Living Dead Girl


living dead girl, elizabeth scott, simon pulseJudul Buku: Living Dead Girl
Penulis: Elizabeth Scott
Jumlah halaman: 170
Penerbit: Simon Pulse
Tahun Terbit: 2008
ISBN: 978-1-4169-6060-7

Ray selalu memanggil gadis itu Alice. Gadis itu terlalu takut untuk melarikan diri. Ray mengancam akan membunuh orangtua dan membakar rumahnya jika Alice sampai melarikan diri.

Kyla Davis diculik oleh Ray saat ia berusia sepuluh tahun dan membawanya ke Shady Pines Apartments. Sejak itu kehidupan Kyla berbeda. Ray selalu mengancam akan membunuh orangtua dan membakar rumahnya jika dia sampai melarikan diri, padahal rumah Kyla di Daisy Lane nomor 623 dan tempat Ray cuma 2 mil.

Ray tidak pernah memanggil Kyla dengan nama aslinya. Ray selalu memanggilnya dengan Alice. Pria ini membatasi asupan makanan baginya karena Ray tidak ingin Alice cepat tumbuh menjadi besar. Agar Alice semakin takut, pria itu bercerita bahwa Alice sebelumnya ia bunuh dan membuangnya ke sungai. Setelah pemakaman, Ray membunuh kedua orangtua Alice sebelumnya dan membakar rumahnya.

Ketika umur Alice sudah lima belas tahun, Ray mulai menganggap Kyla tidak layak menjadi “Alice” baginya. Dia berencana akan mencari Alice yang lain.

Sasaran sudah ditentukan. Lucy, seorang gadis di taman. Pada dasarnya Kyla tidak perduli pada nasib Lucy. Yang diinginkannya hanya kebebasan. Ray menjanjikan kebebasan pada Kyla setelah mendapatkan Lucy. Tetapi Kyla tidak tega. Ia memberitahukan secara sembunyi-sembunyi rencana Ray pada Jake, kakak Lucy. Dan saat penculikan Lucy-lah, Ray terbunuh oleh Jake.

Saya tidak menyukai pembukaan novel dengan deskripsi tempat. Dan novel ini melakukannya. Mengapa? Sebab saat saya membaca untuk pertama kalinya, saya masih belum merasa tertarik, jadi bagaimana saya bisa tahan terhadap deskripsi tempat. Bayangkan saja begini. Ada dua orang yang akan berbicara pada Anda. Satu orang adalah pacar Anda, satu lagi orang asing. Mana yang ada pilih terlebih dahulu? Kalau saya, tentu saja adalah pacar, karena pada dasarnya saya suka dia, maka….apapun yang dia ceritakan, saya mau dengar. Tidak banyak pembaca yang tahu apa isi sebuah novel saat membacanya, membuatnya tertarik adalah hal utama bagi penulis pada lembar-lembar awal novel.

Novel ini mempunyai format agak aneh. Anda akan menjumpai beberapa bab hanya terdiri dari beberapa kata. Bahkan bab terakhir, bab 65, hanya tertulis I AM FREE. Padahal, saat saya membaca novel Before I Die karya Jenny Downham, saya merasa aneh, ketika menjumpai bab-bab pendek di lembar-lembar terakhir novel, ternyata Living Dead Girl lebih aneh lagi. Entah, apa maksud dari pengarangnya. Apa mungkin supaya agak tebal?

Keanehan kedua. Novel ini memakai tiga sudut pandang. Baru kali ini saya membaca novel dengan tiga sudut pandang. Sebagai contoh, POV-2 ada di halaman 1 dan 2 dengan you adalah pembaca, ditandai dengan kalimat: It’s you all you can afford. Halaman 3-4, POV-2, dengan you adalah Kyla Davis. POV-1 di halaman 5-7 (dan hampir keseluruhan cerita), dengan aku adalah Kyla Davis. Sedangkan halaman 8-9 adalah POV-3, dengan she adalah Kyla Davis. Saya agak pusing ketika pertama kali membacanya. Ternyata bukan hanya Kyla Davis yang harus dipahami dengan tulisan “pikirannya” yang seperti melamunkan dirinya (meloncat-loncat), tetapi juga penulisnya. Rupanya ada juga gaya tulis seperti melamun seperti ini.

Saya menyukai sudut pandang orang pertama di novel ini. Dengan sudut pandang ini, saya lebih bisa membayangkan kegetiran-kegetiran dari Kyla Davis. Tetapi justru ini masalahnya, kekerasan-kekerasan dan dialog yang “kejam” membuat saya agak prihatin terhadap buku ini, terutama karena korbannya adalah anak belia.

Plotnya agak susah dicerna. Sering meloncat. Tetapi memang seharusnya bukan masalah. Novel ini lebih menceritakan keadaan pikiran Kyla Davis. Tentu, kita tidak bisa berharap pikiran seseorang selalu runut dari A sampai Z.

Sampul novel ini mengkilap. Memang terkesan bagus, tetapi mudah sekali rusak karena goresan-goresan. Jika Anda membeli buku bersampul seperti ini, sebaiknya cepat-cepat memberi sampul plastik agar tetap tampil bagus agak lama.

Saya tidak bisa mengatakan “rekomendasi” atau tidak. Saya berharap dari resensi singkat yang saya tulis diatas, Anda dapat menentukan sendiri.

Daftar Tokoh

Nama Tokoh Keterangan
Ray Penculik Kyla Davis
Kyla Davis Korban penculikan
Lucy Calon korban penculikan Ray setelah Kyla Davis
Jake Kakak Lucy
Barbara Polisi yang mendatangi Kyla Davis di taman

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s