Resensi Novel Galau Remaja di SMA Karya Mira W


GalauremajaSMA-MiraWJudul buku: Galau Remaja di SMA

Penulis: Mira W

Penerbit: Gramedia

Tahun Terbit: 1984

Jumlah Halaman: 266

ISBN:

 

Atiek dan Tia sama-sama cantik dan pandai. Keduanya berusaha saling mengalahkan satu sama lain.

Atiek tidak terima Tia memperoleh perhatian kakak kelasnya, Aris. Penyebabnya bukan karena Atiek tidak laku. Anton masih mencintainya. Atiek hanya tidak mau kalah. Maka jadilah hari pertama mereka di Bali diwarnai dengan hukuman dari Pak Wayan, guru pengasuh widyawisata mereka.

Atiek dan Tia tidak kapok-kapok. Pada malam pertama mereka menginap di rumah penduduk pun terjadi pertengkaran hebat. Kali ini Atiek yang sedang sial. Dia terbukti sebagai penyebab pertengkaran. Pak Wayan menghukumnya untuk tetap tinggal di penginapan ketika esok teman-teman mereka akan ke Pura Besakih.

Bosan berada di penginanpan, Atiek jalan-jalan. Dia bertemu dengan rombongan Hartono, Basuki, dan Sugito yang sedang mencari lokasi syuting. Atiek terpana pada pria baya bernama Hartono itu. Sejak itu ia bertekad menjadi bintang film demi berdekatan dengan Hartono.

Perseteruan Atiek-Tia masih berlanjut sampai acara makan bersama. Pak Wayan benar-benar murka. Dia menghukum mereka dengan tidak memperbolehkan makan dan esok mereka akan kembali ke Jakarta.

Malamnya perut mereka keroncongan. Atiek, Danar, dan Henny mengendap-ngendap keluar mencari makanan di sekitar hotel. Ternyata Atiek mempunyai rencana lain. Dia ingin ke hotel tempat Hartono menginap. Tentu saja Hartono terkejut. Hartono tetap bersikeras mengetes Atiek di Jakarta.

Tia resah ketika mengetahui Atiek akan menjadi artis. Dengan segala cara, Tia berusaha merayu ibunya agar dengan segala cara Kadewatan Film mau menerimanya berperan dalam film mereka. Nina, ibu Tia, berusaha meminta bantuan Adi Prawoto, ayah Atiek, agar membantunya memasukkan Tia ke Kadewatan Film. Adi setuju. Maka sekarang Atiek dan Tia berperan dalam film yang sama.

Atiek yang kecewa karena kemunculan istri Hartono. Atiek yang haus kasih sayang seorang ibu. Atiek yang merasa sepi. Kesemuanya itu ditangkap mata Nina. Ia bertekat membantu Atiek agar dapat melalui masalahnya dengan baik. Ini rupanya membuat Tia cemburu. Tia mendapati mamanya memeluk Atiek. Dan pertengkaran pun terjadi kembali.

Saya sebetulnya tidak terlalu tertarik cerita remaja. Mungkin karena masalah remaja sudah jauh dari usia saya. Tetapi membaca teenlit dari Mira W membuat perasaan saya berubah. Saya sangat menikmati bahasa pergaulan mereka (yang tentu saja dekat-dekat dengan usia saya ketika remaja). Celoteh mereka, gaya berteman mereka. Semua digambarkan dengan apik.

Saya sering ketawa-ketiwi. Saya terjerabut dari masa sekarang dan kembali ke masa lalu. Masa-masa tidak ada email, facebook, instagram. Waktu tidak ada SMS, WhatsApp, dan BBM. Masa ketika pertemanan adalah aku ketemu sama kamu dan saling berbicara secara fisik, bukan lewat ponsel atau aplikasi chatting. Semua gambaran cerita remaja masa lampau sering saya dapatkan kembali di novel-novel teenlit karya Mira W.

Cerita dalam novel ini amat-sangat sederhana. Perkembangan watak tokoh-tokohnya tidak terlalu terlihat. Bahkan bisa dikatakan cerita ini tentang perseteruan Atiek-Tia saja, sehingga tokoh-tokoh lain bisa dikatakan figuran. Novel ini baru tampak agak serius di halaman-halaman terakhir. Disana peralihan kejiwaan Atiek lebih dominan dan usaha Aris untuk mendapatkan Tia tampak menonjol.

Saya menyukai cara-cara ibu Tia dan ayah Atiek dalam menghadapi anak-anak mereka. Nina dan Adi tidak menggunakan “kekuatan bersenjata”. Terutama Nina. Dia bahkan menyemangati Aris agar mendapatkan Tia, anaknya sendiri. Dia berusaha menyelamatkan masa remaja Atiek dari kebingungan berpacaran dengan calon duda. Semua dengan memakai kata-kata halus. Bukan dengan “Gue orangtua elo” elo harus nurut. Masih adakah orangtua seperti ini di jaman sekarang?

Tidak ada salah-benar dalam usia remaja mereka. Mereka masih mencari-cari jati diri. Saya rasa ini yang menjadi tema novel ini. Remaja membutuhkan bimbingan karena mereka masih kuncup. Kuncup yang membutuhkan usaha untuk mengembangkan kelompak kedewasaan.

 Daftar Tokoh:

Nama Tokoh Keterangan
Atiek Teman sekolah Tia. Berseteru dengannya
Tia Teman sekolah Atiek. Berseteru dengannya
Aris Teman sekolah Tia. Menyukai Tia
Anto Teman sekolah Tia. Menyukai Atiek
Nina Ibu Tia
Adi Prawoto Ayah Atiek
Wayan Guru Widyawisata di Bali
Hartono Produser film. Pemilik Kadewatan Film
Alimin Supir Hartono
Sunu, Henny, Rinto, Ina, Candra, Danar, Nanang Teman-teman sekolah Atiek
Toni Mantan Atiek
Basuki Sutradara film
Sugito Kru film

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s