepat waktu anda “membaca dan mengerti” isi novel tersebut. Tidak banyak orang yang membaca novel dengan kecepatan tinggi. Kesederhanaan akan membantu mereka menyerap cerita dengan cepat. Gunakan bahasa sesuai dengan target pembaca. Cerita anak-anak akan berkosa kata dan ber-plot lebih sederhana dari cerita dewasa. Waktu Aku sama Mika karya Indi dan Totto-chan Gadis Kecil di Jendela karya Tetsuko Kuronayagi adalah contoh cerita dengan bahasa dan plot sederhana tetapi tetap menarik.

  6. Buatlah Cerita yang Mewakili Pembaca dalam Cerita Tersebut

    Jika ada pembaca yang berkata, “Novel ini gue banget.” Maka cerita tersebut mempunyai kesempatan merebut hati pembaca. Cerita sering dijadikan fantasi bagi orang-orang yang “Tak Sanggup” menghadapi sesuatu namun di cerita tersebut “Dia Sanggup”. Ada teman saya yang menangis sewaktu membaca Me and You Versus The World karya Stanley Meulen karena nasib cintanya sama seperti sang tokoh.

  7. Cerita yang Akrab dengan Pembaca akan Semakin Disukai

    Anak akan akrab dengan: malas belajar, hantu, tidur sendiri, pertemanan, lingkungan tempat tinggal atau suasana sekolah. Remaja mungkin akan lebih mendekati dunia: pacaran, persaingan, patah hati atau broken home. Dewasa muda mungkin beraroma perselingkuhan, persaingan di tempat kerja, perceraian atau perkawinan. Buatlah cerita-cerita yang akrab dengan pembaca yang sedang dibidik.

Sumber gambar: musingsofabookshopgirl.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s