Memahami Jatuh Cinta Lewat Biologi Untuk Memperkuat Cerita Fiksi


Pernahkan membaca istilah dopamine dalam novel? Atau mungkin sering mendengar perkataan, “Aku tidak punya chemistry sama dia?” Kedua fakta ini tidak bohong. Cinta adalah reaksi kimia. Cinta akan membuat penikmatnya mengalami proses yang tidak ada dalam orang yang tidak mengalaminya. Bahkan akhir-akhir ini ada anjuran dari dokter agar ayah memijat-mijat punggung istri agar ASI ibu keluar lebih banyak? Mistis? Tidak! Ini memang benar-benar nyata. Pijatan orang terkasih di badan akan mengakibatkan reaksi tertentu dalam tubuh. Hormon-hormon di otaklah penyebabnya. Tuhan benar-benar Mahakuasa. Tak salah ada lagu berjudul jablay (jarang dibelai), orang yang jarang disentuh orang yang dia cintai jelas akan kekurangan hormon “cinta”

Ada enam bagian di otak yang berperan dalam urusan cinta. Enam bagian itu adalah Hippocampus, Medial Insula, Anterior Cingulate, Pituitary gland, Hypothalamus, dan Amygdala. Hypothalamus akan membuat hormon Oxytocin dan vasopressin lantas menyimpan keduanya di pituitary gland. Suatu saat pitutiary gland akan mengeluarkan kedua hormon tersebut di dalam darah saat manusia dalam keadaan gairah yang sangat sangat sangat tinggi, contoh: saat orgasme. Kedua hormon ini berhubungan dengan “berlangsung lamanya” suatu hubungan. Oleh karena itu, tak mengherankan jika dikatakan hubungan seks adalah salah satu cara melanggengkan suatu hubungan. (Wowww).

Langkah-langkah biologi seseorang jatuh cinta

  1. Saat seseorang jatuh cinta, Hypothalamus akan melepaskan dopamine ke dalam tubuh. Seseorang akan merasakan kegembiraan yang luar biasa dan sangat bahagia

  2. Semakin banyak kadar dopamine akan membuat kadar serotonin menurun. Apabila serotonin menurun, orang akan berada dalam keadaan ter-obsesi dan tergila-gila berat. Konon, kata para pakar, keadaan ini sama seperti orang yang terkena penyakit Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Sebagai catatan saja, orang yang berpenyakit OCD, akan berperilaku obsessive (harus, tanpa toleransi) dan melakukan sesuatu secara kompulsif (melakukan sesuatu secara berulang-ulang). Pakar menduga bahwa keadaan ini terjadi karena kegagalan “keadaan bayi” orang tersebut mempunyai ikatan perasaan pada pengasuhnya.

  3. Keberadaan dopamine akan membuat tubuh memproduksi nerve growth factor (NGF). Orang yang baru jatuh cinta akan mempunyai kadar NGF tertinggi. Membuat mereka memiliki perasaan romantis. Sayangnya seiring dengan berjalannya waktu, keadaan NGF akan menurun. Apalagi orang yang lagi jomblo, sudah pasti mempunyai kadar dopamine rendah

  4. Bagian otak yang bernama hypothalamus akan memproduksi dua hormon, yaitu oxytocin dan yasopressin  dan menyimpan mereka dalam pituitairy gland. Bagian inilah yang akan mengeluarkan kedua hormon tadi ke dalam tubuh. Lantas kapan kedua hormon bersaudara ini dikeluarkan tubuh? Jawabannya: dalam keadaan gairah yang tinggi, contoh: saat orgasme. Keberadaan hormon oxytocin dan yasopressin inilah yang mempunyai korelasi terhadap langgennya suatu hubungan.
  5. Berikut ini adalah bagan pengaruh kedua hormon diatas dalam tubuhkerja oxytocin yasopressin

One response to “Memahami Jatuh Cinta Lewat Biologi Untuk Memperkuat Cerita Fiksi

  1. Reblogged this on Be A Wind and commented:
    LOL. For reference!

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s