Membuat Paragraf Fiksi yang Menarik


Banyak orang mengatakan “Saya sering berangan-angan” atau “Saya selalu bermimpi tiap malam”, juga ini “Saya punya banyak imajinasi”.  Dan mereka akan melanjutkan dengan “Kalau begitu saya pasti cocok jadi penulis.”

Benarkah demikian? Sebagian besar orang yang berkata seperti ini justru tak banyak yang menjadi penulis. Saat mereka sudah berada di depan laptop untuk menulis, tiba-tiba imajinasi itu hilang.

Mengubah imajinasi di benak menjadi sebuah tulisan fiksi memang tak mudah. Tetapi jika saya mengatakan bahwa membuat cerita fiksi itu mudah, apakah Anda percaya? Baiklah jika Anda tidak percaya, berikut ini contohnya:

Gadis itu berdiri di depan jendela menatap ke arah luar.

Nah bagaimana? Anda masih tertawa? Oke! Saya tahu. Masih ada kekurangan. Cerita memang bukan hanya memberitakan kejadian tertentu. Tidak ada sesuatu yang bisa kita rasakan. Kita hanya tahu ada “seorang gadis berdiri di depan jendela” saja. Padahal cerita seharusnya membuat semua indera seseorang bekerja. Orang harus merasa takut apabila membaca cerita horor. Orang harus trenyuh bila membaca cerita sedih. Jadi marilah sekarang kita permak kalimat diatas menjadi sebuah paragraf fiksi yang menarik.

Menambahkan Lokasi Kejadian (Setting)

Lokasi kejadian itu penting. Coba rasakan seperti ini. Andai ada seseorang yang jatuh cinta kepada Anda (jika Anda wanita). Bandingkan perasaan Anda apabila dia mengucapkannya di pasar, di café, di sekolah, di angkutan umum, atau di kuburan. Apakah ada bedanya? Pasti ada, kan? Begitu juga dalam fiksi. Sekarang saya menambahkan ceritanya seperti ini:

Waktu matanya membuka perlahan-lahan. Dia hanya melihat langit-langit. Dengan setengah terkantuk ia tegakkan badan. Matanya memejam sekali lagi untuk menebas sisa kantuk sebelum kakinya menapak lantai. Aku pasti tertidur lama, pikirnya. Tidak percuma menghabiskan beberapa juta hanya untuk ranjang berisi air. Tidur serasa dipijat . Sesampai di depan jendela, matanya terarah ke luar jendela.

Seharusnya sekarang Anda sudah bisa menebak dimana TKP cerita ini. Yoi, settingnya di kamar tidur.

Menambahkan faktor emosi

 Selama kita bercerita mengenai manusia. Jangan lupa unsur emosi. Yang saya maksud dengan emosi disini bukan dalam konteks marah tetapi sesuatu yang bisa membuat orang bergerak melakukan sesuatu karena pengaruh ransangan dari luar. Gerakan dari orang tersebut terlebih karena hatinya, bukan otaknya. Gerakan tersebut dilandasi oleh perasaannya. Sesuai sekali dengan akar kata emosi yang berasal dari bahasa latin Emovere. E adalah luar. Movere artinya bergerak.

Apa yang menyebabkan orang tiba-tiba menjadi emosi? Banyak hal. Kenangan, lagu, catatan harian, gambar mantan, hujan, angin, rumah tempat tinggal dan lain sebagainya.

Sekarang saya akan tambahkan unsur memori pada cerita diatas:

Waktu matanya membuka perlahan-lahan. Dia hanya melihat langit-langit. Antara sadar dan tak sadar bentuk langit-langit itu mengingatkannya akan masa kecilnya. Mama menyuruhnya untuk tidur sendiri pertama kali saat dirinya menginjak kelas tiga SD. Dia berteriak-teriak. Takut kalau-kalau ada hantu akan muncul dari pintu lemari. Sepanjang malam matanya tak mau terpicing. Tiba-tiba Mama muncul dari balik pintu. Mama menyuruhnya menghitung petak-petak asbes di langit-langit rumah. Entah karena kantuk atau memang kata Mama benar, dia selalu tertidur pada hitungan ke seratus tujuh. Tetapi tentu bukan seratus tujuh yang asli. Dia hanya dapat berhitung sampai sepuluh. Sehingga dia menghitung sampai sepuluh ke sepuluh ditambah tujuh.

