Cerita Mini Horor: Makan


Kamu sendirian saat ini. Hujan belum berhenti sejak setengah jam yang lalu. Rumah tempat kamu tinggal terletak paling ujung di jalan itu. Kamu tinggal disana karena liburan semester tiba. Semua teman pecinta alammu pergi ke gunung. Kamu tidak ikut mereka karena badanmu demam. Tengah malam kamu terbangun. Perutmu lapar. Kamu lupa makan sore tadi karena seharian kamu hanya tidur. Kamu bangkit dari kasur. Kamu merasakan lantai kamarmu sangat dingin. Kamu malas berjalan ke arah pintu kamar, tetapi badanmu benar-benar kelaparan.

Saat kamu membuka pintu, lorong di depan kamarmu gelap. Rupanya seluruh keluargamu sedang tidur. Kamu malu berteriak memanggil mama-mu. Masa anak laki-laki cengeng seperti perempuan? Dengan terpaksa kamu menuruni tangga.

Saat berada di anak tangga terakhir, kamu mencium bau harum mie instan kuah. Perutmu bertambah lapar. Kamu gembira. Itu berarti ada seseorang sedang memasak makanan di dapur. Mama pasti selapar diriku, pikirmu. Pintu dapur terbuka sedikit. Kamu membukanya lebih lebar. Seorang perempuan berdiri membelakangimu. “Ma, aku juga pengin. Masak buat Ardi juga, ya?”

Perempuan itu menjawab, “Tunggu saja di meja makan, Di.”

Saat kamu sampai di meja makan, kamu tersenyum lebar. Ternyata papa dan adikmu sudah disana. Mereka duduk di meja makan. Ada sebuah mangkuk di hadapan mereka masing-masing. Papamu tersenyum. “Duduklah disini, Nak.”

Kamu akan melangkahkan kakimu, tetapi kamu mendengar suara. Di belakangmu ada sebuah jendela yang menghadap ke arah pintu pagar depan. Kamu mendengar ada sebuah mobil masuk. Cahaya lampu mobil menerobos lewat kaca jendela menyilaukan. Kamu berbalik arah menuju jendela karena  penasaran, siapa yang malam-malam datang ke rumah?

Kamu terkejut melihatnya. Ayahmu baru saja keluar dari tempat duduk supir. Sedangkan mama-mu baru saja menutup pintu mobil. Dia sedang menggendong adikmu.

“Jika mereka yang di mobil orangtua dan adikku, lantas siapa yang—“ kamu berbalik ke arah meja makan. Di depanmu berdiri tiga orang. Jari-jari mereka panjang. Kuku mereka bahkan hampir menyentuh tanah. Mulut mereka berwarna hitam. Mata mereka putih bundar. Otot-otot berwarna merah tampak menyebar sepanjang bola mata.

“Siapa kalian?” desismu parau.

“Kami ingin makan,” kata seseorang berambut panjang dan memakai rok. Selesai berkata, dia melayangkan tangannya yang panjang ke arah lambungmu. Kamu ingin berteriak tetapi mulutmu terkunci. Kamu melihat semburat darahmu di lantai. Pandanganmu kabur. Dua sosok lain mendekatimu. Mereka membuka mulut. Kamu tak tahu lagi kelanjutannya. Pikiranmu melayang diiringi kesakitan di sekujur tubuhmu.

3 responses to “Cerita Mini Horor: Makan

  1. nice story,,,lanjutkan terus mas…

    Suka

  2. Keren. Pakai tokoh ‘kamu’
    *mau coba ikut²an

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s