Gara-gara Si Jago Merah


GaraGaraSiJagoMerahJudul Buku: Gara-gara Si Jago Merah
Penulis: Veronica (Siana Murti Wijaya)
Jumlah halaman: 52
Penerbit: Balai Pustaka
Tahun terbit: 2007, cetakan keempat
ISBN: 979-666-126-8

Gara-gara Si Jago Merah adalah kumpulan cerpen anak-anak. Terdiri dari 13 cerpen, dengan ringkasan sebagai berikut:


Demi Persahabatan
Anton mendapat anak anjing dari temannya, Robby. Masalah mulai timbul saat seseorang memberikan anak anjing kedua. Kedua anjing ini sering berkelahi. Ayah memutuskan bahwa salah satu anjing harus dibawa pergi.

Dengan Cara Lain
Yanuar sedang bermain gangsing dengan teman-temannya di depan rumahnya. Datanglah seorang pengemis berkaki pincang meminta sedekah. Yanuar tak mempunyai uang, sebagai gantinya dia memberikan pisang goreng untuknya.

Ana Menyesal
Ari dan Ana sedang memakan rambutan. Dalam waktu singkat, jatah rambutan Ari habis terlebih dahulu. Ari lantas meminta rambutan pada Ana, tetapi Ana tak mau memberikan, namun sejurus kemudian ia menyesalinya.

Pelajaran Bagi Hera
Hera akan merayakan ulang tahun sekolah. Ia tak puas dengan pakaian hasil jahitan ibunya. Ibunya kemudian menyerahkan jahitan tersebut pada penjahit lainnya, bibi Erry. Tetapi hasil jahitan bibi Erry ternyata tak sebagus ibunya.

Ulang Tahun Ayah
Ulang tahun Ayah sudah dekat. Nicolas dan kedua adiknya, Hendrik dan Yola, ingin memberi Ayah mereka sebuah hadiah.

Perkenalan Dalam Bus
Keramaian dalam bus tidak membuat Rus dan Wati benci pada bus. Mereka tetapi memakai jasa bus untuk sampai di sekolah. Pada alat transportasi inilah Rus dan Wati saling berkenalan.

Kris, Soni, dan Penjual Abu Gosok
Kris sedang menunggu Soni di rumahnya sendiri. Temannya itu adalah penjual kue donat. Saat mereka bertemu, datanglah penjual abu gosok. Penjual tersebut ingin membeli donat Soni, namun sayang, air minumnya sudah habis. Dia takut jika nekat membeli donat, ia akan kehausan. Untunglah, Kris menawarkan air untuk penjual tersebut.

Arti Sahabat
Liana adalah anak sombong. Ia tidak pernah mau meminjamkan barang-barang miliknya pada teman-temannya. Namun sifatnya berubah saat suatu hari dia tidak masuk sekolah dan terpaksa harus meminjam catatan teman-temannya.

Tuti Merasa Terpukul
Tuti tidak senang pada Agus. Adiknya itu sering memakan jatah makanannya. Ia berniat memberi pelajaran pada adiknya. Kebetulan, ibu sedang menghukum adik dengan mengurangi jatah roti oleh-oleh Ayah.

Rumah Ade Diperbaiki
Loteng rumah Ade sedang diperbaiki. Ade ingin sekali mengetahui pekerjaan tukang-tukang tersebut.

Lulus Ujian
Mercy adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Dia pemarah. Suatu ketika, kakak-kakaknya sepakat untuk menguji adik mereka agar Mercy sadar.

Nenny Membantu Ayah
Nenek akan datang. Nenny membantu ayah menyiapkan kamar tidur untuk nenek.

Gara-Gara Si Jago Merah
Hilda dan Emi bermusuhan.Gara-gara peristiwa kebakaran, keduanya menjadi akur kembali.

Tak diragukan, fiksi anak-anak selalu bermuatan dengan unsur pendidikan. Begitu juga buku ini. Jumlah kata yang pendek per cerpen tidak akan membuat anak yang baru mulai membaca cerita yang panjang menjadi bosan. Suguhan tema-temanya pun juga beragam. Sedikit dialog tak dapat saya kritik. Bagaimanapun juga, cerpen anak-anak harus pendek. Pemakaian dialog yang intens akan memperlambat cerita. Jika lambat, cerita akan membutuhkan lebih banyak kata.

Pemakaian ilustrasi juga tepat. Anak-anak yang menjalani peralihan dari cerita banyak gambar menuju cerita dengan sedikit gambar akan terbantu untuk terus berimajinasi selama membaca.

Saya menyayangkan tata sampul. Kurang menarik. Jika buku ini hanya ada di perpustakaan sekolah dan guru menyuruh mereka membaca, memang tidak masalah. Namun saya ragu, jika buku ini dijual di toko-toko buku besar dan harus bersaing dengan buku anak-anak dari penerbit lain, akan bertahan di rak toko dalam jangka waktu lama. Balai Pustaka memang milik pemerintah, tapi tak ada salahnya jika mulai berpikir seperti penerbitan swasta, disamping mengemban misi pendidikan juga mendapat untung.

Bagi Anda yang terbiasa membuat cerpen remaja ataupun novel, membuat cerpen anak-anak tidaklah mudah. Panjang kata yang sekitar 300-an saja, bahasa lugas, logika yang sederhana, plot pendek, kosakata yang tak berbelit-belit adalah penyebabnya. Cerita-cerita dalam buku ini bisa dijadikan pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s