 

Dengan setengah terkantuk ia tegakkan badan. Matanya memejam sekali lagi untuk menebas sisa kantuk sebelum kakinya menapak lantai. Aku pasti tertidur lama, pikirnya. Tidak percuma menghabiskan beberapa juta hanya untuk ranjang berisi air. Tidur serasa dipijat . Sesampai di depan jendela, matanya terarah ke luar jendela.

 

Ungkapkan Karakter/Keadaan Jiwa Tokoh

Karakter tokoh akan membuat pembaca memutuskan untuk suka atau benci pada tokoh tersebut. Karakter akan menggiring mereka terhadap pikiran tertentu. Oleh karena lewat karater-lah, pembaca akan membandingkan tokoh tersebut terhadap kehidupan nyata. Pengalaman pembaca pada dunia nyata akan karakter semacam itu membuat tokoh tersebut akan hidup. Saya akan tambahkan karakter pada tokoh diatas.

Waktu matanya membuka perlahan-lahan. Dia hanya melihat langit-langit. Antara sadar dan tak sadar bentuk langit-langit itu mengingatkannya akan masa kecilnya. Mama menyuruhnya untuk tidur sendiri pertama kali saat dirinya menginjak kelas tiga SD. Dia berteriak-teriak. Takut kalau-kalau ada hantu akan muncul dari pintu lemari. Sepanjang malam matanya tak mau terpicing. Tiba-tiba Mama muncul dari balik pintu. Mama menyuruhnya menghitung petak-petak asbes di langit-langit rumah. Entah karena kantuk atau memang kata Mama benar, dia selalu tertidur pada hitungan ke seratus tujuh. Tetapi tentu bukan seratus tujuh yang asli. Dia hanya dapat berhitung sampai sepuluh. Sehingga dia menghitung sampai sepuluh ke sepuluh ditambah tujuh.

 

Dengan setengah terkantuk ia tegakkan badan. Matanya memejam sekali lagi untuk menebas sisa kantuk sebelum kakinya menapak lantai. Aku pasti tertidur lama, pikirnya. Tidak percuma menghabiskan beberapa juta hanya untuk ranjang berisi air. Tidur serasa dipijat . Sesampai di depan jendela, matanya terarah ke luar jendela.

 

Air hujan mengundangnya untuk mengingat kejadian beberapa tahun lalu. Kejadian yang selalu menggulirkan air mata lewat sudut matanya. Diusapnya cairan hangat itu dengan punggung tangan. Tidak! Itu sudah terjadi! Tak mungkin waktu berulang untuk menghapusnya. Meskipun ia ingin menghapus nama itu.

 

Victor. Nama itu masih saja terngiang. Suaranya selalu mengendap, menunggu guncangan dalam jiwanya dan akhirnya muncul menyayat seperti dulu

Masih banyak komponen-komponen fiksi lain yang bisa Anda gunakan untuk mempercantik cerita Anda. Namun demikian saya berharap contoh kecil diatas setidak-tidaknya memberikan sedikit gambaran bagaimana membentuk cerita fiksi.

5 responses to “Membuat Paragraf Fiksi yang Menarik

  1. Terima kasih. Saya tunggu tips selanjutnya.

    Suka

  2. mantabs… Lanjutkan! 😀

    Disukai oleh 1 orang

  3. tipsnya bagus mas
    mudah dimengerti, dan segera dipraktekkan
    thanks

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s