Cerita Mini Horor: Teman-temanku


4MakamPras mempunyai villa di daerah Batu. Ayahnya baru saja membelinya dari seorang bule yang pulang ke negaranya karena baru bercerai dari istrinya, orang Indonesia. Pras mengajak keempat temannya, Adi, Joko, Dikdo, Kondar untuk pergi bersamanya kesana.

Adi sangat bersemangat. Ia membeli celana renang baru, membawa serta Play Station kesayangannya, serta tak lupa memborong coklat dan keripik kentang. Pras menggoda Adi di sepanjang perjalanan, yang notabene berbadan paling gembul diantara mereka, sementara teman-temannya lain saling bersahutan mengutarakan rencana-rencana mereka selama seminggu disana sampai tahun baru.

Begitu turun dari mobil, mereka semua berebut memilih kamar mereka masing-masing. Adi santai-santai saja, baginya, asal ada makanan yang cukup, tak masalah mau tidur dimana, kek. Mau tidur sama tokek juga tidak masalah.

Mereka bersiap-siap berenang, sedangkan Adi malah berpakaian lengkap. Sebuah foto dengan lensa jarak jauh ada ditangannya. Teman-temannya menertawakannya.

“Hei, Di. Santai dikit napa?” Pras berujar sambil berenang gaya katak.

Adi cuma melengos. Semua teman sekampusnya mengetahui bahwa Adi suka dengan fotografi. Dia sudah sering memenangkan berbagai perlombaan fotografi.

Jam sudah hampir pukul empat. Kabut sudah mulai turun. Adi belum juga datang. Teman-temannya merasa kuatir. Pras mengusulkan agar mereka mulai mencari Adi. Namun sudah hampir jam enam, mereka masih belum menemukan Adi padahal seluruh lembah di belakang villa, perkebunan teh, dan air terjun berjarak lima ratus meter dari villa sudah mereka jalajahi.

Mereka sedih. Pras menyalahkan dirinya sendiri. Ia berkata bahwa seharusnya dia tak mengijinkan Adi untuk hunting foto. Adi baru pertama kali kemari, dia tentu tidak tahu medan di daerah ini. Bagaimana kalau jatuh di jurang? Bagaimana kalau dimakan ular? Pras pernah mendengar dari penduduk disini bahwa di tengah hutan, dekat air terjun, ada ular jadi-jadian berukuran besar.

Dengan hati gundah mereka semua pulang ke Surabaya. Tak ada yang berani memberitahukan pada orangtua Adi di kampung. Tak ada seorang pun yang pernah membicarakan hal itu lagi. Tak ada yang bertanya-tanya kenapa kamar kos Adi kosong. Ini bukan pertama kalinya Adi menghilang. Adi sering melakukannya jika sibuk hunting foto.

Setahun kemudian Pras, Dikdo, Joko dan Kondar berkumpul lagi. Hati mereka tak tenang. Mereka bermaksud kembali ke villa itu. Mereka ingin mengenang kembali Adi.

Tak seperti setahun lalu, mobil Pras memasuki villa dengan perlahan-lahan.

Mereka terkejut. Dari tempat parkir, mereka melihat seseorang berbadan gempal sedang berjongkok di tanah. Mereka berempat berhamburan ke arah sosok itu. Mereka yakin itu adalah Adi. Ternyata Adi masih hidup. Pras berlari paling depan, sedangkan sisanya masih di belakang.

Joko, Kondar dan Dikdo heran, ketika melihat Pras tiba-tiba berhenti. Saat mereka bertiga tiba dekat Pras berdiri, mereka juga terkejut. Mata mereka terbelalak. Adi berjongkok membelakangi mereka. Di hadapan Adi ada empat makam. Tertulis pada nisan makam-makan itu: Joko, Kondar, Dikdo, dan Pras.

“Maafkan aku, sobat. Gara-gara mencari aku, kalian terjatuh di jurang dekat air terjun. Seharusnya aku memperingatkan kalian kalau di tempat itu banyak semak menutupi pinggir jurang.” Adi mulai menangis meraung-raung. “Seharusnya aku memberitahu kalian, karena aku sudah sering hunting disana.”

 Sumber gambar: Alexander Arthur Blog

9 responses to “Cerita Mini Horor: Teman-temanku

  1. Sudah setahun berlalu dan mereka baru tahu kalau mereka (Pras, Kondar, Joko dan Dikdo) yg meninggal? Rasa2nya rentang waktu ‘tidak tahu’-nya itu terlalu lama dan agak tdk masuk akal bila tdk ada yg sadar empat org itu sdh bukan (?) manusia lagi.
    Tapi ya lepas dr itu smua, idenya keren. Aku suka ending kejutan kyk gini ^^d

    Disukai oleh 1 orang

    • Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, Kak. Kisah ini saya tulis karena terinspirasi 2 buah kisah. Kisah pertama terjadi di luar negeri. Di suatu rumah sakit, ada seorang suster yang sudah meninggal, tetapi dia tidak menyadari kalau dirinya meninggal. Dia masih bekerja sebagaimana biasanya. Akhirnya rumah sakit tersebut ditinggalkan karena semua orang ketakutan.

      Kisah kedua, berasal dari Indonesia sendiri. Beberapa tahun yang lalu ada sekelompok anak SMA sedang berwisata di Parangtritis. Seorang anak laki-laki tiba-tiba hilang. Mereka gagal mencari anak tersebut, akhirnya mereka menganggap anak tersebut ditelan ombak. Setahun kemudian orang-orang di Parangtritis menemukan seorang anak laki-laki linglung. Ternyata anak laki-laki ini adalah anak laki-laki yang hilang itu….Apakah kedua cerita diatas benar atau tidak, saya sendiri juga tidak tahu….Saya cuma tergelitik menulis cerita berdasarkan kejadian diatas…hehehheeh

      Suka

  2. jadi ingat film Thailand🙂

    Suka

  3. ohh adi ternyata kau yang masih hidup aku pikir sebaliknya😀

    Disukai oleh 2 orang

  4. wah, jadi yang meninggal teman2nya adi?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s