Membuat Bagian Akhir Cerita Fiksi


Saya lebih sering membaca artikel tentang bagaimana menulis pembukaan yang baik dan jarang menemukan artikel yang membahas menulis bagian akhir. Memang, jika kita melihat dari sudut kepentingan penulis, bagian pertama adalah sangat penting. Permulaan yang baik membuat pembaca memutuskan apakah membeli buku tersebut atau tidak. Sedangkan bagian tengah akan membuat membaca memutuskan terus membaca atau tidak. Lantas bagian terakhir? Kita tidak bisa berpikir “oleh sebab pembaca sudah tertipu dan membeli buku” karena membaca bagian pertama yang baik, lantas tugas menjual buku sudah selesai. Justru pada bagian akhirlah, pembaca menentukan apakah jatuh cinta pada penulis tersebut atau tidak. Bagian akhir akan menentukan apakah buku tersebut akan diingat oleh pembaca atau tidak. Bagian akhir akan memastikan apakah pembaca akan menantikan buku-buku dari penulis tersebut. Ringkasnya, bagian akhir menentukan pembelian selanjutnya dari penulis tersebut. Menurut pengalaman saya membaca, tidak perduli betapa bagus permulaan cerita dan konflik, saya akan kecewa jika akhir dari novel tersebut tidak memuaskan.

Bagian akhir memang tidak gampang ditulis, bahkan bagi diri saya sendiri. Saya sering ber-eksperimen dengan berbagai penutupan. Dari first reader, saya mendapat masukan-masukan yang berarti. Tetapi sebelum membicarakan masalah penutupan, berikut ini saya tulis daftar penutupan yang sering dipakai di cerita fiksi.

  1. Akhir bahagia

    Tidak perlu dijelaskan. Akhir bagian atau happy ending ini adalah penutupan paling dikenal

  2. Akhir tidak bahagia

    Akhir-tidak-bahagia juga tak perlu dijelaskan. Penutupan ini adalah lawan dari Akhir-bahagia

  3. Tragis

    Protagonis kalah dan 100% menderita

  4. Protagonis berkorban

    Protagonis menang, tetapi dia menderita

  5. Win-win solution

    Baik protagonis maupun antagonis sama-sama menderita, tidak ada yang menang maupun kalah muntlak.

Ada beberapa hal yang saya biasa saya lakukan dalam menulis bagian akhir. Hal-hal tersebut adalah:

  1. Mencoba Berbagai Cerita Penutupan

    Saat membuat novel, saya selalu membuat outline. Namun outline bukan alat untuk membatasi kreatifitas. Outline hanya pagar sementara untuk menyelesaikan dalam tingkat draft (tulisan kasar). Dalam prakteknya, saya sering merubahnya, tak terkecuali pada akhir cerita. Saya sering mencoba berbagai macam akhir sampai saya rasa memuaskan.

  2. Tidak bertele-tele di bagian akhir

    Andai cerita anda dibagi menjadi tiga bagian: Mula, Konflik, Akhir. Maka akhir adalah bagian terkecil.

  3. Perjelas Tujuan Tokoh Utama

    Tokoh utama harus punya tujuan (goal). Apakah tokoh utama ditakdirkan untuk berpasangan dengan seorang gadis? Apakah dia anda buat agar dapat mencapai cita-citanya padahal dia orang miskin? Semua harus terlihat sepanjang cerita. Jika kita menulis fiksi tanpa menetapkan goal atau goal tersebut tidak nampak disentuh oleh tokoh utama, maka cerita tersebut akan bercabang kemana-mana tanpa berhubungan. Ujung-ujungnya pembaca akan bertanya so what? Alias bingung.

  4. Tidak menambah plot dan tokoh baru, meskipun cuma tokoh sampingan atau plot minor

    Bagian akhir ya bagian akhir. Bagian akhir adalah puncak kumulasi segala persoalan. Bagian akhir adalah bagian penyelesaian plot cerita fiksi, sehingga tugas penulis tinggal menutup. Jangan menambah perkara dengan membuka plot tambahan atau karakter baru.

  5. Jangan Mengubah Suasana

    Jika bagian akhir dirancang sedih, jangan membuat narasi atau dialog yang mengandung gurauan. Lihatlah pada seorang ahli hipnotis, jika mereka mulai membuat anda menjadi trance, mereka tidak bergurau namun tampak berwibawa. Begitu juga dengan cerita. Buatlah segala narasi dan dialog akan menggiring mereka sesuai dengan akhir yang anda harapkan.

Iklan

10 responses to “Membuat Bagian Akhir Cerita Fiksi

  1. aku salut sama mba Octa, saya mendapat ilmu dari postingan mba. Makasih πŸ™‚

    Suka

  2. Catatannya Bu Dyah

    Saya lagi bikin novel sejak awal emang udah dirancang hepi ending antara tokoh a dengan b. Tapi dalam perjalanannya, karena saya posting di socmed komentar yang masuk membuat saya sedikit membanting ending. Tetep hepi tapi a dengan c bukan dengan b.

    Suka

  3. Ah, kalau yang ending, lebih suka yang happy :3

    Disukai oleh 1 orang

  4. bagian ending ini termasuk yang paling susah ditulis. soalnya suka galau mau bikin endingnya gimana πŸ˜€

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s