Resensi Kumpulan Cerpen Benteng Kasih Karya Mira W


BentengKasih-MiraWJudul Buku: Benteng Kasih

Tahun Terbit: 1981

Jumlah Halaman: 211 Halaman

Penulis: Mira W

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: –

 

Benteng Kasih adalah kumpulan cerpen dari Mira W. Terdiri dari

  1. Sejuta Kepalsuan
    Marni mendengar secara tak sengaja ketika Pak Hendro mengatakan persetujuannya bahwa seorang pembantu boleh menikah dengan siapa saja termasuk tuannya. Marni lantas meminta Roni, pacarnya sekaligus anak Pak Hendro, agar mengatakan hubungan mereka yang sebenarnya kepada Pak Hendro.
  1. Dikejar Rasa Berdosa
    Seorang ibu menemukan seorang nenek di tepi jalan. Sebuah borok busuk ada di dadanya. Si Ibu mencoba membantu nenek itu dengan membawanya ke puskesmas. Tetapi ternyata borok itu bukan borok biasa.
  1. Teman Sekamar
    Riri dan Tanti tinggal sekamar dalam satu kos. Riri selalu kuatir Tanti akan merebut pacarnya.
  1. Akhirnya Dia Kembali
    Nuning mengetahui tingkah laku Frans, ayahnya. Dia berencana mendekatkan orangtuanya dengan bantuan Heri.
  1. Benteng Kasih
    Joko dan istrinya mendapatkan kenyataan, Mbok Imah, pembantu rumah tangganya terkena TBC. Yang membuat mereka bingung adalah bagaimana memisahkan anak mereka dari pengasuhnya itu.
  1. Kontrak Perkawinan
    Nana hamil karena Hendro. Tetapi pria itu melarikan diri, sehingga Nana terpaksa kawin kontrak dengan Arman. Begitu bayi itu lahir, Nana akan bercerai dengan Arman.
  1. Babuku, Rivalku
    Suaminya sejak kecil dirawat oleh babu itu. Bahkan sampai menikah pun, babu itu ikut tinggal bersamanya. Dan persaingan antara istri dan babu dimulai.
  1. Neni dan Yati
    Neni anak orang kaya. Yati sebaliknya. Mereka bersahabat. Suatu ketika, demi persahabatan mereka, Yati mencoba menyadarkan Neni agar bersyukur terhadap segala keberuntungan yang dimilikinya.
  1. Nilai Cinta
    Mas Yos, seorang duda, menikah dengan istrinya itu, seorang janda. Masing-masing membawa anaknya sendiri-sendiri. Ketika Tita, anak istrinya, meninggal. Suasana rumah tangga mereka menjadi berubah.
  1. Usiaku Tiga Puluh Enam Tahun
    Dia adalah dokter wanita yang sukses. Hanya penampilan yang menjadi kekurangannya. Meskipun demikian, seorang sarjana kimia yang telah menjadi pasiennya, mau melamarnya.
  1. Persaingan
    Tia tidak mau kalah dengan Atiek, temannya. Ketika Atiek melamar untuk menjadi artis film, Tia mencoba mengalahkannya. Kedua gadis ini tidak menyadari kalau mereka adalah saudara kembar dari orangtua yang bercerai tujuh belas tahun yang lalu.
  1. Rumah Buat Lia
    Lia ditinggal orangtuanya di rumah sakit. Saat kakinya harus diamputasi, dokter-dokter disana memindahkannya ke YPAC.
  1. Sentuhan Kasih Sayang
    Karsono menikah dengan mantan wanita tuna wisma bernama Lastri. Masalah mulai muncul setelah kelahiran anak mereka, Tono. Orangtua Karsono menuduh keadaan Tono yang tidak sehat karena pekerjaan Lastri terdahulu.
  1. Hanya Selangkah
    Mas Yon adalah suaminya. Seorang dokter yang sibuk. Suatu ketika seorang ibu datang kepadanya dan memohon agar dipertemukan dengan Dokter Yon karena menginginkan dokter tersebut menolong anaknya. Sang istri berbohong bahwa suaminya tidak ada di tempat.
  1. Setetes Darah Sekuntum Cinta
    Dokter Bastian harus menolong orang yang menyebabkan kandungan istrinya harus digugurkan.
  1. Anugerah Natal untuk Yanti
    Yanti keguguran di malam Natal. Ibu Yanti berusaha menyelamatkan nyawa anaknya dengan membujuk dr Gunawan agar mengoperasi anaknya.
  1. Cuti Akhir Tahun
    Mas Ton mendapat jatah cuti dari perusahaan penerbangan tempanya bekerja. Tetapi saat akan pergi, mereka tidak tega dengan keadaan ibu Mas Ton yang sakit-sakitan.
  1. Ketika Aku Harus Memilih
    Dokter Win sadar bahwa tabung oksigen ini adalah tabung terakhir. Dan tabung tersebut sedang dipakai oleh Nyonya Iskandar, seorang penderita kanker tahap lanjut. Tetapi saat ini ada seorang anak penderita paru-paru basah yang membutuhkan oksigen juga.
  1. Permata Hatiku
    Ita, anaknya sudah menikah. Kini ia merasa sepi. Tetapi perkataan suaminya, Hendra, menyadarkannya bahwa suaminyalah yang sekarang menjadi tumpuan perhatiannya.
  1. Adakah Maafku Baginya?
    Rien harus berhadapan dengan Haris setelah tiga tahun yang lalu. Ita memang membutuhkan seorang ayah. Tapi rasa benci itu masih mengguncangnya.
  1. Perangkap Tikus
    Dewi sering menceritakan dongeng pada Mia, anaknya. Suatu ketika, Mia terjatuh dari kursi karena ingin membebaskan tikus dari perangkap. Mia mendapat ide ini dari dongeng yang diceritakan oleh Dewi.
  1. Jangan Biarkan Anakku Membunuhmu, Maria
    Bambang sudah lama menginginkan anak dari rahim Maria. Namun Bambang bingung dihadapkan pada pilihan, siapa yang harus mati: Anaknya atau Maria?
  1. Riak-riak Penyesalan
    Ibu Pujo adalah guru fisika yang tak disukai murid-murid. Salah satu kelas merancang balas dendam. Tapi mereka menyesalinya.
  1. Tiga Terlalu Banyak
    Nina terkenal sebagai cewek yang sering gonta-ganti cewek. Ujung-ujungnya, dia malah memilih Darto sebagai akhir petualangannya. Padahal Darto bukan tipe cowok gemerlap.
  1. Dokter Farida
    Parlin tahu sejak semula, Dokter Ida memang keras kepala seperti dirinya. Tapi dia tidak perduli. Dia ingin menikah dengan dokter itu.

