Cara Membuat Cerpen Dalam Satu Jam (Bagian 1)


Menulis cerpen hanya dalam waktu sejam? Mungkinkah? Saya menjawabnya mungkin! Saya sering melakukannya karena semenjak masih di sekolah saya sering jualan cerpen. Saat masih bersekolah, Mading (Majalah Dinding) dan majalah sekolah adalah hal terkeren yang bisa dilakukan murid-murid sekolah. Entah untuk alasan nampang, pengin ngelaba secara literal atau sekedar dapat nilai pelajaran Bahasa Indonesia. Bagi saya adalah ajang cari duit sebab kebanyakan dari Mading tersebut berisi cerpen. Karena mereka sering tak punya waktu menulis, biasanya mereka beli dari saya..he..he..he..he.

Lantas bagaimana cara membuat cerpen dalam sejam? Mari kita bicara secara logika saja. Jika anda ingin memasak makanan, anda tentu harus mempunyai bahan. Apa yang anda masak kalau bahan tidak ada. Kedua, anda harus mempunyai cara memasak bahan tadi. Jika anda ingin memasak sup, anda tahu bagaimana membuat kaldu. Bahan-bahan apa saja yang dimasukkan pertama kali. Dan kapan saatnya memberikan bumbu serta kapan menyatakan selesai memasak. Di dalam penulisan fiksi, point-point tadi berlaku.

Sebagai bahan pertama, anda tidak bisa tidak harus mempunyai bank ide. Bank ide adalah kumpulan inspirasi-inspirasi yang muncul dimana saja, kapan saja tanpa permisi. Karena tanpa permisi, maka anda harus mencatatnya saat itu juga. Dan karena anda harus mencatatnya saat itu juga, maka kemana-mana biasakanlah membawa notes dan bolpoint. Kenapa harus bank ide? Sebab banyak waktu dipakai hanya untuk memikirkan mau menulis apa, ya? Jika anda sudah mempunyai Bank ide, maka anda tinggal mencomot salah satunya sebagai roh cerpen anda manakala dibutuhkan.

Berikut ini adalah beberapa contoh tulisan ide saya.

  1. Seorang cowok mencintai cewek yang frigid karena perlakuan tidak senonoh pamannya.

  2. Seorang cewek mencintai seorang cowok yang ternyata waria

  3. Seorang adik cemburu karena kakaknya tidak perhatian terhadapnya dan mulai bermain sendirian di rumah kosong sebelah rumah sehingga bertemu teman bermain dalam wujud arwah tetapi dia tidak tahu kalau temannya itu arwah (cerita misteri)

Bahan kedua adalah banyak-banyaklah membaca cerpen dan novel. Kenapa? Sebab kegiatan ini akan meningkatkan reflek tulisan anda. Mengenai reflek, anda dapat membandingkannya dengan orang berlatih beladiri. Kenapa mereka melatih satu pukulan selama berjam-jam. Sebab dengan membiasakan pukulan tersebut, suatu ketika akan timbul kebiasan, dan kebiasaan akan menghasilkan reflek. Dengan adanya reflek ini, anda tidak perlu memikirkan harus memukul dengan cara apa ketika menghadapi lawan. Reflek ini yang membuat anda secara otomatis melakukan pukulan tertentu.

Bahan ketiga adalah membaca/mempelajari non-fiksi. Pelajari bentuk-bentuk rumah di sekitar anda atau lewat majalah arsitektur. Amati bagaimana cara wanita memakai make-up. Cari tahu jenis-jenis sepatu, jenis-jenis kain pakaian, cara bicara orang pada daerah tertentu. Baik juga untuk mempelajari jenis-jenis tanaman-tanaman, bunga, jenis mobil, sepeda motor dan sebagainya. Non-fiksi ini akan membantu anda mendeskripsikan setting/background cerita dan pernak-pernik tokoh anda.

Setelah bahan, mari kita membicarakan masalah cara memasak. Tulislah pada bagian yang sangat menarik bagi anda. Jika bagian pertama tidak menarik, anda tidak perlu memaksakan diri menulis pada bagian pertama. Lebih baik selesai menulis bagian lain daripada menghabiskan waktu berjam-jam memikirkan bagian pertama. Saya pribadi lebih suka menulis pada bagian konflik, kemudian bagian penyelesaian, baru pada bagian permulaan.

MulaKonflikAkhir

Gambar 1

Permulaan adalah penting. Kata pertama, kalimat pertama, paragrap pertama adalah neraka dalam penulisan fiksi. Pada bagian ini pembaca memutuskan apakah suka/meneruskan membaca cerita kita. Dengan demikian bab pertama perlu mendapatkan perhatian serius dari kita. Saya pribadi mempunyai beberapa pilihan untuk menulis paragrap pertama.

  1. Memulai dengan bagian paling menarik pada cerita

  2. Memulai dengan konflik

  3. Membuat pembaca bertanya-tanya

Berkenaan dengan permulaan cerita. Saya menyarankan beberapa hal:

  1. Perkenalkan setting cerita.
    Apakah terjadi di sekolah? Di rumah tua? Di Indonesia? Di Korea? Pembaca pasti ingin segera tahu setting agar bisa segera masuk ke cerita.

