Membuat Gaya Tulisan Sendiri


MenulisNaturalOrang sering menanyakan kepada penulis, “Bagaimana cara menentukan gaya tulis seperti anda.” Tidak dipungkiri, orang sering mengagumi penulis tertentu karena cara penulis tersebut menulis. Apabila anda sering membaca novel semisal karya Marga T, Mira W, Pipiet Senja atau NH Dini; Anda tentu akan merasa ada sesuatu yang berbeda mengenai cara mereka menulis.

Satu langkah awal agar Anda mempunyai gaya tulis tertentu adalah dengan tidak memikirkannya. Jangan direncanakan. Menulislah yang banyak. Gaya tulis seseorang itu akan muncul dengan sendirinya. Semakin banyak Anda menulis, akan semakin terlihat gaya menulis khas Anda.

Ada beberapa orang yang menanyakan kepada saya, “Aku harus pakai Gue atau Gua, ya?” “Enaknya banyak dialog atau banyak narasi?” “Mana yang lebih baik, pakai alur flashback atau progressif?” Terlalu banyak memikirkan hal-hal ini akan membuat kreatifitas menurun dan membuat proses pembentukan gaya tulisan menjadi lebih lambat. Sudah! Hantam saja, sesuai yang ada di pikiran Anda. Kalau yang terlintas pakai Gue, pakai saja Gue. Edit itu belakangan! Begitu juga masalah dialog vs narasi atau alur. Segera tulis apa yang terlintas di benak Anda. Perbuatlah layaknya kejadian sehari-hari. Apakah anda menulis terlebih dahulu apa yang mau Anda katakan pada pacar Anda? Tentu tidak. Rasa cinta Anda dan kerinduan Andalah yang membuat pembicaraan terjadi pada pacar Anda. Ada penulis pernah berkata, “Lupakan segala teori menulis saat menulis. Menulis sajalah sesuai dengan imajinasi Anda.” Saya setuju dengan pendapat ini.

Kosakata aneh sering menghiasi novel-novel seperti: Mengendik, Acuh, atau Geming. Tidak masalah. Tetapi jangan meniru-niru jika Anda tidak tahu. Apalagi tidak pernah membaca artinya di kamus. Pembaca akan mengetahui keanehan ini. Hal ini bisa saya bandingkan dengan situasi seperti ini: Anda berusaha menerjemahkan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris menggunakan software penerjemah seperti translate.google.com atau software offline lainnya. Pembaca berbahasa inggris di Amerika dan Inggris mungkin mengetahui maksud Anda, tetapi mereka mudah menebak bahwa yang menulis pastilah bukan dari negara berbahasa inggris. Sebagai ganti memakai kosa kata aneh, pilihlah kata sehari-hari, apalagi jika kata tersebut dipakai dalam dialog.

Beberapa tips berikut ini bisa dijadikan langkah awal membentuk gaya tulis Anda:

  • Jangan berbelit-belit dalam menulis sesuatu. Tulislah pada intinya. Jika Anda menjumpai kalimat-kalimat Anda terlalu panjang, carilah cara untuk memendekkannya. Pikirkan apa yang Anda akan tulis dan carilah cara tercepat untuk menceritakannya lewat tulisan. Semakin simpel tulisan Anda, gaya tulisan Anda akan semakin terlihat.
  • Bacalah bacaan yang sesuai dengan tulisan yang Anda akan buat. Jika Anda ingin menulis cerita anak-anak, bacalah cerita anak-anak sebanyak mungkin. Maksud dari tindakan ini bukanlah mencontoh tulisan mereka, tetapi memberikan wawasan/gambaran bagaimanakah cerita anak-anak itu. Apa yang sering Anda baca akan menginspirasi Anda.
  • Cobalah menulis dengan genre yang berbeda. Perbedaan genre akan memperkaya gaya tulisan Anda. Anda tidak akan pernah tahu bahwa Anda sangat baik menulis Fantasi jika Anda tidak pernah melakukannya

Sumber Gambar: EbsaY Writer

Iklan

18 responses to “Membuat Gaya Tulisan Sendiri

  1. Setuju, karena menulis adalah praktik, percuma tau banyak teori tapi tak pernah dilakukan πŸ™‚

    Disukai oleh 1 orang

  2. sy mrs aneh skl dgn kata “mengendik” jd sy tdk pernah memakainya sm skl.
    ini tlsn yg sgt sy suka, soalnya kalo liat tlsn orla srg ngiri, kok bs punya gaya kyk gt.

    Suka

  3. Catatannya Bu Dyah

    Saya nulis mulai romance, fan fiction, horror, mellow, sampai suspend dan silat. Dan satu kata yang saya pegang adalah NEKAD! Perkara ada yang baca atau tidak, ada yang suka atau tidak ntar aja. Karena menurut saya, tiap tulisan kita akan punya pembavanya sendiri. Seperti juga gorengan akan punya penikmatnya sendiri.
    Nice info

    Suka

  4. Dalam buku Steal like an Artist (New york times best seller) Austin Kleon menjelaskan bila kamu menulis dengan meniru gaya salah satu penulis favoritmu maka itu adalah plagiarisme.

    Tapi bila kamu meniru banyak penulis favorit dan mencampurkannya menjadi satu maka orang lain akan menilai itu adalah sebuah orisinalitas.

    Jadi intinya adalah banyak membaca buku dan meniru banyak penulis untuk menemukan gaya kepenulisan sendiri. πŸ™‚

    Disukai oleh 1 orang

  5. Iya mas, saya juga menerapkan cara yang sama, seperti yang dijabarkan. Cuek aja. Karena kesempurnaan itu kan datang dengan sendirinya melalui proses panjang. Dan untungnya saya menikmati proses-proses ini. Hehe..
    Salam dari http://mahisaajy.web.id/blog/

    Suka

  6. nah ini, aku suka mikirin tulisanku ini bergaya apa ya, genre apa ya, jadi semacam tdk ada identitas hehehe..menurut Mas Octa gimana ?

    Suka

    • Kalau bingung, jangan dipikirin dulu Bu Seno. Nikmati aroma menulis saja dulu, πŸ˜€ Nanti akan merasa dengan sendirinya genre-nya apa. Pertama kali menulis, saya mencoba cerita kriminal, setelah itu coba-coba cerita penuh cinta-cinta, dan yang terakhir ini horor…itu semua timbul tanpa saya pikir, mengalir saja waktu membaca buku-buku Abdullah Harahap, Marga T, dan penulis-penulis mutakhir sekarang ini πŸ˜›

      Suka

  7. Reblogged this on Be A Wind.

    Suka

  8. akhir-akhir ini saya mulai praktik nulis seadanya dulu baru diedit. kalau dulu sih lebih ke mikirin kalimatnya dulu

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s