Mengenal “Unreliable Narrator” Pada Fiksi


Pernahkan Anda menonton tokoh Teddy Daniels di film  Shutter Island yang diperankan Leonardo DiCaprio? Ia menyelidiki hilangnya pembunuh gila. Pembunuh tersebut melarikan diri dari rumah sakit penjara di sebuah pulau. Tentu anda akan merasa gemas saat melihat bagian akhir film tersebut, ternyata pembunuh tersebut adalah Teddy Daniels sendiri. Teddy Daniels adalah salah satu contoh unreliable narrator.

leonardo dicaprio, teddy daniels, unreliable narrator, shutter island

Leonardo DiCaprio sebagai Teddy Daniels dalam Shutter Island

Unreliable Narrator adalah pembawa cerita yang menemani pemirsa/pembaca dalam melihat/membaca namun karena unreliable (tak dapat dipercaya) maka sering kita terjebak dengan opini narrator tersebut, sehingga kita terbawa jauh dari alur sebenarnya. dr Sheppard juga melakukan hal yang sama pada novel Pembunuhan Atas Roger Ackroyd, karya Agatha Christie.  Yang membuat gemas bin gregetan, narator lacung tersebut tak kentara “penyesatannya” saat kita membaca sampai menjelang halaman-halaman akhir.

Cerita-cerita berbasis horor dan thriller sangat jamak memakai narator model ini. Efek kejutnya sering dijadikan senjata penulis untuk memperindah nilai cerita. Biasanya unreliable narrator adalah orang gila, mengalami delusi, atau mengalami mimpi, sedang berbohong atau membenarkan dirinya sendiri, atau sedang bercerita pada polisi atau jaksa di pengadilan. Tentu saja, karena yang bercerita adalah dirinya sendiri, maka sudut pandang dan pendapat juga sesuai dengan pikirannya dan dia menganggap ceritanya adalah benar. Diluar itu, bisa saja Sang Narator adalah anak yang masih kecil atau masih muda sehingga minimnya pengalaman membuat cerita mereka menjadi bias atau tidak benar.

Penulis mengungkap ke-tidakbenar-an narator lewat berbagai cara. Ada penulis yang mengungkap narator “tidak beres” ini secara perlahan-lahan dan semakin memuncak pada akhir cerita (Pintu Terlarang, karya Sekar Ayu Asmara). Ada penulis yang menunjukkan sejak dari awal bahwa narator tak dapat dipercaya karena narator tersebut masih muda dan tak berpengalaman (The Life of Pi, karya Yan Martel). Namun ada juga yang ditunjukkan di bagian akhir cerita (Pembunuhan Atas Roger Ackroyd, karya Agatha Christie). Diluar yang saya sebutkan tadi, ada juga narator unreliable yang tak terang-terangan dinyatakan “unreliable”.  Tokoh jenis ini membela dirinya sendiri. Kepada pembaca-lah penulis memberikan tanggun jawab penilaian apakah tokoh tersebut bersalah atau tidak (Lolita, karya Vladimir Nabokov) dan tokoh yang salah dalam hal melihat dunia di sekitarnya (Film Forrest Gump, dibintangi Tom Hanks)

Lantas mengapa penulis membuat unreliable narrator, padahal jelas-jelas tak dapat dipercaya? Ada beberapa alasan. Penulis cerita thriller, horror atau kriminal ingin menyembunyikan pelaku sampai sebelum halaman-halaman terakhir. Suatu cerita juga dapat dipergunakan sebagai alat persuasi bagi penulis agar pembaca mendukung pendapat tertentu. Biasanya penulis memakai sudut pandang orang pertama (POV1). Dengan demikian sengaja-atau-tidak-sengaja,  memakai POV 1 jelas memakai unreliable narrator, sebab tentu saja pandangan narator sesuai dengan pikirannya sendiri sehingga ada kemungkinan tidak adil terhadap tokoh yang lain.

Istilah Unreliable Narrator diperkenalkan pertama kali oleh Wayne Booth pada awal 1960 sebagai salah satu istilah kritik sastra beliau, namun konon, penggunaan narator lacung ini sudah ada sejak jaman baheula. Para pemburu yang berhasil membunuh binatang semacam mammoth (Gajah purba) atau Smilodon (Harimau Gigi Pedang) tentulah sangat dikagumi, sehingga mungkin saja mereka mengarang-ngarang cerita tersebut ketika bercerita di sekitar api unggun di malam hari.

One response to “Mengenal “Unreliable Narrator” Pada Fiksi

  1. Ping-balik: Sembilan Tipe Narator pada Cerita Fiksi | Octa Cinta Buku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s