  2. Perkenalkan tokoh utama secepat mungkin.
    Tokoh utama adalah tempat hati pembaca meletakkan emosi mereka. Semakin cepat anda mengenalkan tokoh, semakin mudah anda mengarahkan emosi mereka di kalimat-kalimat selanjutnya.

  3. Pembaca ingin segera tahu apakah cerita ini cocok untuk mereka. Karena hal ini anda harus sudah memberi mereka rambu. Beritahukan kepada mereka apakah cerita anda tentang remaja yang bercinta? Horor? Fantasi?

Cara Membuat Cerpen Dalam Satu Jam (Bagian 2)

23 responses to “Cara Membuat Cerpen Dalam Satu Jam (Bagian 1)

  1. Blognya sangat membantu, terimakasih. kalau bisa saya ingin bercerita banyak dengan anda, lewat apa saya bisa berkomunikasi dengan anda?

    Suka

  2. Hallo kakak… sy anifah. Informasinya bagus n sangat membantu🙂 Oh, ya jangan lupa kunjungi juga blog ku ruangpenanifa.blogspot.co.id
    disitu kita bisa belajar dan saling berbagi soal cerpen dan novel. Ok, thank,s

    Suka

  3. Info ini sangat membantu. Saya selama ini selalu membuat cerpen sejam lebih. Apalagi itu dilakukan saat sedang bekerja. Mungkin cara ini bisa saya coba dalam pembuatan cerpen. Terima kasih atas info ini. Jika berkenan, silakan mampir ke blog saya yang berisi tentang cerpen-cerpen saya. Mungkin Anda bisa memberikan masukan.

    *www.bangcadel.blogspot.com*

    Suka

  4. makin banyak membaca inspirasi seperti ini, makin semangat menulis, makin semangat latihan dan terus membaca inspirasi-inspirasi lainnya. terima kasih ulasannya. salam penulis muda🙂

    Suka

  5. Saya sedang terus belajar menulis. Informasi ini sangat membantu dan menjadi tambah semangat belajar. Terimakasih

    Suka

  6. teori ini sangat membantu saya

    Suka

  7. Aslm.wr.wb
    Iya tuh butuh kebiasan agar mudah.menurut aku permula yang baru ingin memulai,paragraf pertama adalah pemakan waktu pemakan kalori penguras pikiran hehehe tapi kalo dah masuk paragraf dua dan seterusnya dah sedikit enakan bisa imajinasi bisa dikembangkan se enaknya.
    Makan dulu mam sudah berseru

    Disukai oleh 1 orang

  8. iya betul. paragraf pertama itu penting. kalau ending cerita yang mengambang itu bagus, imajinasi pembaca jadi liar. seperti cerpennya ernest. aku suka bgt sama gaya ceritanya. simple tapi penuh moral.

    Disukai oleh 1 orang

  9. karena aku masih pemula. yang penting praktek aja dulu gak banyak pakai teori hehe

    Suka

  10. paragrap pertama ternyata sangat penting bagi sebuah cerpen, gimana dengan ending cerita yang dibuat mengambang ?

    Suka

    • Tidak masalah. Saya juga sering menggunakannya. Novel Ronggeng Dukuh Paruk juga demikian. Sampai-sampai banyak orang memaksa penulisnya agar menuliskan kelanjutan ceritanya. Kadangkala ada perlunya membiarkan kelanjutan cerita pada imajinasi mereka sendiri

      Suka

  11. wah, kalo saya nulis cerpen atau apapun biasanya sulit menyelesaikan, kalau udah ketemu konflik pasti bingung mau nyari ending-nya gimana, pasti akhirnya ditinggalin karena bingung dan bosen

    Suka

  12. saya kalau nulis lambaaat. cerpen aja bisa berhari-hari. tapi ada juga yang bisa cepat selesai kalau idenya lagi lancar

    Suka

  13. saya hadir untuk belajar mas’nya..😀

    Suka

    • Kak Ie sudah bagus sekali membuat cerita, tidak perlu belajar lagi

      Suka

      • ah belajar itu kan perlu terus dilakukan kapanmu mas…
        Saya itu seringnya kalo misal lagi naik motor… lagi bengong sedetik… lagi apa… atau… lagi iseng di pesbuk lihat gambar :p … eh tiba2 “nyuuuuttt” pengen coret2… Kalo dulu, langsung ditulis… eh lama2 ini rada “diperam” dikit biar ada tambahan prithilan2… nya (kayak apaaaa aja…).

        hmm… kemarin ketemu seorang penulis terkenal yang udah menerbitkan banyak buku, belia katakan “Kapan kamu mau menekuni tulisanmu dengan lebih serius”

        Saya cuma mesem… dan beliau meneruskan “Ini aku ngomong serius… kamu jangan mesam mesem aja”

        Saya jadi garuk2 kepala…

        hadoooo…

        Disukai oleh 1 orang

    • Tipe penulis macam-macam. Ada yang menulis cuma buat hepi-hepi, ada juga buat cari duit, ada juga buat meredakan stress… apapun itu baik-baik saja😛

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s