Saya membeli Benteng Kasih di pasar loak. Membacanya pun penuh perjuangan. Saya sering tutup hidung. Maklumlah, namanya juga buku bekas yang dipanjang di lapak. Baunya minta ampun. Satu hal yang membuat saya tertarik membelinya. Saya belum pernah melihat sampul novel seperti Benteng Kasih ini. Cukup sederhana, tetapi temanya cukup gado-gado. Meski beberapa ada yang memiliki setting yang sama, yaitu setting kedokteran.

Dibandingkan dengan kumpulan-kumpulan cerpen yang pernah saya baca sebelumnya, Benteng Kasih karya Mira W ini terbilang pendek dan bertema sederhana. Beberapa mempunyai nilai inspirasi tinggi (Dikejar Rasa Dosa, Benteng Kasih, Nilai Cinta, Rumah Buat Lia). Lainnya mempunyai nilai gugatan tentang keadaan di masyarakat (Sejuta Kepalsuan). Ada juga yang seperti FTV sekarang, yaitu bertipe “mengalir seperti air”, mudah ditebak akhirnya (Babuku, Rivalku; Tiga Terlalu Banyak). Dan diantara semuanya, ada yang tak membekas apa-apa di hati saya, yaitu Teman Sekamar. Saya rasa karena mungkin terlalu klise dan tak mempunyai efek kejut.

Saya mendapatkan pelajaran dari segi penulisan cerpen dari Mira W: Jangan takut membuat cerita dengan plot sederhana. Jujur saja, saya sering menulis cerpen dengan plot agak naik turun atau penggambaran detil agak rumit jika dibandingkan dengan Benteng Kasih ini. Saya melakukan hal itu karena saya tidak ingin membuat cerpen dengan model anak-SD. Tetapi Benteng Kasih membuat saya terkejut. Untuk ukuran buku cerpen saat ini, beberapa ceritanya tergolong biasa. Mira W lebih berfokus jalan cerita. Jika penulis pemula banyak yang meniru cara Mira W dalam menulis, mereka pasti lebih produktif dalam menulis cerita. Dan pada gilirannya nanti “produktif”-nya mereka membuat mereka semakin terlatih dalam menerjemahkan isi pikiran dalam bentuk aksara. Terima kasih, Mira W. Saya belajar dari Anda.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s